.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Genealogi Keterbelakangan

      Oleh:

      Suherman

      Ada hal yang menarik dari hasil mengamati karya sastra masa lampau yang ditulis oleh para penulis atau pujangga masa lampau. Apabila kita perhatikan semua karya satra yang dihasilkan oleh para pujangga atau pengarang masa lalu di Indonesia yang saya bahas di atas ternyata semuanya berkaitan dengan masalah kekuasaan atau poitik, sejarah, dan filsafat atau ajaran moral. Saya tidak berhasil menemukan tulisan hasil dari hasil pengatamatan terhadap fenomena alam dan meteri atau bersifat ilmiah. Hampir tidak ditemukan karya-karya yang bersifat saintifik. Bukan berarti nenek moyang kita tidak pernah melakukan perbuatan yang saintifik. Banyak sekali kearifan lokal yang bersifat ilmiah akan tetapi tidak terdokumentasikan dalam bentuk literatur.

      Peninggalan literasi dari nenek moyang kita terlalu berorientasi pada moral dan kekuasaan dan melupakan gejala-gelaja alam atau fenomena ilmiah. Inilah mungkin cikal bakal mengapa Indonesia menjadi negara yang terbelakang terus-menerus sampai hari ini. Yunani mungkin dapat dijadikan contoh yang bagus untuk mendukung pernyataan saya tersebut. Yunani adalah sebuah negara yang sangat terkenal di duniadi sepanjang masa sebagai penghasil para filosof atau ahli filsafat. Ironisnya, sampai hari ini Yunani belum berhasil menaikan martabatnya menjadi negara maju. Hal tersebut terjadi mungkin karena apa yang dipikiran oleh orang-orang pintar di Yunani adalah masalah-masalah yang filosofis bukan masalah-masalah yang praktis seperti bangsa Amerika misalnya yang sangat praktis dan pragmatis. Sejarah juga membuktikan, jarang sekali ada filosof yang hidupnya kaya, tapi yang menjadi gila banyak.

      Sebaliknya yang ditulis orang-orang Barat yang datang ke Indonesia hampir semuanya merupakan hasil pengamatan empiris terhadap fenomena alam yang ada dan terjadi di nusantara. Inilah mungkin yang membedakan antara pribumi dan pendatang. Kegiatan ilmiah di Indonesia dimulai bukan oleh orang Indonesia asli akan tetapi diawali Jacob Bontius pada abad ke-16, yang mempelajari flora Indonesia dan Rompius dengan karyanya yang terkenal berjudul Herbarium Amboinese. Pada akhir abad ke-18 dibentuk Bataviaasch Genotschap van Wetenschappen. Dalam tahun 1817, C.G.L. Reinwardt mendirikan Kebun Raya Indonesia (S'land Plantentuin) di Bogor. Pada tahun 1928 Pemerintah Hindia Belanda membentuk Natuurwetenschappelijk Raad voor Nederlandsch Indie. Kemudian tahun 1948 diubah menjadi Organisatie voor Natuurwetenschappelijk onderzoek (Organisasi untuk Penyelidikan dalam Ilmu Pengetahuan Alam, yang dikenal dengan OPIPA). Badan ini menjalankan tugasnya hingga tahun 1956. Pada tahun 1956, melalui UU no. 6 tahun 1956 pemerintah Indonesia membentuk Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI) yang akhirnya menjadi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

      Sampai sekarang pun masyarakat Indonesia nampaknya lebih menyukai karya-karya sastra dairapada yang berisifat ilmiah. Sebauh riset yang dilakukan oleh Kompas ( 2008) menyodorkan sebuah hasil sebagaia berikutt: Tema yang palig favorit adalah buku berkategori fiksi (novel, komik, cerita anak-anak), urutan kedua Iptek dan Komputer, ketiga bidang agama dan filsafat. Data yang diperoleh dari Pusat Riset dan Pengmbangan Literatur Keagamaan Depag dan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (tahun 2012) memberkan data tentang tema manuskrip nusantara yang berhasil dikumpulkan ternyata tema yang paling banyak adalah mengenai sufisme (603), disusul dengan hagiografi tradisional (484) dan dongeng (331), dll. Yang berkaitan dengan seluruh bidang yang berkaitan dengan sains tidak lebih dari 100 buah.

      Survey yang saya lakukan di perpustakaan umum dan perpustakaan desa Jawa Barat tidak jauh berbeda dengan hasil riet Kompas. Buku yang banyak dipinjam oleh masyarakat Jawa Barat adalah buku-buku agama, peringkat kedua buku yang banyak dipinjam adalah buku-buku yang dikategorikan ke dalam buku-buku sosial. Buku-buku mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi hanya ada di peringkat keempat dan kelima. Selengkapnya di rangking dalam tabel berikut:

      DDC

      SUBJEK

      PERINGKAT

      200

      Agama

      1

      300

      Sosial

      2

      800

      Kesusastraan

      3

      600

      Teknologi & Ilmu terapan

      4

      500

      Ilmu Alam & Matematika

      5

      100

      Filsafat & Psikologi

      6

      400

      Bahasa

      7

      700

      Kesenian, Hiburan, Olahraga

      8

      000

      Karya Umum

      9

      900

      Geografi & Sejarah

      10

      Dari tabel di atas kita juga dapat melihat bahwa buku yang paling sedikit dipinjam adalah buku-buku yang berkenaan dengan geografi dan sejarah. Masyarakat Jawa Barat memiliki rasa kesejarahan yang sangat rendah. Padahal sejarah adalah masalah yang penting untuk mempertahankan eksistensi suatu daerah atau generasi. Soekarno mengatakan, “ jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”—yang terkenal dengan kata “Jasmerah”—karena apabila lupa akan sejarah maka terpaka harus mengulanginya lagi. Dampak dari kurang rasa kesejarahan juga banyak indeginous knolowledge atau indeginous technology yang diklaim oleh negara lain. Seorang Pujangga terkenal Ronggowarsito mengatakan “siapa yang mengetahui jauh kebelakang dia akan mengetahui jauh kedepan.” Dari hasil studi juga memberikan sebuah fakta bahwa mempelajari sejarah adalah salah satu syarat utama bagi orang yang mau menjadi pemimpin.

      Tampaknya bangsa kita harus berupaya untuk membangun mindset masyarakat supaya kasmaran dengan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaiamana telah dilakukan oleh Rusia dan Amerika dan sedang dilakaukan oleh India. Untuk merangsang masyarakat supaya kasmaran terhadap Iptek, Uni Soviet Meluncurkan pesawat ulang-alik Sputnik menuju bulan. Amerika merasa panas dan tidak mau kalah yang kemudian meluncurkan Apolo Sebelas. Meniru kesuksesan kedua negara yang pada waktu itu sedang perang dingin, India membuat pesawat antarplanet Mangalyaan yang sedang dalam penerbangan ke Mars. Sampai hari ini Indonesia masih menjadi bangsa yang “penyabar” tidak tergoda dan tidak merasa iri oleh kemajuan bangsa lain.

      Semua negara maju mendasarkan pembangunannya pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa mengubah orientasi masyarakat supaya kasmaran terhadap literasi ilmu pengetahuan dan teknologi nampaknya bangsa kita akan sulit jadi bangsa maju.

      Sesungguhnya apa yang dialami oleh sejarah literasi Indonesia sama dengan perjalanan sejarah literasi bangsa lain. Sebagai contoh Athena (Yunani), sebagai saka guru peradaban Barat, adalah bangsa yang menjadikan tradisi lisan sebagai hegemoni dalam praktek komunikasi. Semua bangsa dalam perjalanan sejarahnya memiliki dua sisi tradisi ini yaitu kelisanan (orality) dan keberaksaraan (literacy). Banyak juga yang beranggapan bahwa budaya lisan adalah budaya tradisional yang sudah ketinggalan zaman dan budaya keaksaraan dijadikan sebagai ciri budaya modern. Tentu saja ini adalah sebuah anggapan yang keliru, karena hubungan antara kelisanan dan keberaksaraan adalah hubungan yang saling melengkapi dan saling membangun bukan sebuah hubungan yang reduksional atau saling meniadakan. Baik tradisi kelisanan maupun tradisi keberaksaraan memilki kelebihan dan kekurangan.

      Begitu pun yang terjadi di Indonesia, baik kelisanan dan keberaksaraan berdampingan seiring dan seirama dalam perjalan sejarahnya. Berikut adalah bukti-bukti sejarah bahwa kita pun sejak dahulu memiki tradisi keaksaraan sama dengan negara-negara maju lainnya.

      Dalam perjalanan sejarah literasi di Indonesia terjadi dua hal : pertama kita tertinggal, bukan tidak ada, dalam memajukan budaya literasi yang konsekuensinya adalah tertinggal dalam membangun budaya membaca. Kedua, informasi yang terkandung dalam naskah-naskah tidak bersifat ilmiah. Padahalan kandungan/sifat informasi inilah yang akan merovolusi produksi teks sebagai hasil dari interaksi manusia dengan fenomena alam dan materi.

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 332 clicks
      • Average hits: 15.8 clicks / month
      • Number of words: 6908
      • Number of characters: 62842
      • Created one month and 9 months ago at Thursday, 23 February 2017 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Google+ Facebook Twitter mail SC