.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      FENOMENA INDRAMAYU DAN PERPUSTAKAAN
      Page 2
      Page 3
      All Pages

      FENOMENA INDRAMAYU DAN PERPUSTAKAAN

      Oleh:

      Suherman

      Pustakawan Berprestasi Terbaik Jawa Barat

      Capaian prestasi yang diperoleh Kabupaten Indramyu, sebagai daerah yang berhasilan melakukan lompat IPM tertinggi di Jawa Barat, patut dijadikan pelajaran oleh kita semua bahwa pengaruh keberaksaraan atau literasi sangat signifikan dan fundamental dalam kemajuan daerah. Capaian tersebut juga boleh dikatakan revolusioner karena waktu yang diperlukan begitu singkat. Pada tahun 2006 Indramayu tercatat sebagai daerah nomor satu yang masyarakatnya paling banyak menderi buta huruf di Jawa Barat . Selain itu juga pernah dilansir penelitian bahwa Indramayu adalah daerah yang paling banyak “mengekspor” wanita tuna susila ke daerah lain di Jawa Barat dan DKI. Mungkin ini juga mengindikasikan bahwa ada korelasi antara keberaksaraan dengan tingkat kerawanan sosial. Pada tahun ini juga Indramayu mendapat penghargaan paling bergengsi dalam bidang keperpustakaan serta berhasil dinobatkan sebagai juara pertama lomba perpustakaan umum tingkat Provinsi Jawa Barat.

      Indikator Kemajuan

      Selain IPM (Indeks Pembangunan Manusia), sesungguhnya keberadaan perpustakaan pun dapat dijadikan indikator kemajuan sebuah daerah, negara, bahkan peradaban sebuah bangsa atau pun untuk mengetahui tingkat kemajuan intelektual—yang biasanya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan—seorang individu. Sudah dapat dipastikan bahwa negara maju adalah negara yang paling memuliakan perpustakaan dan sebaliknya negara-negara terbelakang adalah negara yang sangat tidak peduli terhadap keberadaan perpustakaan. Dalam sebuah kesempatan presentasi di sebuah perguruan tinggi yang membuka jurusan ilmu perpustakaan terkemuka di Jawa Barat, penulis menampilkan foto-foto ruang utama dan desain bangunan Library of Congress Amerika Serikat. Dari semua peserta yang hadir tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa foto yang ditampilkan adalah foto perpustakaan. Karena Library of Congress lebih mewah dan berwibawa dari istana kepresidenan. Dari sini dapat dilihat bahwa negara adikuasa ini pantas menjadi penguasa dunia karena begitu pedulinya terhadap perpustakaan, yang pada hakikatnya sangat peduli terhadap buku dan minat baca masyarakatnya. Maka perkataan sang filusuf Francis Bacon “knowledge is power” sangat nyata kebenararannya.

      Dalam skala pesonal, kita juga dapat melihat kualitas seseorang dengan melihat koleksi atau keberadaan buku, dan kalau ada, perpustakaan pribadinya. Sudah dapat dipastikan bahwa sebuah rumah yang memiliki perpustakaan pribadi adalah keluarga yang maju dan secara material berkecukupan. Tapi apa yang kita lihat di masyarakat kita adalah rumah-rumah sebagian besar steril dari bahan bacaan, termasuk rumah-rumah yang kelihatan mentereng. Sebaliknya, sejelek apa pun rumah seseorang, pesawat televisi itu pasti punya. Maka sebuah penelitian yang dilansir media massa setahun yang lalu bahwa 85,9% masyarakat kita mendapatkan informasi dari televisi sangat tidak riragukan. Celakanya, dalam penelitian Jalaluddin Rakhmat media yang sangat tidak dipercayai kesahihan beritanya di kalangan kaum intelektual adalah televisi. Dengan demikian masyarakat kita adalah masyarakat yang berbasis pada informasi yang tidak valid atau isyu dan gosip. Ini tidak jauh beda dengan perilaku masyarakat yang sebagian besar berbudaya ngoborol atau chating society bukan reading society. Di tempat-tempat umum biasanya telinga kita terganggu dengan gaduhnya orang-orang yang ngobrol baik melalui HP maupun bertatap muka dan pandangan kita akan sepi dari melihat orang-orang yang sedang membaca.

      Yang tidak kalah menariknya adalah perpustakaan pun dapat dijadikan sebagai indikator kualitas kepala daerah. Semakin terpelajar seorang kepala daerah biasanya akan semakin peduli terhadap perpustakaan atau sumber belajar. Indikator ini kita dapat lihat pada diri H. Irianto MS Syarifudin yang belum lama ini memperoleh gelar doktor dengan predikat cum laude. Hal serupa juga terjadi di daerah lain seperti Halmahera Selatan dengan bupatinya Muhammad Katsuba yang juga meraih gelar doktor dengan cum laude atas kajiannya tentang manajemen berbasis nilai yang dia terapkan di daerahnya.


      Keaksaraan Fungsional?

      Prestasi lain yang patut diberikan apresiasi kepada Indramayu adalah keberhasilan spektakulernya dalam menurunkan angka buta aksara dengan drastis. Dan mudah-mudahan dapat merawat dan meningkatkannya menjadi masyarakat yang gemar membaca. Karena kalau kita perhatikan banyak orang yang keliru memaknai keaksaraan fungsional hanya sebatas pada pemberantasan buta aksara atau buta huruf. Padahal sejatinya setelah terbebas dari derita buta aksara dilanjutkan pada bagaimana dapat mengerti atau faham terhadap apa yang dibacanya, dan dalam tingkat yang lebih ideal adalah memberikan sebuah kesadaran kepada diri si pembaca tentang apa yang telah bacanya. Karena tidak secara otomatis orang yang melek huruf meningkat pula kesejahteraannya. Kita dapat menyaksikan sendiri sekarang ini tenatang fenomena yang disebut dengan pengangguran “intelektual” atau pengangguran “terdidik” dengan dampak sosialnya tersendiri. Penulis sengaja membubuhkan tanda petik di kedua kata setersebut karena sangat rancu. Menurut penulis orang-orang intelektual atau terdiri tidak mungkin menganggur, yang ada adalah penganggur tamatan lembaga pendidikan baik perguruan tinggi maupun sekolah. Mereka semua jelas tidak buta huruf atau tidak bisa membaca tapi yang pasti mereka tidak mengerti atau tidak faham apa yang diajarkan di sekolah atau di PT, jangan-jangan mereka pun tidak mengerti mengapa mereka mesti sekolah atau kuliah serta para pengerjarnya pun tidak faham tentang apa yang mereka ajarkan. Karena sangat banyak yang mendorong seseorang memasuki lembaga pendidikan hanya untuk mendapatkan selembar ijazah atau sederet gelar akademik, bukan untuk mencari ilmu pengetahuan. Serta banyak para pendidik yang mengajar sebatas kewajiban dalam pekerjaan atau bukan panggilan hidup atau kecintaan terhadap profesi yang oleh Renald |Khasali disebut dengan guru inspiratif

      Kegiatan keaksaraan fungsional yang sangat bagus pernah dicontohkan oleh Amir Hamzah Nasution, konsultan UNESCO yang dijuluki “Sang Penggagas” pada tahun 1960-an dalam memajukan dunia perpustakan di Indonesia. Beliau ini sangat patut diperkenalkan terutama kepada para generasi muda. Gagasannya mengenai pendidikan masyarakat melalui metode mendekatkan buku dan perpustakaan kepada masyarakat perlu digali dan dikembangkan kembali pada saat ini, misalnya melalui seminar atau workshop. Juga, kiprah beliau di manca negara dalam rangka mengentaskan buta aksara (functional illiteracy) terutama di negara-negara Afrika sehingga mampu meningkatkan daya berpikir rakyatnya yang pada gilirannya mampu melahirkan gerakan-gerakan perlawanan terhadap penindasan dan kezaliman. Pandangan-pandangannya sangat penting direvitalisasi untuk dijadikan teladan bagi para aktivis sosial kemasyarakatan. Perkataan beliau yang masih sangat relevan dengan kondisi Indonesia pada saat ini adalah : “ National building itu bergantung juga kepada kemampuan membaca rakyat dan adanya perpustakaan. Untuk itu harus ada tindakan-tindakan. Hal ini menjadi lebih mendesak, karena sekarang jumlah rakyat yang buta huruf dan putus sekolah terus bertambah, kekurangan guru meningkat dan gedung sekolah banyak yang ambruk. Padahal bangsa kita kaya raya.” (Harahap, 1998: hal. 59)


      Fungsi Perpustakaan

      Fungsi utama perpustakaan adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Tentu saja untuk melakukan fungsi ini tidak cukup hanya dengan melakukan layanan simpan-pinjam bahan bacaan (sirkulasi) dan menunggu pemustaka atau pengunjung datang ke perpustakaan. Akan tetapi perpustakaan harus proaktif dalam menarik minat masyarakat untuk datang berkunjung ke perpustakaan. Sekarang ini perpustakaan wajib hukumnya menjadi pusat kegiatan masyarakat dan pengelolaannya harus dikelola dengan menerapkan manajemen modern. Yang lebih penting lagi pengelolanya (pustakawan) juga harus berubah dari sekedar penjaga buku menjadi garda pengetahuan. Program dan kegiatan yang dibuat harus mampu menarik masyarakat untuk berkunjung atau menyadarkan masyarakat tentang pentingnya membaca buku untuk meningkatkan kualitas hidup.

      Dewan Perpustakaan

      Kegitan keasaraan fungsional seharusnya menjadi program perpustakaan berdampingan dengan program peningkatan minat baca. Tidak seperti yang terjadi sekarang ini, dimana keaksaraan fungsional menjadi bidang garapan dinas pendidikan sedangkan peningkatan minat baca ada dibawah badan perpustakaan. Selain itu juga terjadi egosektoral, dinas pendidikan menggarap perpustakaan sekolah sedangkan badan perpustakaan daerah hanya mengurusi perpustakaan umum. Dalam hal ini harus ada “pihak ketiga” yang dapat mensinergikan masalah keperpustakaan sehingga terjadi sinkronisasi dan harmonisasi dalam membangun masalah keperpustkaan (libaray and librarianship). Untuk itu pembentukan Dewan Perpustakaan Daerah sebagaimana diamanatkan dalam UU No.43 tahun 2007 tentang Perpustakaan harus segera direalisasikan oleh Bapak Gubernur Jawa Barat.

       

      Comments
      yayu rahayu  - saluut     |2009-12-28 17:39:43
      wah salut buat pak suherman yg telah menjadi pustakawan berprestasi....
      mestinya
      bapak ini adalah warga indramayu ya....saya tertarik membaca artikel ini karena
      ada kata indramayu....
      kebetulan saya juga orang indramayu, tepatnya
      bangodua....dan kebetulan pula saya pustakawan sekolah....
      terus maju deh buat
      perpustakaan khususnya di Indramayu
      Suherman   |2009-12-29 19:57:07
      Saya percaya Ibu dari Idramayu. dari namanya aja sudah dekat Yayu
      Rahayu-Indramayu hehe. Indramayu memang fenomenal dalam bidang perpustakaan.
      Kepala Perpustakaan Daerah-nya dipegang oleh Doktor (S3)kan?
      drh.noryadi   |2010-02-06 02:10:30
      seandainya fenomena indramayu menjalar juga ke kab.
      bandung...hm..hm..betul,betul,betul...
      hasriADI  - Mimpi Masyarakat Tasikmalaya     |2010-03-11 16:38:24
      kami sangat berharap perhatian Pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap perpustakaan
      sama dengan perhatian Pemerintah Kabupaten Indramayu....
      KINAN  - sharing     |2010-05-05 17:18:21
      iya pak herman dibekasi jg sama kondisi perpusakaanya sangat mngenaskan. padahal
      udah banyak keluhan masyarakat bahkan dimuat di media tapi tetap saja pemda
      tersebut tidak merespon. pustakawannya pun ga ada. kenapa disaat pembukaan cpns
      profesi pustakawan tidak di buka ya??? padahal melihat kondisi perpusatakaan
      tersebut sangat penting untuk disikapi. mohon bantuannya doong pak!
      Suherman   |2010-05-05 17:26:46
      Ya, saya juga baca tentang kondisi perpustakaan Bekasi di harian Pikiran Rakyat.
      Saya akan Road Show ke sana tapi jadwalnya belum ada. Kondisi Bekasi hampir sama
      dengan Karawang. Sering2 aja buka agenda di situs ini ya. Bekasi pasti kebagian
      karena saya sedang road show se Jawa Barat.
      Kinan  - Usul     |2010-05-07 15:00:52
      iya pak, buka hnya koran PR aja, media lain pun sepertinya bnyak diliput.
      apalagi kota bekasi yang mengusung kota cerdas, tp perpustakaannya berantakan,
      "APA KATA DUNIA" berarti itu slogan kosong. lalu tentang pegawainyapun
      nampaknya kurang menegerti tentang perpustakaan. sayapun tidak tahu apa ada
      pustakawannya atau tidak.mksh mohon dikritik dan ditekan serta dicarikan solusi.
      shaleh wagiyo   |2010-06-09 19:50:05
      Selamat atas prestasinya Pak Herman, semoga masyarakat literasi Indonesia
      bertumbuh dengan baik bak jamur di musim hujan
      indra gunawan  - minta saran     |2010-06-12 04:40:29
      Asalamualaikum.... Pak Herman, salam kenal. Saya adalah ketua organisasi
      "science centre" desa sukaperna kec. tukdana kab. indramayu.organisasi
      sosial ini bergerak dalam bidang perpustakaan umum pedesaan. Saya mau tanya
      kalau mau minta bantuan buku untuk tambahan jumlah buku kami itu gimana caranya.
      atas responnya kami haturkan jazakallahu khoeron.Wassalamualaikum......
      suherman   |2010-06-16 19:54:27
      Hubungi Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Jawa Barat
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Thursday, 10 December 2009 10:31  

      Items details

      • Hits: 11108 clicks
      • Average hits: 100.1 clicks / month
      • Number of words: 3919
      • Number of characters: 33784
      • Created 9 years and 3 months ago at Thursday, 10 December 2009 by Administrator
      • Modified 9 years and 3 months ago at Thursday, 10 December 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,794
      • Sedang Online 95
      • Anggota Terakhir CECEP ABDUL AZIS HAKIM

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9103475
      DSCF8794.jpg

      Kalender & Agenda

      March 2019
      S M T W T F S
      24 25 26 27 28 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30
      31 1 2 3 4 5 6

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC