.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      MEDIA INDONESIA 16 NOVENBER 2009

       

       

      AKSES  BACA UNTUK  SEMUA

      Ambisi Google menjadi perpustakaan Alexandria era digital tak berjalan mulus.

      Oleh Bunga Pertiwi

      SEORANG mahasiswa perguruan tinggi swasta di Jakarta sedang asyik di depan monitor kompu-ternya, Jumat(13/ll) malam. Jari telunjuk kanannya tersangga pada mouse, mengarahkan kursor pada moni­tor. Kedua matanya bergerak dari kiri ke kanan, membaca teks buku Tlie Parallax View, karya filsuf kontemporer asal Slo­venia yang sedang populer, Slavoz Zizek.

      "Di sini susah sekali cari bukunya. Ternyata beberapa bagian bukunya ada di Google Books. Jadi bisa baca gratis," ujar Ari Lindawati girang.

      Mahasiswa jurusan sosiologi itu me-ngaku berulang kali mengunduh lembar­an buku yang bisa dicari melalui Google Books. Hasil pemindaianbuku di Google Books memang bisa diunduh dengan sedikit trik. Karena itu Ari bisa mengun­duh lembaran halaman buku itu dalam format JPEG.

       

      "Koleksi perpustakaan itu kan jadul. Jarang ada buku-buku baru. Nunggu versi terjemahannya juga lama. Jadi Google Books ini benar-benar solusi," katanya.

      Ari tidak sendirian. Jutaan pelajar dan mahasiswa di Amerika Serikat dan Eropa juga mengaku terbantu oleh Google Books.

      Meski tidak semua bisa dibaca, paling tidak ada beberapa bagian yang dapat diakses sehingga membantu mereka untuk menyeleksi bahan ajar.

      Khusus di AS, layanan katalogisasi Google Books juga mempermudah pelajar untuk mendapatkan informasi tentang di perpustakaan mana mereka dapat meminjam buku yang dibutuhkan.

      Sejumlah penerbit di Indonesia, semisal Gramedia, juga sudah bekerja sama dengan Google Books. Beberapa buku terbitan Gramedia dapat diakses melalui Google Books.

      Kesepakatan baru

      Namun niat Google untuk membuka akses baca bagi semua pengguna internetdi seluruh dunia tidak berjalan mulus. Sejak 2003, pertarungan antara pemegang hak cipta dan Google terus  mencari bentuk-bentuk kerja sama yang mengun-tungkan kedua belah pihak.

      Yang terbaru ialah pada Jumat pekan lalu. Pihak Google dengan sejumlah kelompok penerbit dan penulis sepakat untuk memperbarui perjanjian pembayaran Google Books.

      Pada kesepakatan terbaru itu, pihak Google menyetujui hanya memindai buku-buku yang diterbitkan di negara-negara berbahasa Inggris dan sudah tidak dicetak lagi. Masuk dalam tahap awal ialah negara Inggris, Australia, dan Kanada.

      Tiap-tiap negara tersebut akan diwakili penulis dan penerbit pada dewan Registrasi Hak Cipta Buku (Book Rights Registry), sebuah lembaga nirlaba yang bertanggung jawab melakukan pemba-yaran kepada penulis dan penerbit.

      Lembaga itu dibutuhkan untuk menyelidiki terlebih dahulu siapa pemilik hak cipta sebuah buku sekaligus me-nyimpan keuntungan sebelum diklaim oleh penerbit yang berhak.

      Penulis dan penerbit yang memboleh-kan buku mereka dipindai dan masuk dalam basis data Google dapat meng-klaim sebesar US60-US300 per buku.

      Bagi hasil

      Kesepakatan itu juga membatasi keuntungan Google dari upaya pemindaian dan digitalisasi buku tersebut. Google dapat menjual e-book tersebut dengan pembagian 63% nilai ritel untuk pemilik hak cipta dan sisanya untuk Google. Hal .ini sejalan dengan niat Google membuka toko buku daring pada pertengahan tahun 2010.

      "Sebetulnya kami kecewa karena tidak mampu menyediakan akses ke banyak buku dari semua negara. Tapi ke depan, kami masih mencari kemung-kinan untuk bekerja sama dengan sebanyak mungkin penerbit di seluruh dunia. Misi jangka panjang kami ialah meningkatkan akses ke semua buku di dunia," kata Dan Clancy, direktur teknis Google Books, Jumat (13/11) waktu setempat.

      Dengan kesepakatan itu, pembaca dapat membaca sekaligus membeli e-book, sebuah lembaga dapat berlang-ganan dan pustakawan mendapatkan akses gratis pada sejumlah layanan.

      Pemilik hak cipta pun bebas menyediakan pilihan. Apakah ia akan membebaskan akses baca di bawah payung izin Creative Commons, atau membatasi akses dengan sejumlah pilihan pada Google Books.

      "Pembaruan kesepakatan itu ialah upaya kami untuk mengakomodasi kebutuhan banyak pihak. Kami masih memberikan akses baca ke banyak orang sekaligus membiarkan pemegang hak cipta mengendalikan hasil karya mereka dalam dunia daring," tambah Clancy.

      Dengan kesepakatan itu, Google telah mengambil jalan tengah dalam upayanya memindai puluhan juta buku di seluruh dunia.

      Sejak 2003 hingga saat ini, Google telah memindai sedikitnya 70 juta judul buku di dunia. Hal itu tidak terlalu buruk untuk ambisi menjadikan Google sebagai perpustakaan Alexandria (perpustakaan terbesar di awal abad ke-3 SM) di era digital. (Cnet/AP/Internet-news /P-3)

      This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

       

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Wednesday, 29 February 2012 07:17  

      Items details

      • Hits: 1050 clicks
      • Average hits: 11.4 clicks / month
      • Number of words: 1174
      • Number of characters: 9530
      • Created 7 years and 8 months ago at Wednesday, 29 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 8 months ago at Wednesday, 29 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,796
      • Sedang Online 118
      • Anggota Terakhir Dr. Ahmad Syawqi, S.Ag, S.IPI, M.Pd.I

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9121940
      DSCF8754.jpg

      Kalender & Agenda

      October 2019
      S M T W T F S
      29 30 1 2 3 4 5
      6 7 8 9 10 11 12
      13 14 15 16 17 18 19
      20 21 22 23 24 25 26
      27 28 29 30 31 1 2

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC