.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      PIKIRAN RAKYAT 14 DESEMBER 2010

      Transparansi Informasi Ala indonesia

      Oleh ENGKUS KUSWARNO

      MENAKJUBKAN! Indonesia sejak 2008,melalui UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No. 14 Tahun 2008, menempatkan diri sebagai negara ke-5 di Asia dan ke-7& di dunia yang secara resmi mengadopsi prinsip-prinsip transparansi informasi. Saat itu, baru sembilan puluh negara di dunia yang memiliki UU Keterbukaan Informasi. Di Asia, yaitu India, Jepang, Nepal, Thailand, Indonesia, diikuti Ba­ngladesh.

      Komitmen Indonesia pada transparansi informasi ini dalam konteks ilmu komunikasi, agak unik. Mengingat, stereotipe Indonesia selama ini termasuk negara dalam budaya komu­nikasi konteks tinggi, dalam arti bahwa pemaknaan informasi antannanusia bukan atas dasar keterbukaan, melainkan penuh dengan simbolisasi, nonverbal, dan abstrak.

      Undang-Undang KIP mengatur kewajiban badan atau pejabat publik untuk memberikan akses informasi yang terbuka kepada publik (masyarakat). Ke­wajiban memberikan informasi, dokumen, dan data diintegrasikan sebagai bagian dari fungsi birokrasi pemerintahan, diper-kuat dengan sanksi-sanksi yang tegas untuk pelanggarannya.

      Terdapat dua komponen penting dalam memaknai keterbu­kaan ini, yaitu pengguna infor­masi publik dan badan publik. Pengguna informasi publik me­miliki right to know, sedangkan badan publik memiliki right to tell. Persoalan utama dari kedua komponen ini adalah saling memahami haknya masing-masing, yang karena berbagai kepentingan, hubungan keduanya menjadi rentan.

       

      Idealnya manfaat keterbuka­an informasi bagi badan publik antara lain menciptakan tata pe­merintahan yang baik meningkatkan fungsi, kualitas, dan kinerja badan publik; mencegah terjadinya praktik-praktik korupsi. Sementara bagi pengguna informasi publik (masyarakat), di antaranya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam men­ciptakan tata pemerintahan yang baik, serta meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat.

      Perubahan paradigma

      Akankah komunikasi konteks tinggi di Indonesia bergeser pada komunikasi konteks rendah, yang bersifat rinci, verbal, terbu­ka? Akankah budaya komuni­kasi terbuka di Indonesia meng­adopsi keterbukaan di negeri lain yang terdahulu menerap-kannya? Terutama yang menja­di acuannya adalah Amerika Serikat, seperti disinyalir Little-John (1996), pengembangan komunikasi di dunia cenderung berkiblat ke AS yang memiliki cirf utama pragmatisme.

      Walaupun Indonesia mengacu kepada Freedom of Informa­tion Act (FOIA) yang bergaya Amerika, tetapi mungkin berharap Indonesia memiliki ke­terbukaan yang khas, berkultur demokrasi khas Indonesia. Wa­laupun secara definitif dan implementatif ini tidak mudah dikonstruksi. Merujuk pada pernyataan Lawrence Kincaid (1996) bahwa komunikasi di ne­gara seperti Indonesia bersifat menyeluruh dan terpadu(if/zo-leness and unity); lebih natural, emosional and spiritual; komu­nikasi lebih intuitif, sebagai konsekuensi dari suatu peristiwa yang alami; dan/hubungan bersifat lebih rumitfcarena melibatkan posisi status, peranan, dan kekuatan sosial ketimbang hanya pada poasi dua atau lebih individu. Inti dari semua ciri tadi adalah adanya nilai-nilai di atas ritual atau simbol semata. . Realitasnya, perubahan para­digma ini menimbulkan kondisi paradoks ciri khas Indonesia. Ketika UU mengatur right to know publik bersanding dengan right to tell badan publik, kenyataannya banyak kondisi yang memaksa publik pada posisi right to tell, sedangkan badan publik berlindung pada "right to know" atas kondisi publik.

      Sebagai contoh, paradoks dalam mempertahankan infor­masi privat tanggal lahir seseorang yang mendapat perlindungan UU untuk dirahasiakan, menjadi nomor induk pegawai yang mudah dikenali publik. Contoh paradoks lain adalah LSM bersikeras meminta infor­masi tentang pelaksanaan ang-garan suatu institusi negara. Akan tetapi LSM yang merupakan badan publik tersebut enggan memublikasikan dari mana dan bagaimana pelaksanaan penggunaan anggarannya sendiri. Apabila dibuat kategori, maka dalam implementasi trans­paransi informasi di Indonesia masih memiliki persoalan, selain masalah nilai tadi, yaitu in­formasi publik tidak tersedia, in­formasi publik terlambat diberikan, informasi publik diklaim rahasia secara sepihak, mekanisme palayanan informasi pub­lik yang buruk, akses informasi publik yang asimetris.

      Sebagai penutup, menarii mengikuti pendapat Sidney M. Jourard (1971) tentang trans­parent, yaitu tentang cerminan konsep diri yang positif. Jika seseorang (termasuk keberadaan pada kelompok, organisasi, dan negara) yang memiliki karakteristik transparent, dia cenderung akan mempersepsi (memaknai realitas) lebih cermat. Secara individual, dalam beberapa riset yang dikutipnyas bahwa orang yang transparent selain memiliki tingkat kecermatan yang tinggi, dia cen­derung lebih mandiri dan memiliki daya tahan hidup lebih lama. Tentu saja berharap, jika pejabat publik di Indonesia dalam posisinya tersebut memi­liki karakteristik transparent, mereka memiliki ketahanan hidup mandiri, lebih cermat melihat realitas (termasuk terhadap sense of crisis), dan tentu saja berpeluang lebih sehat ser­ta memiliki harapan hidup yang lebih lama. Kondisi ini akan membawa implikasi positif bagi badan publik termasuk publik dan negaranya.

      penulia Guru Besar Komunikologi Unpad Bandung.

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Thursday, 01 March 2012 15:42  

      Items details

      • Hits: 322 clicks
      • Average hits: 3.8 clicks / month
      • Number of words: 6647
      • Number of characters: 60697
      • Created 7 years and 0 months ago at Thursday, 01 March 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 0 months ago at Thursday, 01 March 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,794
      • Sedang Online 133
      • Anggota Terakhir CECEP ABDUL AZIS HAKIM

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9103550
      Dialog_Peradaban.jpg

      Kalender & Agenda

      March 2019
      S M T W T F S
      24 25 26 27 28 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30
      31 1 2 3 4 5 6

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC