.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Ideologi & Konsep
E-mail

 

PIKIRAN RAKYAT, 1 DESEMBER 2009

Kebijakan Pendidikan yang Mengindonesiakan

Winarno Surakhmad

PENGAMAT PENDIDIKAN

Bahwa kepentingan politik mela­hirkan berbagai kebijakan atau suatu kebijakan merupakan indikasi dari sebuah kepentingan nasional tidak dimasalahkan dalam tulisan ini. Tetapi masalah yang disoroti sekarang adalah kepentingan politik praktis yang diungkapkan sebagai kepentingan pendidikan nasional. Karena itu, sering membingungkan karena tidak jarang dirumuskan sebagai kebijakan pendidikan.

Ambillah pendidikan berbangsa untuk kepentingan pendidikan nasional. Kepen­tingan itu jelas harus melahirkan kebijak­an yang sesuai, yakni yang jauh lebih luas dari sekadar kebijakan sekolah, apalagi kebijakan sekolah yang terbatas dibiayai oleh negara saja. Sejak kemerdekaan sampai hari ini, yang baru saja berarti menjalani kemerdekaan mengatur diri sendiri selama 65 tahun. Sudah 35 menteri pendi­dikan yang dipercayakan melahirkan kebi­jakan pendidikan ke.masa depan. Malangnya, makin banyak di antara menteri itu yang hanya bisa melahirkan kebijakan sekolah daripada melahirkan kebijakan pendidikan.

Kebijakan pendidikan diharapkan se-makin jelas kaitannya dan semakin bersumber dari dan termasuk segala hal yang diamanatkan oleh konstitusi. Kebijakan pendidikan semacam itu jelas lahir dari kepentingan sebuah bangsa dan bukan ha­nya kepentingan politik praktis atau perorangan. Kebijakan pendidikan dirumuskan jauh ke depan dan terintegrasi dengan pembangunan secara menyeluruh.

Last Updated on Monday, 27 February 2012 07:07 Read more...
 
E-mail

 

KORAN TEMPO, KAMIS, 14 JANUARI 2010

Kebijakan Pendidikan ke Depan


Winarno Surakhmad, pengamat pendidikan

Dengan mengambil pengalaman sejak 1945 untuk ditarik kegunaannya ke masa depan, banyak kebijakan pendidikan masa lalu yang sebenarnya tidak atau kurang bijak, dan paling sedikit sering membingungkan para pelaku pendidikan di lapangan. Peristiwa semacam ini ada kalanya terlepas dari perhatian publik. Untuk Indonesia sebesar, seberagam, seunik, sedinamis, dan sekompleks sekarang,  kenyataan seperti itu harus mendapat perhatian sangat serius. Indonesia di masa depan, tidak menjadi semakin sederhana, tetapi semakin kompleks. Karena itu, ke depan, kebijakan pendidikan menjadi se­makin meski dan harus semakin komprehensif, jauh daripada urusan sekolah saja dalam arti yang tradisional seperti yang kita kenal sampai saat ini.

Sampai hari ini masih terdapat petunjuk bahwa pertautan antara kebijakan pendi­dikan yang dilahirkan oleh pemerintah dan perkiraan (sekarang) sekatar 3,5 juta pelaku pendidikan di lapangan tidak selalu serasi. Bahkan ada kalanya kedua unsur itu kebijakan pemerintah di satu pihak dan sikap para pelaku di lapangan di lain pihak bersifat artifisial, hanya dicari-cari atau dibuat-buat untuk mempertautkannya. Dalam realitas, kebijakan seorang Menteri Pendidikan sering tidak terkait dengan sikap pelaku di lapangan.

Last Updated on Monday, 27 February 2012 07:06 Read more...
 
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, 19 DESEMBER 2009

Kearifan Pendidikan Samin

Alam telah mengajari keseimbangan dan harmonisasi bagi masyarakat Samin yang polos ini.

Widi Muryono

Peneliti PARIST Kudus.

BELAKANGAN ini boleh jadi banyak orang riuh membincangkan seng-karut ujian nasional. Namun, tidak dengan masyarakat Samin yang berdiam di pedalaman Blora, Jawa Tengah, dan tersebar di beberapa wilayah perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur.

Jauh hari mereka telah menerapkan pendidikan dengan cara mereka sendiri. Untuk meretas masa depan, sedulur sikep ini tidak mengidamkan selembar ijazah, tapi nilai-nilai kearifan.

Bagi kaum Samin, menjadi manusia seutuhnya tidak harus selalu ditempuh dengan melewati pendidikan formal di sekolah-sekolah. Mereka lebih mapan mendidik anak-anak samin de­ngan caranya sendiri. Pendidikan Samin tidak terlepas dari lingkaran kearifan komunitasnya.

Sejauh ini, masyarakat Samin antipendidikan formal bukan semata luapan kemalasan. Mereka mengantongi alasan lain yang sudah mendarah daging. Dalam pandangan Samin, sekolah hanya akan merusak mental anak-anak mereka. Pendidikan formal akan mengubah selera mereka sebagai kawula (rakyat) menjadi bendara (penguasa). Ini yang tidak diinginkan sedulur sikep.

Last Updated on Thursday, 30 May 2013 17:31 Read more...
 
E-mail

 

Pikiran Rakyat, KAMIS (KLIWON) 29 OKTOBER 2005

Grand Design Pendidikan

Oleh SUNARYO KARTADINATA

SUDAH sangat sering terjadi perdebatan para elite bangsa yang menempatkan persoalan ekonomi sebagai poros utama untuk perbaikan kebidupan bangsa, dengan berbagai mazbab dan pendekatannya. Namun, hampir tak pernah secara serius para politisi berbicara dan berdebat tentang grand design pendidikan sebagai poros uta­ma perbaikan kehidupan bangsa dengan landasan filosofi dan kerangka pikir utuh tentang pendidikan. Mungkin hal itu karena pendidikan dipandang sebagai layanan yang tidak memiliki atau tidak perlu memedulikan filosofi dan keilmuan pendidikan.

Undang-Undang No.20/2003 tentang Sisdiknas adalah rujukan normatif yang sarat dengan landasan filosofi dan keilmuan pendidikan. Persoalannya adalah apakah UU Sisdiknas telah dimaknai se­cara utuh dalam filosofi dan bingkai keilmuan pendidikan yang tepat, seningga melahirkan kebijakan dan regulasi pendidikan secara utuh yang mengalir ke dalam penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik di sekolah? Orang bicara karakter bangsa, demokrasi, mutu sumber daya manusia, daya saing, dan sebagainya, semuanya menyisakan persoalan, dan pendidikan acap kali menjadi bahan tudingan.

Last Updated on Monday, 27 February 2012 06:25 Read more...
 


Page 11 of 18

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 118
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9126644
DSCF8754.jpg

Kalender & Agenda

December 2019
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC