.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      REPUBLIKA, 30 DESEMBER 2009

      Kondisi Memprihatinkan Jurnal Ilmiah

      Oleh WULAN TUNJUNG PALUPI

      Banyaknya jurnal ilmiah yang bermutu di suatu negara merupakan salah satu indikator kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi negara itu. Sayangnya, budaya menulis dan mempublikasikan jurnal ilmiah, hingga saat ini masih belum berkembang di Indonesia. Pembuat lurnal tidak mengetahui, sejauh mana jurnal ilmiah bermanfaat bagi masyarakat. Di sisi lain, pengguna juga tidak mengetahui keberadaan jurnal ilmiah.

      Lembaga Ilmu Pengetahuan Indo­nesia (LIPI) belum lama ini meluncurkan Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) sebagai pangkalan data jurnal ilmiah di Indonesia. Ini tentu merupakan berita gembira bagi dunia akademisi Tanah Air. Betapa tidak, meski terlihat sederhana, basis data merupakan suatu langkah strategis untuk mengembangkan dunia penelitian dalam negeri. Bayangkan selama ini, pemetaan dan perkembangan hasil penelitian di Indonesia masih sulit dilacak akibat jurnal ilmiah berserak di berbagai lembaga. Padahal, salah satu cara agar penelitian ilmiah yang dilakukan bisa berkelanjutan dan tidak tumpang-tindih, maka hasil penelitian yang biasanya diterbitkan melalui jurnal ilmiah harus diorganisasikan dengan baik. Keberadaan jurnal ilmiah di Indo­nesia bisa dikatakan tertinggal di banding negara-negara lainnya di kawasan Asia Tenggara. Jangankan jurnal ilmiah intenasional, jurnal ilmiah lokal pun, masih banyak yang timbul-tenggelam keberadaannya. sedangkan banyak institusi yang menerbitkan jurnal namun tidak dapat dikategorikan sebagai jurnal ilmiah.

       

      Berdasarkan penelitian yang dilakukan Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI, sampai dengan Juli 2009 tercatat sebanyak 13 ribu jurnal yang terdapat di Indonesia. Dari jumlah itu, hanya 7.017 jurnal yang dapat dikategorikan sebagai jurnal ilmiah dengan kriteria memiliki tinjauan pustaka. Nah, di antara jurnal ilmiah tersebut, hanya 1.350 jurnal yang masih aktif, sedangkan 3.500 lebih jurnal saat ini dalam kondisi tidak aktif atau mati suri.

      Dari ribuan jurnal tersebut, jurnal terbitan perguruan tinggi dan asosiasi profesi yang telah diakreditasi oleh Dirjen Perguruan Tinggi baru sekitar 250 jurnal. Sedangkan jurnal ilmiah lemba­ga penelitian yang telah terakreditasi LIPI baru sekitar 140 jurnal. "Penerbitan jurnal ilmiah di Indo­nesia sebagai salah satu kegiatan penyebaran informasi ilmiah memang belum stabil. Banyak jurnal ilmiah yang mati karena keterbatasan dana, atau me­mang dibuat untuk mencari kredit guna persyaratan akademis. Dengan pengorganisasian jurnal ilmiah yang baik, diharapkan hasil penelitian bisa lebih optimal pemanfaatannya," kata Kepala LIPI, Umar Anggara Jenie, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

      Wadah komunikasi

      Pangkalan data ini juga berguna se­bagai wadah komunikasi antarpeneliti dan memudahkan masyarakat mencari informasi. Apalagi selama ini di Indo­nesia lebih mudah mencari jurnal ter­bitan asing ketimbang jurnal terbitan dalam negeri.

      Saat ini, ISJD memuat lima ribu artikel dari 400 jurnal ilmiah terakreditasi dari berbagai disiplin ilmu. ISJD berisi kumpulan artikel ilmiah, mulai dari bentuk bibliografi sampai dokumen lengkap yang dapat diakses pengguna. "Untuk menghubungkan pembuat dan pengguna jurnal ilmiah diperlukan sebuah sistem komunikasi ilmiah yang memudahkan masyarakat mendapatkan informasi ilmiah," tutur Putut Irawan Pudjiono, kepala Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) LIPI. Dalam ISJD, terdapat layanan Inter­national Standar Serial Number (ISSN) online yang disediakan untuk para penerbit baru yang ingin mendaftarkan majalah barunya.

      Layanan ISSN hadir untuk memenuhi kebutuhan akan kode pengenal yang ringkas dan jelas untuk terbitan berseri dan sumber daya berlanjut. Kode berbentuk angka itu penting untuk pertukaran informasi, baik antarperusahaan, produsen abstrak, pengguna data, pemasok, distributor, maupun perantara lainnya. ISJD juga dilengkapi direktori jurnal ilmiah Indonesia yang berisi data alamat dan kontak penerbit dari berbagai disiplin ilmu. Direktori itu bertujuan memudahkan penulis yang ingin mengirimkan karyanya tetapi tidak mengetahui alamat serta kontak pengelola penerbitan jurnal ilmiah. Layanan lainnya dalam ISJD adalah akreditasi. Untuk semehtara, website tersebut baru bisa diakses oleh kalangan tertentu, namun mulai Oktober 2009 sudah bisa diakses secara nasional dan gratis.

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 13:12  

      Items details

      • Hits: 364 clicks
      • Average hits: 4 clicks / month
      • Number of words: 4596
      • Number of characters: 41796
      • Created 7 years and 8 months ago at Tuesday, 13 March 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 8 months ago at Tuesday, 13 March 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 116
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124313
      DSCF8761.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC