.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

HAKI
E-mail

 

KOMPAS, JUMAT, 19 FEBRUARI 2010

Epidemi Plagiarisme

Oleh JANIANTON DAMANIK

Konon, nama besar tak selalu ditopang kejujuran., Tidak jarang kejujuran harus dikorbankan demi merajut popularitas, entah itu berbentuk gelar, jabatan, pangkat atau kekayaan. Bahkan, nama besar acap digunakan untuk membebat borok kebohongan sehingga publik mudah terlena dan enggan bersikap kritis. Lantas, pemilik nama besar pun bebas melenggang di dunia simulacra (baca: keseolah-olahan), tetapi sampai kapan?

Toh, akhirnya, nama besar yang disangga pilar ketidakjujuran runtuh juga. Mungkin inilah yang menimpa James B Twit-chell, profesor sastra bidang romantika gotik sekaligus yang fokus pada isu budaya komersialisme di University of Florida, Amerika Serikat, beberapa tahun lalu. Namanya sempat melejit di kalangan ilmuwan berkat buku laris yang ditulisnya.

la disebut-sebut sebagai guru besar Sastra Inggris terproduktif di universitas itu karena sukses menerbitkan belasan buku favorit. Sebutlah salah satu di antaranya, Living it Up: Our Love Affair with Luxury, terbitan Columbia University Press, 2002, yang mengupas budaya pop dan konsumtif masyarakat Amerika Seri­kat (AS).

Last Updated on Wednesday, 29 February 2012 07:28 Read more...
 
E-mail

 

EKO ENDARMOKO

 

CINTA DARI LUAR  PAGAR

Dari luar pagar institusi ppemegang otoritas, eko Endarmoko menjaring kata kata yang bertebaran dalam jagat bahasa indonesia. Sudah begitu, di ganggu plagiarisme.

Oleh sica harum

EKO Endarmoko, penulis Tesaurus Bahasa In­donesia (TBI) itu baru saja pulang jalan-jalan sore, Rabu (13/10). Kegiatan tersebut ia telateni sejak terkena stroke pada 2008 lalu. Langkahnya gontai memasuki ruang tamu rumahnya di kawasan Bekasi. Meskipun begitu, suaranya tak lirih. la semangat bercerita mengenai proyek terbarunya, tesaurus versi daring yang direncanakan beralamat tesaurusindonesia.com dan akan diluncurkan pada 2013 dengan sistem wiki.

Jelas terlihat, lelaki yang baru meraih penghargaan dari STEMMARE, Lembaga Konsultasi dan Edukasi Bahasa Indonesia pada 9 Oktober 2010 itu tak mau buang energi atas sengkarut karyanya dengan Tesaurus Alfabetis Bahasa In­donesia (TABI) buatan Pusat Bahasa.

"Saya sudah menunjuk advokat (Arif Surowidjojo). Dia yang mengurus. Saya fokus saja ke sinilah .(Tesaurus), enggak mau ambil pusing," jelas lelaki yang akrab disapa Moko itu.

Nama Eko Endarmoko ter-cantum sebagai penulis TBI ”Birokrat bahasa telah menjadi semacam polisi bahasa."terbitan Gramedia Pustaka Utama, yang dirilis-pertama kali pada 2006. TBI karya Eko memuat 16 ribu kata. Akhir tahun 2009, penerbit Mizan meluncurkan TABI buat­an Pusat Bahasa. Kamus itu tampil gendut dengan 28 ribu kata, disajikanlengkap dengan padanan kata (sinonim), lawan kata (antonim), makna sempit (hiponim), dan kaitan makna satu kata dengan kata lainnya (meronim).

Last Updated on Wednesday, 29 February 2012 07:27 Read more...
 
E-mail

 

PIKIRAN RAKYAT 2 FEBRUARI 2007

 

Buta huruf di garut masih mencapi 24 ribu orang

GARUT, (PR).-

Pemerintah Kabupaten Ga­rut melalui Dinas Pendidikan terus berupaya menekan jumlah warga yang mengalami buta huruf. Meski demikian, hingga akhir Januari 2007, jumlah warga yang tidak mengenal huruf ini masih tercatat kurang lebih 24.000 orang.

"Sebenarnya, jumlah ini sudah mengalami penurunan drastis karena sebelumnya jumlah warga yang mengalami buta huruf di Garut kurang le­bih 90.000 orang. Namun kami akan terus berupaya mene­kan jumlahnya," kata Bupati Garut H. Agus Supriadi dan Kepala Dinas Pendidikan Dr. H. Maman Rusmana, M.Pd.Usai menutup acara peringatan 1 Muharam 1428 H yang diselenggarakan Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Limbangan di Kecamatan Limbangan, Selasa (30/1), Bu­pati Garut mengungkapkan, angka 24.000 sesungguhnya

menunjukkan bahwa Disdik Garut sudah berhasil melampaui target. Sebab, target menekan jumlah warga yang buta huruf tidak sampai sekira 24 ribu, tapi lebih besar dari itu. Namun ternyata, Disdik Garut berhasil menekan warga buta huruf yang sangat banyak.

Last Updated on Wednesday, 29 February 2012 07:20 Read more...
 
E-mail

 

SEPUTAR INDONESIA 24 FEBRUARI 2010

 

Meyjen (Purn) Herryono drs. M.Psi

Rektor Universitas Jendral Ahmad Yani (Unjani)

Antiplagiasi Ala Unjani

Plagiarisme bagi rektor Universitas Jendral Ahmad Yani (Unjani) Meyjen (Purn) Heriyono drs. M.Psi merupakan perbuatan yang sangat memalukan dalam dunia pendidikan. "Piagiarisrne itu sangat memaiukan karena menjiplak karya orang lain. Apalagi dilakukan seorang akademisi. Dalarn undang-undang sudah jelas itu mrlanggarhakcipta/'ujarnya.

Ia berpendapat tidak seharusnya seorang akademisi berbuat seperti itu. Akademisi harus menjadi panutan rnasyarakat sesuai dengan semboyan Ki Hajar Dewantara Tut Wuri Handayani. "Plagiarisme bisa menjadi salah satu indikator rnasyarakat kita yang sulit dibenahi/'katanya.

Dalam memberantas plagiarisme, Heriyono berpendapat, butuh ketegasan dari Kementrian Pendidikan Nasional terutama Dirjen Pendidikan Tinggi untuk menghukum akademisi yang terbukti melakukan plagiarisme. "Kalau hukuman hanya diserahkan ke perguruan tinggi, pasti akan terganjal menyelematkan citra universitas atau tidak enak karena sesama teman sejawat.

Last Updated on Wednesday, 29 February 2012 07:19 Read more...
 


Page 7 of 8

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,798
  • Sedang Online 65
  • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9125060
DSCF8803.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC