.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

HAKI
E-mail

KOMPAS 16 FEBRUARI 2010

Plagiarisme dan Intelektual Publik

Oleh ALOIS A NUGROHO

Sepotong berita kecil cukup mengentak, judulnya "Guru Besar Diduga Menjiplak" (Kompas, 10 Februari 2010). Berita kali ini agak berbeda dari plagiarisme di kalangan akademisi yang biasanya mendapat perhatian publik. Berita itu "hanya" menyangkut artikel opini yang ditulis seorang guru besar dan dimuat di surat kabar.

"Kebenaran" boleh dikatakan merupakan core business dari dunia akademis. Oleh karena itu, semua gambaran ideal tentang diskursus sepatutnya diupayakan terjadi di dunia akademis, termasuk di antaranya "kejujuran".

Yang biasanya mendapat per­hatian publik ialah plagiarisme oleh para akademisi dalam rang-ka kegiatan penelitian. Seseorang yang ingin menjadi profesor mengumpulkan makalah para mahasiswanya serta diaku sebagai karyanya. Disertasi seorang doktor ternyata menjiplak karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya. Kasus semacam itu pernah jadi berita, apalagi bila terjadi "di balik tembok" perguruan tinggi negeri ternama.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 14:43 Read more...
 
E-mail

KORAN TEMPO 27 FEBRUARI 2010


Plagiarisme dan Aktivitas Ilmiah


Roy Thaniago, mahasiswa pascasarjana isi surakarta


Nama Anak Agung Banyu Perwita mendadak ramai dibicarakan. Sayang, bukan karena prestasi, melainkan aib. Banyu, yang merapakan guru besar Institut Teknologi Bandung, terbukti melakukan plagiarisme, sesuatu yang sangat pantang dilakukan di dunia akademis. Dosen muda ini terbukti menjiplak karya Carl Ungerer dalam artikelnya di Jakarta Post edisi 12 November 2009. Ganjarannya, ia dicopot dari jabatan sebagai staf pengajar di ITB.

Persoalan rendahnya kesadaran etis di kalangan akademisi pun punya catatan lain. Misalnya kasus di Universitas Hasanuddin, Makassar. Rasanya mata tak kaget dan memang tak perlu kaget membaca berita yang dilansir Kompas (6 Februari), yang berjudul "Dekan Sastra Bantah Penjualan Skripsi". Pemberitaan ini, yang juga diberitakan pada hari-hari sebelumnya, mengabarkan soal ditemukannya buku dan skripsi Perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin yang dijual secara kiloan

Read more...
 
E-mail

KOMPAS 18 FEBRUARI 2010

Plagiarisme dan kenaikan pangkat

Belakangan ini dunia pendidikan terenyak dengan pemberitaan di media cetak dan elektronik bahwa sekitar 1.500 guru di Pekanbaru, Riau, terancam kena sanksi karena karya tulis yang mereka buat diindikasikan karya orang lain alias plagiat. Sementara harian ini, Rabu, 10 Februari 2010, memberitakan dengan gamblang: seorang guru besardiduga menjiplak.

OLEH DRAJAT

Guru besar Jurusan Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, ini dituding menji­plak karya Carl Ungerer, seorang penulis asal Australia. Kolumnis Kompas dan The Jakarta Post ini setidaknya melakukan enam kali plagiarisme.

Di balik kemirisan ini, penulis mendapat angin segar. Apa pasal-nya? Anak-anak kelas I SD begitu piawai menulis! Ya, menulis men­jadi habit yang tidak bisa dipisah­kan dari aktivitas belajar. Setiap hari mereka begitu tekun menulis tentang pengalamannya, terutama kegiatan selama di sekolah dari pu-kul 07.30 sampai pukul 13.00.

Beragam cerita mereka tulis, dari masuk sekolah, mengikuti ke­giatan belajar mengajar, istirahat, wudu, shalat berjemaah, dan beragam tulisan lain. Ada yang menulisnya dengan waktu yang tersusun. Namun, tidak sedikit mereka menulisnya dalam bentuk cerita.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 14:40 Read more...
 
E-mail

MEDIA INDONESIA  19 OKTOBER 2009

Perpustakaan digital ‘google’ langgar Cipta


KANSELIR Jerman Angela Merkel mengkritik upaya Google Inc untuk membangun sebuah perpustakaan digital raksasa yang dapat diakses melalui internet. Menurut dia, in­ternet tidak boleh dikecualikan dari undang-undang hak cipta.

Dalam tayangan video mingguannya sebelum membuka Frankfurt Book Fair Selasa mendatang, Merkel menyerukan kerja sama internasional dalam perlindungan hak cipta. Dia menyatakan pemerintahnya menentang rencana Google untuk memindai buku-buku seperpustakaan.

"Posisi pemerintah Jerman sudah jelas di internet hak cipta harus dilindungi. Karena itulah kami menolak pemindaian buku-buku tanpa ada perlindungan hak cipta, seperti yang dilakukan Google," kata Merkel, di Ber­lin, akhir pekan lalu. Dia menyatakan adanya bahaya yang cukup perlu diwaspadai da­lam hal perlindungan hak cipta di internet. _Rencana google untuk menciptakan perpustakaan digital raksasa memperoleh berbagai pujian karena meningkatkan akses terhadap buku-buku secara internasional. Namun, rencana itu juga menuai banyak kritik yang mendasarkan pada undang-undang hak cipta dan hak-hak privasi. Hingga kini, Google telah mendigitalkan 10 Juta buku.

Read more...
 


Page 3 of 8

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,795
  • Sedang Online 79
  • Anggota Terakhir Eka Evriza

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9116411
DSCF8761.jpg

Kalender & Agenda

August 2019
S M T W T F S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC