.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      EKO ENDARMOKO

       

      CINTA DARI LUAR  PAGAR

      Dari luar pagar institusi ppemegang otoritas, eko Endarmoko menjaring kata kata yang bertebaran dalam jagat bahasa indonesia. Sudah begitu, di ganggu plagiarisme.

      Oleh sica harum

      EKO Endarmoko, penulis Tesaurus Bahasa In­donesia (TBI) itu baru saja pulang jalan-jalan sore, Rabu (13/10). Kegiatan tersebut ia telateni sejak terkena stroke pada 2008 lalu. Langkahnya gontai memasuki ruang tamu rumahnya di kawasan Bekasi. Meskipun begitu, suaranya tak lirih. la semangat bercerita mengenai proyek terbarunya, tesaurus versi daring yang direncanakan beralamat tesaurusindonesia.com dan akan diluncurkan pada 2013 dengan sistem wiki.

      Jelas terlihat, lelaki yang baru meraih penghargaan dari STEMMARE, Lembaga Konsultasi dan Edukasi Bahasa Indonesia pada 9 Oktober 2010 itu tak mau buang energi atas sengkarut karyanya dengan Tesaurus Alfabetis Bahasa In­donesia (TABI) buatan Pusat Bahasa.

      "Saya sudah menunjuk advokat (Arif Surowidjojo). Dia yang mengurus. Saya fokus saja ke sinilah .(Tesaurus), enggak mau ambil pusing," jelas lelaki yang akrab disapa Moko itu.

      Nama Eko Endarmoko ter-cantum sebagai penulis TBI ”Birokrat bahasa telah menjadi semacam polisi bahasa."terbitan Gramedia Pustaka Utama, yang dirilis-pertama kali pada 2006. TBI karya Eko memuat 16 ribu kata. Akhir tahun 2009, penerbit Mizan meluncurkan TABI buat­an Pusat Bahasa. Kamus itu tampil gendut dengan 28 ribu kata, disajikanlengkap dengan padanan kata (sinonim), lawan kata (antonim), makna sempit (hiponim), dan kaitan makna satu kata dengan kata lainnya (meronim).

       

      Namun banyak pihak menilai TABI tak menawarkan hal baru. Malah ada kecenderungan plagiarisme- "Dua-tiga bulan saya sempat down, setelah tahu kabar itu dari teman-teman. Rasanya seperti kehilangan anggota tubuh. Saya enggak minta dihormatin Pusat Bahasa, kok. Prinsip saya, bangsa kita yang begini besar ini kenapa enggak punya tesaurus? Enggak salah

      kan kalau saya punya cita-cita bikin tesaurus?" ujarnya.

      Banyak lema daiam TABI yang merupakan isi TABI, namun ditulis begitu saja tanpa penyebutan referensi. "Kalau saya, mengambil sedikit dari banyak kamus. Kalau TABI, mengambil banyak dari satu kamus. Tesaurus Alfabetis Ba­hasa Indonesia tanpa Tesaurus Bahasa Indonesia hanya seperti kerangka layangan, tanpa da-ging," kata Moko keras.

      Bukan cuma dia yang gusar. Sastrawan Remy Sylado juga kesal. Pada majalah Tempo edisi 12-18 April, Remy terang-teran-gan menulis sejumlah lema di TABI adalah contekan dari TBI karya Moko.

      Adapun Profesor Amin & weeney, dalam karya ilmiahnya, mencatatkan bagian-bagian  pemetikan akademis oleh TABI yang diambil dari karya Moko. Profesor emeri­tus pengkajiari Melayu dari Universitas California, Berkeley yang asli. Irlandia itu pun|j menyimpulkan secara implisit bahwa Pusat Bahasa lebih cocok disebut pusat plagiarisme. "Soal plaarisme dalam dunia bahasa,  kata itu tidak ada trademarknya. Kamus TBI su­dah masuk kok ke bibliografi TABI," ujar Sugiyono, Wakil Pemimpin Redaksi TABI dari Pusat Bahasa, Senin (18/10).

      Adapun Ketua Tim Penyusun TABI Meity Taqdir menambahkan, "Perencanaan TABI ada sebelum kamus Eko. Ide pada 1995, rencana induk ada pada dokumen 1997, laporan dummy pada 1998, dan data entry pada 1999. Dalam leksikografi, sah-sah saja mengutip dari kamus sebelumnya karena memang selalu mengambil dari sumber yang telah ada, terutama Kamus Besar Bahasa Indonesia. Orang-orang yang komentar itu bukan ahli leksikografi, jadi membahas secara umum saja.

      Kerja panjang

      Moko pantas gusar. TBI bukan hasil kerja singkat. Mantan mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Indonesia ini sebetulnya telah memulai proyek TBI sejak tahun 80-an, meski tanpa sadar betul.Saat itu ia diminta Anton Moeliono, dosen mata kuliah semantik, untuk membantu mencatatkan kata-kata oersinonim. Moko yang sempat menjadi wartawan di Majalah

      Perbukuan dan Ilmu Pengetahuan Optimis pada 1984-1985 itu menyanggupi. Hanya saja, ia belum menerapkan sistem pengerjaan yang terorganisasi. Penyusunan kata hanya bergantung pada ketertarikan secara subjektif terhadap kata-kata tertentu. Barulah pada 1993, Moko mencoba serius menggarap proyek itu lantaran mendapati potongan kertas HVS berisikan catatan kata-kata sinonim makin menumpuk.

      Pada Mei hingga Agustus 2001, Moko berangkat ke Leiden, Belanda, atas sponsor Komunitas Utan Kayu. Dengan fasilitas yang sangat mendu-kung di Universitas Leiden, lelaki kelahiran Tarempa, Kepulauan Riau, 51 tahun lalu itu semakin memperkaya pemahamannya dalam penyusunan TBI.

      Akibat keterbatasan dana, Moko piawai menerapkan manajemen utang saat menyusun karya. Adapun bantuan dari rekan-rekannya lebih dalam hal teknis. "Itu pun tidak gratis. Jadi kalau istri minta uang belanja, uang beli susu, saya tutup kuping saja," paparnya.

      Totalitas Moko untuk TBI memang tidak setengah-setengah. Beruntung ia didukung sang istri yang rela tak dinafkahi materi. "Ibu itu, dulu, sampai-sampai jualan lauk di depan rumah. Dulu juga pernah menjahit gorden, jualan nasi goreng, jualan bubur balita, untuk nambah nambah penghasilan," lanjutnya.

      Sementara itu Moko berkutat di ruang kerjanya, siang dan malam. Total 26 tahun dibutuh-kan Moko untuk menghasilkan TBI.

      "Semangatnya ialah untuk mematahkan anggapan bahwa bahasa Indonesia itu miskin," ujar ayah 3 anak itu.Soal penggunaan bahasa Indonesia yang saat ini semakin tercemar, pria yang memulai kerintaan terhadap sastra dari dongeng sebelum tidur ini berkomentar, "Birokrat bahasa telah menjadi semacam polisi bahasa."

      Bahasa itu, kata Moko, ialah sesuatu yang dinamis. "Misal bahasa anak zaman sekarang, bahasa alay, ya biar saja. Orang itu akan ditempatkan sesuai dengan kelas bahasanya, itu inheren. Yang penting dalam bahasa bukan pengetahuan hukum dalam bahasa, tetapi ilmu berbahasa, untuk me-nyampaikan ide, rasa, pikiran," urai Moko.(VM-l)

      This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Wednesday, 29 February 2012 07:27  

      Items details

      • Hits: 2255 clicks
      • Average hits: 24 clicks / month
      • Number of words: 1339
      • Number of characters: 10558
      • Created 7 years and 10 months ago at Wednesday, 29 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 10 months ago at Wednesday, 29 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 154
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9127017
      Dialog_Peradaban.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC