.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

HAKI
E-mail

 

SEPUTAR INDONESIA 05 DESEMBER 2010

 

Melarang Pengungkapan Kebenaran

Oleh asvi adam, sejarawan LIPI

Buku John Roosa,dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto, yang diterbitkan tahun 2008 termasuk salah satu buku yang dilarang oleh Kejaksaan Agung seJak bulan Desember 2009. Padahal buku ini masuk peringkat tiga terbaik bidang ilmu sosial dalam International Convention of Asian Scholars di Kuala Lumpur, 2007. Menurut Robert Cribb dari Australian National University, "Inilah upaya ilmiah pertama dalam kurun lebih dari dua dekade  untuk mengkaji secara serius  bukti-bukti mengenai teka-teki paling penting dalam sejarah Indonesia,kudeta 30 September 1965." Pakar sejarah militer Harold Crouch menganggap bahwa buku ini merupakan " sumbangan penting bagi kepustakaan tentang kudeta di Indonesia".

Buku ilmiah ini mengetengahkan versimutakhir Gerakan 30 Sep­tember 1965.Menurut JohnRoosa, tiap teori dalang Gerakan 30 Sep­tember yang ada selama ini memiliki kelemahan. Kalau disebutkan bahwa PKIsecara keseluruhan melakukan pemberontakan, kenapa 3 juta anggota partai ini tidak melakukan perlawanan ketika diburu dan dibunuh setelah gerakan itu meletus? Kenapa partai komunis yang terbesar ketiga di dunia saat itu begitu mudah dirontokkan? Analisis yang menyebutkan bahwa itu persoalan intern Angkatan Darat juga tidak memuaskan karena persoalannya tidak sesederhana itu. Bukankah Sjam dan Pono juga terlibat? Sementara itu versi Soekarno sebagai dalang juga diragukan.Bila sang presiden mengetahui sepenuhnya rencana aksi ini sebelumnya, kenapa dia berputar-putar di Kota Jakarta sebelum menuju pangkalan udara tanggal 1 Oktober 1965? Mengapa Presiden Soekarno tidak langsung saja dari Wisma Yaso kediaman Ratna Sari Dewi (sekarang Museum Satria Mandala, Jalan Gatot Subroto) menuju Halim Perdanakusumah? Demikian pula Soeharto tidaklah terlampau "jenius" untuk bisa merancang suatu perebutan kekuasaan secara sistematis walaupun masih perlu diinvestigasi lebih lanjut seberapa jauh Soeharto mengetahui rencana tersebut  sebagai-mana disampaikan Kolonel Latif dalam pertemuan malam sebelum­nya di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto. Meskipun demikian, Soeharto, menurut Wertheim, bergerak dengan "efisiensi yang ajaib di tengah-tengah keadaan yang luar biasa mem-bingungkan".

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 11:57 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS 24 FEBRUARI 2010

 

Kutuk Plagiarisme, Lalu?

Oleh ARMADA RIYANTO

Tentang plagiarisme, kiranya tidak berguna lagi aneka kutukan. Yang lebih penting adalah apa kelanjutan sesudah tragedi plagiarisme.

Bandung, Jakarta, Aceh, Malang, Yogyakarta, Surabaya, Solo, Bogor, Semarang, dan Medan, apakah mereka emblem kota kota intelektual? Dengan menjamurnya pabrikan skripsi, tesis, disertasi, juga paper di kota-kota itu dan lainnya yang belum disebut, mendung kelabu menyelimuti dunia intelektualitas kita. Masih adakah kota intelektual di tanah kita? Sebuah pertanyaan hati nurani.

Tak usah mengutuk Bandung sebab Yogyakarta atau kota Anda mungkin lebih parah. Tak perlu mengkritik institusi yang kecolongan sebab institusi sekaliber UGM, UI, atau MIT di AS, Cam­bridge di Inggris, atau Alberta di Kanada pun tidak imun terhadap kasus plagiarisme dalam sejarah akademisnya. Di Yogyakarta, dugaan perkara plagiarisme diser­tasi oleh seorang doktor dari MIT tidak di apa apakan, malah pernah memegang jabatan penting di dunia pendidikan kita. Insti­tusi paling bersih dipersilakan untuk "melempar batu pertama" pemberantasan plagiarisme, dan adakah yang berani?

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 11:56 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS 22 FEBRUARI 2010

 

Guru Profesional dan Plagiarisme


Oleh MOCHTAR BUCHORI

Kasus 1.082 guru di Riau yang ketahu-an menggunakan dokumen palsu agar dapat dikategorikan sebagai "gu­ru profesional" sungguh memilukan. Dalam hati saya bertanya, apakah gu­ru-guru ini masih dapat mengajar di sekolah mereka?

Masih ada sederet pertanyaan lain dalam kasus ini tentang gu­ru-guru ini. Yang sungguh mengganggu pikiran saya adalah bagaimana para guru itu masih dapat mengajar dengan baik setelah mereka kehilangan wibawa (gezag) akibat peristiwa ini? Sebut­an "guru profesional" tak akan dapat mengembalikan wibawa yang hilang karena plagiarisme tadi.

Last Updated on Thursday, 01 March 2012 11:46 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS KAMIS, 18 FEBRUARI 2010

"Ghost Writer" dan Pelacuran Intelektual

Oleh   ELVINARO   ARDIANTO

Kasus plagiarisme di perguruan tinggi beberapa waktu lalu menghisi pemberitaan me­dia cetak dan elektronik Gelar doktor di perguruan tinggi negeri ternama di Yogyakarta, misalnya, terpaksa dicabut oleh perguruan tinggi itu karena disertasi doktornya menggunakan tulisanskripsi oranglain.

Begitu juga dengan seorang gu­ru besar di perguruan tinggi negeri ternama di Jakarta Persyaratan karya ilmiah untuk guru besar itu juga milik orang lain. Namun, kemudian tak terdengar lagi apakah jabatan akademik guru besar itu dicopot atau tidak. Yang jelas nama yang bersangkutan tenggelam. Padahal, sebelumnya dia sering menjadi narasumber wartawan. Namun, kini ternyata dia menduduki jabatan rektor di perguruan tinggi swasta di Jakarta.

Plagiarisme yang masih hangat dalam pemberitaan media massa pada minggu kedua Februari ini dilakukan seorang guru besar sekaligus dekan di perguruan tinggi swasta di Bandung. Ternyata persyaratan karya tulisnya juga milik orang lain ketika tulisan tersebut dikirim ke media cetak berbahasa Inggris di Jakarta

Sementara itu, ghost writer-terjemahanbebasnya penulis hantu atau penulis di belakang layar kadang kala bekerja sebagai orang "profesional". Dari keahliannya sebagai ghostwriter, dia memperoleh uang dari klien yang membutuhkan keahliannya. Kenapa pe­nulis bantu? Sebab, dia memperoleh uang, tetapi yang terkenal ka­rena tulisannya adalah orang lain. Seorang pejabat, seperti presiden, menteri, rektor, atau ulama yang super sibuk, biasanya memiliki ghost writer untuk' menulis naskah pidato. Konon ulama super sibuk itu memerlukan jasa ghost writer untuk menulis artikel di media atau menulis buku.

Last Updated on Wednesday, 29 February 2012 07:42 Read more...
 


Page 6 of 8

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,797
  • Sedang Online 123
  • Anggota Terakhir Suwardi

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9124540
Dialog_Peradaban.jpg

Kalender & Agenda

November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC