.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Ideologi & Konsep
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, SENIN, 14 DESEMBER 2009

Pendidikan Berbasis Karakter

Oleh Aan Hasanah

Pengamat pendidikan dan dosen UIN Bandung

BERBAGAI fenomena sosial yang muncul akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan. Fenomena kekerasan dalam menyelesaikan masalah menjadi hal yang umum. Pemaksaan kebijakan terjadi hampir pada setiap level institusi. Manipulasi informasi menjadi hal yang lumrah. Penekanan dan pemaksaan kehendak satu kelompok terhadap kelompok lain dianggap biasa. Hukum begitu jeli pada kesalahan, tetapi buta pada keadilan.

Sepertinya karakter masyarakat Indonesia yang santun dalam berperilaku, musyawarah mufakat dalam menyelesaikan masalah, local wisdom yang kaya dengan pluralitas, toleransi dan gotong royong, telah berubah wujud menjadi hegemoni kelompok-kelompok baru yang saling mengalahkan. Apakah pendidikan telah kehilangan sebagian fungsi utamanya? Berkaca pada kondisi ini, sudah sepantasnya jika kita bertanya secara kritis, inikah hasil dari proses pendidikan yang seharusnya menjadi alat transformasi nilai-nilai luhur peradaban? Jangan-jangan pendidikan telah teredusir menjadi alat yang secara mekanik hanya menciptakan anak didik yang pintar menguasai bahan ajar untuk sekedar lulus ujian nasional. Kalau betul begitu, pendidikan sedang memperlihatkan sisi gelapnya.

Last Updated on Monday, 27 February 2012 09:08 Read more...
 
E-mail

 

 

REPUBLIK, Senin, 7 September 2009

 

METODE PENDIDIKAN

dalam Pandangan Tiga llmuwan Besar



“BAYI ITU SEUMPAMA SEBUAH BAHAN MENTAH YANG HARUS DIBERI ISI YANG BAIK SUPAYA MENJADI ORANG DEWASA YANG BERGUNA KELAK” Ibnu Khaldun (1332/732H - 1406/808H)

Pendidikan merupakan faktor penting yang menentukan kehidupan manusia. Melalui pendidikan, manusia bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Kemajuan yang dicapai peradaban Islam di zaman kekhalifahan tak lepas dari keberhasilan dunia pendidikan. Pada zaman itu, kota-kota Islam telah menjelma menjadi pusat pendidikan dan peradaban yang sangat maju. Di abad pertengahan, para ilmuwan dan cendekiawan Muslim telah menyusun metode pendidikan atau pembelajaran yang sangat baik. Metode itu disusun agar para siswa bisa memahami dan menyerap ilmu pengetahuan yang diajarkan di madrasah-madrasah dengan mudah.

Berikut ini adalah tiga metode pendidikan yang dicetuskan tiga intelektual Muslim terpadang di zaman kekhalifahan. Mereka adalah Ibnu Sina, Ibnu Khaldun dan Al-Ghazali. Lalu bagaimana gagasan dan pemikiran mereka tentang pendidikan yang baik dan ideal bagi dunia Islam?

Last Updated on Thursday, 30 May 2013 17:29 Read more...
 
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, 26 AGUSTUS 2009

 

Meratakan Mutu Perguruan Tinggi Indonesia


Oleh Ki Supriyoko

Direktur Program Pascasarjana Uriiversitas Tamansiswa Yogyakarta dan Wakil Presiden PanPacific Association of Private Education (PAPE) yang bermarkas di Tokyo, Jepang

PUBLIKASI Consejo Superior de Investigaciones Cientificas edisi 30 Juli 2009 tentang perguruan tinggi berkelas dunia dalam Ranking Web of World Universities p sungguh menarik dicermati. Publikasi itu menunjukkan kualitas perguruan tinggi yang didasarkan pada keakrabannya dengan dunia internet dalam proses pembelajaran.

Tegasnya, sejauh mana sivitas akademika se-ring mengunduh (mendown load) bahan ajar dan informasi lain dari internet serta memublikasi atau meng-Upload bahan ajar dan informasi lainke internet akan sangat menentukan rangking perguruan tinggi yang bersangkutan. Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang berkiprah di daerah Cambridge, Massa­chusetts, Amerika Serikat (AS), ditetapkan sebagai perguruan tinggi di rangking pertama dikarenakan mahasiswa dan dosennya sangat akrab dengan internet. Di kampus tersebut dipasang banyak hot spot yang memungkinkan mahasiswa dan dosen dapat mengakses internet secara gratis. Sistem perkuliahannya mengaplikasi internet based lecture (IBL) yang dikembangkan pada berbagai perguruan tinggi terkemuka di dunia.

Last Updated on Monday, 27 February 2012 07:59 Read more...
 
E-mail

 

media ndonesia, senin 16 november 2009

Menimbang Kebijakan Integrasi UN-SMNPTN

Oleh Ahmad Baedowi

Direktur Pendidikan Yayasan Sukma - Jakarta

BELUM genap seratus hari pencanangan program Kabinet Indonesia Bersatu II dijalankan, publik, pengamat, dan praktisi pendidikan dikejutkan dengan rencana Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh untuk mengintegrasikan ujian nasional (UN) dengan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Bentuk shock therapy kebijakan dari Mendiknas ini tentu saja harus kita kritik secara sejak awal karena pola kerja birokrasi pendidikan kita biasanya sangat senang dalam melempar isu kebijakan di tingkat nasional, tanpa perlu menghitung risiko kegagalan dalam implementasi di ting­kat lokal dan sekolah. Juga seringnya sebuah kebijakan Mendiknas dibuat hanya atas dasar asumsi adalah fakta yang berulang kali kita saksikan. Mulai kebijakan perubahan kurikulum, ujian nasional, buku teks elektronik, bantuan operasional sekolah (BOS), hingga program sekolah gratis yang sama sekali tak mendidik. Semua benruk kebijakan itu dibuat tanpa ada assessment yang memadai, plus minimnya keterlibatan publik untuk ikut serta, baik dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi monitoring program.

Rencana integrasi UN-SNMPT jangan-jangan hanya merupakan kebijakan dadakan untuk meredam ingar-bingar protes para pengamat dan praktisi pendidikan terhadap kebijakan ujian nasional yang banyak melanggar hak orang dari siswa untuk memperoleh pendidikan yang baik, jujur, dan bersih. Selain itu, jika rencana ke­bijakan ini memang benar adanya, seyogianya Mendiknas memiliki tim assessment (semacam TPF atau Tim 8 yang menangani kasus Bibit-Chandra), yang akan bekerja untuk mencari fakta-fakta strategis tentang relasi UN dengan kapasitas guru dan orang tua serta ekspektasi dari pihak perguruan tinggi terhadap calon mahasiswa yang akan masuk ke kampus mereka.

Last Updated on Monday, 27 February 2012 07:51 Read more...
 


Page 8 of 18

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,797
  • Sedang Online 114
  • Anggota Terakhir Suwardi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124809
bacalah.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC