.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Ideologi & Konsep
E-mail

 

Pikiran Rakyat, SELASA (MANIS) 2 JUNI 2009

8 JUMADIL AKHIR 1430 H JUMADILAKHIR 1942

 

Kualitas Pendidikan

Oleh NURUL HUDASA

TANDAR Noai. Kelulusan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Sekolah Dasar (SD) dan sederajat, yang ditentukan masing-masing sekolah dalam dua tahun terakhir 2008-2009, umumnya sangat rendah. Tahun lalu, di DKI Jakarta masih sa­ngat banyak sekolah yang mematok angka tiga. Tahun ini, di DKI juga tidak sedikit yang mematok pada angka ernpat. Nilai patokan empat ini umumnya dipakai juga oleh sekolah, yang berada di perkotaan di provinsi lain. Di perdesaan di Pulau Jawa, patokan kelulusan berkisar satu angka dibawah nilai yang berada di wilayah perkotaan. Di luar Jawa lebih memprihatinkan, karena mayoritas mematok nilai dua sampai tiga.

Kenyataan ini, mengingatkan kita pada Rembuk Nasional Pen­didikan 2009. Salah satu yang menarik adalah penyampaian Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo tentang perluasan akses pendidikan dasar sembilan tahun, yang mencapai 96,18 persen melampaui target nasional 95 persen dan mestinya baru tercapai 2010. Bambang Sudibyo menjelaskan, secara na­sional program wajar sembilan tahun tuntas 2008 dan akan dikejar sampai 98 persen pada 2009 ini.

Apa yang disampaikan mendiknas ini, tampaknya harus dibaca secara lebih kritis. Benar bahwa secara nasional pencapaian telah berada dalam angka 96,18 persen, tetapi bila dikuliti secara detail sesungguhnya masih jauh dari kenyataan. Data detail terakhir yang dikeluarkan Depdiknas (2007) dapat dilihat bahwa terjadi ketimpangan pencapaian program wajar sembilan tahun, yang luar biasa di berbagai provinsi. Dari 33 provinsi di Indonesia yang mencapai angka 95 persen ke atas, baru tiga belas provinsi dan dua puluh provinsi lainnya masih di bawah itu.

Last Updated on Monday, 27 February 2012 07:18 Read more...
 
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, SENIN, 8 FEBRUARI 2010

Komitmen Tingkatkan Kulitas Pendidikan

Oleh Sukemi

Staf Khusus Mendiknas Bidang Komunikasi Media

SERATUS hari memang bukan waktu yang lama dan terlalu singkat untuk melaksanakan pengukuran suatu program berjalan sukses atau tidak. Namun, jangka waktu 100 hari memiliki nilai psikologis besar untuk mendorong pencapaian kerja secara terarah. Program 100 Hari Kementerian Pendidi­kan Nasional, misalnya, merupakan momentum untuk berkomitmen dalam menjalankan program ke depan, berkaitan dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Dari delapan program 100 hari Kementerian Pendidikan Nasional, tiga di antaranya memang telah selesai sebelum batas akhir 100 hari. Ketiga program itu; (i) penyediaan internet secara massal di sekolah; (ii) beasiswa perguruan tinggi untuk siswa SMA/SMK/MA berprestasi dan kurang mampu (Beasiswa Bidik Misi), dan (iii) penyusunan dan penyempurnaan Renstra 2010-2014.

Lima program lainnya, yaitu (i) penguatan kemampuan kepala dan pengawas sekolah; (ii) penyusunan kebijakan khusus bagi guru yang bertugas di daerah terdepan dan terpencil; (iii) pengembangan budaya dan karakter bangsa; (iv) pengembangan metodologi belajar mengajar; dan (v) roadmap sinergitas lembaga pen­didikan (Depdiknas-Depag) dengan pengguna lulusan untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan juga telah selesai bersamaan dengan tenggat 100 hari yang telah ditentukan.

Last Updated on Monday, 27 February 2012 07:16 Read more...
 
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, 25 JANUARI 2010

Kesempatan dan Kesetaraan Pendidikan


Oleh Ahmad Baedowi

Direktur Pendidikan Yayasan Sukma - Jakarta

SALAH satu isu penting dan menjadi concern Mendiknas saat ini adalah masalah kesetaraan dan keadilan dalam pendidikan. Jargon yang dipilih adalah nondiskriminatif, sebuah kebijakan pendidikan yang tidak lagi membedakan asal-usul pengelolaan (negeri-swasta), status ekonomi (kaya-miskin), kewilayahan 0awa-Luar Jawa), maupun latar belakang pengelola (keagamaan-non-keagamaan). Kebijakan ini muaranya pada pelaksanaan education for all. Dalam salah satu kesempatan perbincangan dengan Mendiknas, penulis menanyakan tentang kerangka teknis dari kebijakan tersebut agar landing operational policy program tersebut dalam bahasa anggaran dapat diukur secara terbuka. Kita khawatir jangan-jangan program sepenting ini tidak dikemas dalam bahasa anggaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip nondiskrimatif tersebut.

Kita memang masih harus menunggu kejelasan tentang kebijakan tersebut dalam bentuk program. Karena, sebuah kebijakan yang tidak didukung dengan program yang terukur dalam bentuk anggaran adalah kesiasiaan. Kita tidak ingin kebijakan yang sangat prorakyat ini mati suri hanya karena dua hal, yaitu miskinnya as­sessment terhadap seluruh persoalan pendidikan yang dianggap diskriminatif serta tidak paralelnya antara kebijakan dengan bahasa anggaran yang tersedia. Akhirnya kebijakan ini hanya akan berjalan di ruang kosong dan hanya menjadi urusan sentimental Mendiknas semata.

Last Updated on Monday, 27 February 2012 07:12 Read more...
 
E-mail

MEDIA INDONESIA, JUMAT, 28 AGUSTUS 2009

Kesadaran lewat Pendidikan


Oleh Toeti Adhitama

Anggota Dewan Redaksi Media Group

MINGGU-MINGGU ini kita mencatat tiga peristiwa penting pengumuman hasil final Pilpres 2009, peringatan HUT kemerdekaan delapan windu, dan Ramadan menuju Lebaran. Dari renungan, seminar, sarasehan, rnaupun diskusi seputar itu dapat diangkat sedikitnya tiga tema penting kewaspadaan, kesadaran, dan kesederhanaan.

Kewaspadaan disebut yang pertama karena ledakan bom di Jakarta bulan lalu membuktikan, ada yang salah mengenai cara kita hidup bermasyarakat. Perlu ada kesadaran mendalam di kalangan masyarakat maupun di jajaran pimpinan nasional mengenai hal ini. Ramadan memberikan kesempatan untuk merenung perihal kelompok-kelompok yang kesal dan marah di antara kita. Teroris-teroris itu dalam kehidupan sehari-hari memberi kesan ramah dan rendah hati. Mereka mematuhi ajaran gembong-gembong yang memberi kesan sebagai guru saleh, tetapi ternyata menanamkan benih-benih kebencian terhadap kemanusiaan. Mereka serigala berbulu domba. Kita dilarang lamban dan harus benar-benar waspada. Maka wacana melibatkan TNI untuk membantu menghapuskan terorisme di bumi ini tentu kita dukung dan syukuri. Sudah saatnya mengerahkan siapa pun yang mau, mampu, apalagi yang ahli di bidang ini.

Last Updated on Monday, 27 February 2012 07:08 Read more...
 


Page 10 of 18

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,797
  • Sedang Online 115
  • Anggota Terakhir Suwardi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124363
DSCF8768.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC