.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Sindo 19 3 2011

      MUDI KASMUDI

       

      Teknologi dan Industrialisasi

      Alumnus ITB dan Ul, Praktisi Energi industri Pertambangan

      Negara-negara maju ingin sekali bergabung dalam pasar bebas dengan ASEAN seperti Uni Eropa, cina,danjepang karena merupakan pasar yang menarik, terutama indonesia dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia.

      Negara-negara di dunia berlomba-lomba meningkatkan kemampuan negaranya agar bersaing di pasar global untuk masa sekarang dan yang akan datang. Fakta membuktikan bahwa negara yang menguasai teknologi yang dapat bersaing di percaturan global sekalipun negara tersebut miskin sumber daya alam (SDA). Sebagai contoh Jepang dan Korea Selatan, kedua negara ini termasuk pengekspor produk teknologi yang mempunyai nilai tambah tinggi dan menjadikannya di barisan negara maju. Indone­sia termasuk beruntung kare­na dikaruniai SDA melimpah yang bisa diekspor, tetapi sampai kapan keberuntungan ini? Di dalam fakta sejarah, penguasaan teknologi yang dimiliki negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS), negara-negara Eropa, dan Jepang sudah dimulai sejak zaman revolusi industri pada awal abad 19.MarkFruin(1992) di dalam The Japanese Enter­prise System menjelaskan fase industrialisasi Jepang sejak zaman Tokugawa (1603-1868) dan berkembang pesat ketika RestorasiMeiji(1868-1911) untuk mengatasi ketertinggalan dari Eropa dan AS. Cikal bakal raksasa industri jepang seperti Mitsubishi, Sumitomo, Kawa­saki sudah ada sejak zaman Tokugawa dan Meiji. Adapun raksasa industri lainnya banyak lahir sebelum berakhir-nya perang dunia kedua seperti Mitsui (1911), Matsushita Elec­tric (1918), Hitachi (1923), Toyota Motor (1937).

      Michael Best (2001) di da­lam The New Competitive Advantage-The Renewal of American Industry menjelas­kan perkembangan teknologi AS di mana beberapa raksasa industri AS sudahberdiri sejak abad ke-19 seperti Pratt and Whitney (1860), General Elec­tric (1892), Ford Motors (1903), Boeing (1916). Kirn AS dikenal tidak hanya menguasai tekno­logi industri berat, tetapi juga industri komputer dan nano technology seperti Intel, AMD, Microsoft, Apple, Motorola, IBM, HP, Google, Facebook.

      Becermin pada Korsel dan China

      Ketika di negara-negara maju sedang berlangsung pro­ses industrialisasi, negara-ne­gara Asia tengah terjajah se­perti China, Korea Selatan (Korsel), termasuk Indonesia yang sama-sama lepas dari pendudukan Jepang pada 1945. Akan tetapi China dan Korsel telah bangkit dan kedua nega­ra ini berusaha mengatasi ketinggalannya dari negara lain.

      Industri Korsel kini sudah dikenal di dunia dengan pro­duk teknologinya. Sea Jin Changi (2003) dalam bukunya memaparkan, industri Korsel tidak terlepas dari peran lima konglomerat besar (chaebol) yang dibesarkan atas dukung-an pemerintah ketika negara ini membangun infrastruktur selepas pendudukan Jepang. Usia berdirinya para chaebol tidak setua perusahaan Eropa, AS, dan Jepang seperti Hyun­dai Construction (1950), Dae­woo (1967), SK Group (1953). Adapun Samsung dengan Cheil Jedang dan LG berdiri selepas pendudukan Jepang. Para chaebol selanjutnya melakukan ekspansi besar-besaran di sektor industri berat, konstruksi,petrokimia, energi, otomotif, elektronik, perkapalan, ritel, dan keuangan.

      Adapun perkembangan teknologi dan industrialisasi China dimulai pada 1978 ke­tika Deng Xioping mulai membuka diri dengan dunia luar, memulai reformasi ekonomi dan pada 1992 melakukan re­formasi investasi (Greeven, 2004). Agar tidak tertinggal jauh dari negara lain, China agresif mendorong BUMN melakukan reverse engineering dan membuat kebijakan transfer teknologi dengan perusaha­an multinasional.

      Contohnya penguasaan tek­nologi kereta api cepat. Pada 2004 Kementerian Kereta Api China menandatangani kontrak dengan Alstom untuk membuat kereta api cepat CRH5 Pendolino dengan kecepatan 250 km/jam sebanyak 60 set, te­tapi 51 set dibuat di dalam negeri dengan per j anjian transfer teknologi kepada Changchun Railway Vehicle. Pada 2005 Ke­menterian Kereta Api menandatangani kontrak kembali de­ngan Siemens untuk memba­ngun CRH3 Velaro dengan perjanjian transfer teknologi kepadaTangshanRailwayVehicle. Kini China sudah menguasai teknologi industri berat, kom­puter sampai nano technology.

      Investasi dan Transfer Teknologi

      Negara-negara maju memproteksi teknologinya agar tidak bisa dikuasai negara lain sehingga yang diinginkan adalah ketergantungan terus-menerus dan tetap menjadi pasar yang menarik. Negara-negara maju ingin sekali tergabung dalam pasar bebas de­ngan ASEAN seperti Uni Ero­pa, China, dan Jepang karena merupakan pasar yang me­narik, terutama Indonesia de­ngan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia.

      Pemerintah berencana membangun infrastruktur untuk percepatan pertumbuhan eko­nomi dan mendorong BUMN untuk melakukan ekspansi bisnis. Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) mencatat kebutuhan investasi infrastruktur di Indonesia hingga 2014 men-capai Rpl.923 triliun (SINDO, 22/02), sedangkan BUMN siap berinvestasi hingga Rp836 triliun sampai dengan 2014. Rencana investasi tersebut merupakan jumlah yang besar yang dapat di j adil mentum sebagai bagialih dan transfer teknologi BUMN sudah saatnj syaratkan di dalam tenc sebagian besar perala buat di dalam negeri sel masih dalam supervisi perusahaan asing. Kita berhar proyek pemerintah dan akan mendapatkan hasil maksimal kema: SDM nasional. Proyel bangunan pembangkit dengan hanya mengeja terpasang murah, sedc pemasangan dilakuka: tenaga asing merupak munduran besar. Kalai kian keadaannya, di man human capital? Padahal rutJackJPhillips(2005), capital merupakan in' manusia untuk mening] kompetensi dankeahliai

      Indonesia sudah 65 merdeka, tetapi indu; belum sampai ke fase e mekanikal seperti kem an membuat turbin-gen kereta api cepat, perala labuhan dan pertamb; Oleh karena itu peme saatnya menaruh per besar kepada investor logi untuk memberik; ringanan fiskal sehingg dorong perusahaan nasional untuk membi dustri teknologinya di L sia. Ketika industri tek sudah tersedia, proyek-] pemerintah dan BUM} dukungnya dengan menekan untuk menggunakanya sehingga perusahaan asing akan tertarik untuk buka industri teknoligi dan menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur.

      Alih teknologi dan ha investor teknologi akan rr katkan kemampuan m menuju gerbang industri yang menjadikan negara tetap bersaing ketika cac SDA mulai menipis.

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 2776 clicks
      • Average hits: 30.5 clicks / month
      • Number of words: 2875
      • Number of characters: 23526
      • Created 7 years and 7 months ago at Thursday, 26 April 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 119
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124543
      DSCF8794.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC