.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Teknologi Digital dalam Revolusi Politik

      LAPORANIPTEK

      NINOKLEKSONO


      "Ini adalah negerimu; pejabat pemerintah adalah pegawaimu, yang mendapat gaji dari uang pa-jakmu, dan Anda punya hak." (Wael Ghonim, eksekutif pemasaran Google yang bergabung dalam gerakan prodemokrasi Mesir dan berperan besar dalam pemanfaatan teknologi informasi-komunikasi untuk pendidikan politik de-mokrasi. Dari artikel David Kirkpatrick & David Sanger, "The New York Times", 13/2)

      Digunakannya teknologi digital atau teknologi-informasi-komunikasi (TIK) dalam kegiatan politik sebenarnya bukan cerita baru. Reformasi di Indonesia pada 1998 sudah menyaksikan penggunaan internet, yang baru beberapa tahun populer di negeri ini, juga layanan singkat melalui telepon seluler (SMS), yang juga baru marak sekitar tiga tahun, digunakan luas dari Gedung MPR/DPR saat itu, baik oleh mahasiswa, wartawan, maupun oleh aktivis politik

      Setelah itu, dunia juga menyaksikan aksi people's power kedua pada 2001 di Filipina untuk menggulingkan pemimpin yang diduga korup saat itu. Berikutnya, cerita tentang penggunaan TIK untuk pembangkangan poli­tik juga muncul di sekitar aktivis politik China. Hari-hari ini, tak lama setelah Presiden Mesir Hosni Mubarak yang sudah berkuasa selama 30 tahun terguling, wacana TIK dalam revolusi politik masih terus hangat.

      Dari berbagai penuturan koresponden kantor berita dan surat kabar yang bertugas di Mesir, dan juga di Tunisia, banyak terungkap berbagai aspek dalam aksi yang secara mendalam akan mengubah jagat politik di Timur Tengah ini.

      Kita angkat kembali soal ini karena dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, penggu­naan TIK hari-hari ini telah mengalami per-ubahan besar, khususnya dalam lingkup dan kecepatan. Kalau politisi yang mau maju dalam kontes politik lalu membuat website internet, sekarang ini sudah tergolong standar.

      Tukar info dan galang aksi

      Membaca analisis David D Kirkpatrick dan David E Sanger di The New York Times (13/2) kita dapat mengikuti luasnya aliran tukar-menukar info di kalangan para aktivis prodemokrasi di Tunisia dan Mesir. Saat demonstran Mesir menghadapi petugas keamanan proMubarak, mereka teringat nasihat yang diberikan oleh rekan mereka, pendemo di Tunisia. Mereka harus menaruh jeruk, cuka, atau bawang merah di bawah scarf untuk menangkal gas air mata. Mereka juga diingatkan agar membawa soda dan susu untuk keperluan tersebut. Informasi itu sendiri dipertukarkan melalui Facebook.

      Pemuda-pemuda Tunisia dan Mesir curah pendapat menggunakan teknologi guna menghindari aksi mata-mata pemerintah. Mereka juga saling tukar info bagaimana bertahan terhadap peluru karet atau mema-sang barikade.

      TIK, yang banyak di antaranya berasal dari Lembah Silikon, juga diakui peranannya sebagai wahana untuk mengomunikasikan ge­rakan dalam arti juga untuk memasarkan ide revolusi.

      Memasarkan ide secara online semakin berarti ketika aktivis (yang menurut perannya harus terjun di depan umum) banyak yang lalu ditahan. Aktivis yang bebas kemudian banyak yang beralih ke internet serta terus menyebarkan ide dan melakukan peng-galangan melalui blog. Cara ini kemudian juga memberikan ketahanan bagi pergerak­an. Ahmad Maher, misalnya, yang dikenal sebagai tokoh gerakan, membangun grup di Facebook dan menggunakannya sebagai simpul gerakan.

      Selain untuk sosialisasi ide, TIK juga dimanfaatkan untuk penggalangan dana, mi­salnya di Mesir untuk pembelian selimut dan tenda bagi aktivis yang ingin bertahan di Alun-alun Tahrir, aplikasi serupa dengan yang digunakan Tim Sukses Barack Obama saat pemilihan umum presiden. Mengapa Revolusi Mesir banyak ditopang oleh orang muda? Selain pemuda secara fitrah masih memiliki fisik dan semangat perjuangan kuat, pemuda masa kini juga lebih terekspos dengan TIK. Masuknya Wael Ghonim (31), yang merupakan eksekutif Google, ke dalam pergerakan Mesir menjadi aset tersendiri.

      Reaksi otoritas

      Dengan menyadari bahwa orang muda semakin punya kapasitas dan cakap mengT gunakan TIK, dan sementara itu kondisi sosial politik acap kali dilanda ketidakstabilani wajar apabila mimpi buruk seperti Tunisia dan Mesir menghinggapi banyak rezim di dunia. Apabila di sini sempat muncul wacana untuk melarang TIK, seperti BlackBerry atau Twitter, karena potensial melahirkan ancaman terhadap negara, ini pun merupakan ekstensi permasalahan yang ditimbulkan oleh makin cairnya penguasaan TIK di kalangan masyarakat. Tidak terbatas pada kalangan muda yang prodemokrasi atau propemerin-tahan bersih di dalam negeri, tetapi juga oleh kalangan lain yang punya agenda selain itu di dalam atau di luar negeri. Wacana perang asimetri, yang antara lain diwujudkan dengan pemanfaatan TIK, diperkirakan juga ikut membentuk persepsi pemerintah mengenai potensi pemanfaatan TIK.

      Dalam kaitan ini, tak kurang di Amerika Serikat pun sempat muncul wacana untuk menutup layanan internet. Senator AS mengusulkan rencana undang-undang pem-berian kekuasaan darurat kepada presiden untuk menutup sebagian internet sebagai pertahanan terhadap serangan cyber. Namun, di Mesir pada 28 Januari lalu, internet ditutup karena diketahui merupakan pilar funda­mental perjuangan demokratisasi. Menyusul aksi Pemerintah Mesir di atas, otoritas in­ternet di sejumlah negara, seperti Jerman, Austria, dan Australia, menegaskan, peme­rintah negara-negara tersebut tidak akan menginginkan adanya kekuasaan semacarri itu (menutup internet) (The Economist, 12/2).

      Seperti terbukti di Mesir, ditutupnya la­yanan internet dan seluler tetap tak sanggup menahan kuatnya tekanan aksi prodemo­krasi. Tampaknya TIK telah ditakdirkan men­jadi pilar kokoh jenegakan politik terbuka dan demokratis. Dalam kaitan ini, rakyat di mana pun berada diingatkan bahwa akses internet kini semakin diterima sebagai bagian dari hak asasi manusia.

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 898 clicks
      • Average hits: 9.9 clicks / month
      • Number of words: 2342
      • Number of characters: 19536
      • Created 7 years and 7 months ago at Thursday, 26 April 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 95
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9125172
      DSCF8794.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC