.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

HAKI
E-mail

Pikiran Rakyat 17 Maret 2010

Penyakit Kronis

BernamaPlagiarisme

Akhir pekan lalu sungguh memprihatinkan. Sabtu, 24 April 2010, "PR" mengangkat berita ihwal pencabutan gelar doktor seorang tersangka plagiarisme di universitas terkemuka Indonesia. ITB menyatakan, disertasi dan ijazah Mochamad Zuliansyah tidak berlaku lagi menyusul plagiarisme yang dilakukan secara sengaja terhadap disertasi Dr. Siyka Zlatanova dari Graz University, Austria. Peristiwa ini mencemarkan reputasi ITB sebagai institusi ilmiah yang punya reputasi tinggi sekaligus menyeret para pembimbing Zuliansyah ke dalam pusaran persoalan etik.

Pada halaman lain, di rubrik Kota Bandung, "PR" memuat berita tentang penilaian ter­hadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2009 yang disampaikan oleh Pemkot Bandung. Pansus LKPJ menemukan indikasi penjiplakan laporan tersebut dari laporan sejenis yang dibuat untuk pertanggungjawaban tahun sebelumnya. Salah satu contohnya, dikutip oleh "PR", permasalahan dan solusi bidang pendidikan pada LKPJ 2009 sama persis dengan 2008. Ini menimbulkan pertanyaan, laporan dengan kualitas macam apa yang hanya bisa mengcopy paste laporan tahun sebelumnya? Sungguh menyedihkan.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 13:26 Read more...
 
E-mail

KOMPAS 9 JUNI 2008

Pembajak bertoga di sarang ilmu

ONE GALERI SENI RUPA

joko "Gundul" Sulistyo - MAKA TERJADILAH ..... Cat minyak di atas kanvas, 120 x 100 cm, 2005

Praktik pembajakan karya ilmiah sudah lama terjadi di semua jenjang pendidikan tinggi, mulai dari tingkat sarjana, magister, hingga doktoral dan profesoriat. Para peneliti di lembaga penelitian bergengsi non-universitas dan mereka yang bersaing mendapatkan berbagai dana penelitian departemen juga sama terlilit gurita pembajak bertoga ini.

Oleh TAMRINAMAL TOMAGOLA

Ada keterkaitan yang erat dan kentalnya atmosfer pemafhuman yang saling menguntungkan antara para perampok bertoga di sarang ilmu dan para penyamun di sangkar besi (iron cage, Max Weber) birokrasi pemerintahan. Beberapa kasus puncak es yang sempat menggemparkan publik adalah perampokan karya ilmiah oleh dosen senior UGM mantan Menteri Pendidikan Nasional masa Gus Dur; penangkapan dua makalah jiplakan seorang anggota Kabinet Indonesia Bersatu yang disajikan dalam seminar internasional; pencopotan gelar doktor alumnus UGM yang ketahuan mencuri karya ilmiah sejawatnya; pencekalan proses, walau belakangan akhirnya lolos juga, usulan guru besar Universitas Indonesia karena penipuan akademis yang sama; paling mutakhir adalah penco-potan guru besar Lemhannas.

Praktik plagiarisme yang merata menyeluruh ini hanya bisa terjadi karena dimungkinkan secara sistemik oleh tatanan kelembagaan yang ada. Stadium pembajakan bertoga di sarang ilmu dengan pemafhuman para penyamun di sangkar besi ini sudah sama parahnya dengan stadium korupsi di negeri ini. Pemaparan berikut ini merupakan pengalaman dan temuan penulis sejak masih mahasiswa hingga menjadi dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) selama 40 tahun terakhir serta birokrat di beberapa lembaga negara.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 13:22 Read more...
 
E-mail

 

KORAN TEMPO 3 JANUARI 2010

 

PELARANGAN BUKU,DARI ZAMAN KOLONIAL HINGGA REFORMASI

Sejak zaman kolonial hingga sekarang,  pelarangan buku terus terjadi. Dan alasan pela­rangan yang digunakan penguasa tiap zamannya selalu sama mengganggu ketertiban umum. Sebuah alasan yang terkesan dibuat-buat kalau tak boleh dibilang konyol.

Sejarawan Bonnie Triyana mengatakan pelarangan buku di In­donesia merupakan cerita lama. Pemberangusan buku sudah terja­di sejak zaman kolonial Belanda. Ini menunjukkan ciri congkaknya kekuasaan dan hasrat penguasa menjadi penafsir tunggal sejarah.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 12:50 Read more...
 
E-mail

REPUBLIKA 25 JULI 2008

 

MENJAGA ASET INTELEKTUAL BANGSA

Sebut saja namanya Handoyo. la adalah warga Indonesia yang pada 2005 lalu bersamaan dengan penulis menuntut ilmu di Oxford Univer­sity, Inggris. Dalam usia muda, 25 tahun, ia belajar pada tingkat doktoral departemen fisika. Mengagumkan.

Lebih mengagumkan lagi, pada masa sekolah menengah atas ia pernah mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi pemenang pada olimpiade fisika internasional. Jadi, kalau dalam usia muda ia telah menempuh studi pada jurusan bergengsi di salah satu universitas tertua du-nia tersebut, semuanya adalah rangkaian prestasi yang layak membanggakan negeri. Namun, ketika ditanya rencana ke depan pascastudi doktoral di Oxford University, ia menjawab akan mencari kerja di luar negeri, baik sebagai peneliti, pengajar, niaupun berkiprah di perusahaan multi-nasional. Ia tidak merencanakan untuk kembali ke Tanah Air. Paling tidak, kem­bali ke Indonesia bukanlah prioritas bagi dirinya.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 12:16 Read more...
 


Page 4 of 8

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,795
  • Sedang Online 76
  • Anggota Terakhir Eka Evriza

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9116187
Dialog_Peradaban.jpg

Kalender & Agenda

August 2019
S M T W T F S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC