.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Fasilitas
E-mail

MEDIA INDONESIA, 14 JULI 2008

 

Kriteria Sekolah

Berkualitas

Oleh Ahmad Baedowi

Direktur Pendidikan Yayasan Sukma Jakarta

 

Kondisi sosial dan politik Indo­nesia dalam 10 tahun terakhir pascareformasi digulirkan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang signifikan. Tingkat pengangguran terus meningkat hingga mencapai 42 juta jiwa. Gejolak sosial yang ditandai dengan berba­gai kerusuhan masih terjadi. Begitu juga pertumbuhan ekonomi stagnan dan tak memiliki daya saing yang cukup di pasar bebas. Salah satu keberhasilan pembangu­nan yang mungkin pantas untuk dirayakan oleh rakyat Indonesia adalah berkembang­nya kehidupan demokrasi secara terbuka bahkan cenderung melampaui batas-batas demokrasi itu sendiri. A Nation at Risk, mungkin inilah ungkapan kecemasan yang perlu dipikirkan bersama solusinya.

Tanda-tanda kebangkrutan suatu negara sebenarnya dapat dengan mudah dideteksi dari kondisi sistem pendidikan nasional yang dijalankannya. Banyak sekali hasil studi yang menyebutkan bahwa jika kondisi ekonomi sebuah negara memburuk, itu pasti berkorelasi positif terhadap kon­disi sekolah. Sebaliknya, jika stabilitas eko­nomi mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat, dapat dipas­tikan bahwa sistem pendidikan negara tersebut berfungsi dengan baik. Dengan demikian kualitas sekolah memiliki penga­ruh yang jelas terhadap kemampuan daya beli masyarakat, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalamjangka pan­jang.

Last Updated on Thursday, 23 February 2012 07:50 Read more...
 
E-mail

REPUBLIKA, 26 MEI 2008

 

Awan Hitam Bantuan Pendidikan

 

Ketua Komite SMAN 9 Bandung, Drs Asep Mulyadi M.Pd mem­buka lernbar demi lem­bar laporan pertang­gungjawaban (LPJ) kepala SMAN 9 Bandung yang habis masa jabatannya karena pensiun. Asep tak seridirian. Saat itu, 28 Februari 2008, ia ditemani beberapa orang anggota Komite Sekolah juga Sek­retaris SMAN 9 Bandung, R Erwin Permadhie.

Ada yang mencolok dari LPJ kepala sekolah terutarna dalam poin bantuan rutin bernama uang yang harus dipertanggungjawab­kan (UYHD). UYHD rrierupakan bantuan rutin yang diberikan Pemkot Bandung untuk pemeli­haraan sarana prasarana, alat tulis kantor (ATK), dan penyedia­an sumber daya seperti air listrik, juga telepon.

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 10:54 Read more...
 
E-mail

 

KOMPAS , 20 NOVEMBER 2009

 

Stop Ujian Nasional,Perbaiki Sekolah Rusak

 

Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan pemerintah terkait peng-hentian ujian nasional.Masyarakat sudah memenang-kan tiga kali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, PengadOan Tinggi DKI Jakarta, dan Mahkamah Agung (Kompas.com, 25/11). Akankah Departemen Pendidikan Nasional bersikeras melak-sanakan ujian nasional (UN)?

Standardisasi

UN seolah menjadi wajah uta-ma Depdiknas. UN yang dilaksanakan demi memetakan mutu pendidikan dan standardisasi pendidikan di negeri ini dalam praktiknya sebatas dipahami sebagai alat penentu kelulusan. Semua energi aparat Depdiknas, guru, dan siswa hanya bermuara pada UN sehingga berbagai upaya perbaikan kualitas pendidikan nyaris tak terdengar.

Jika sekolah tanpa UN, apakah berarti kualitas pendidikan tidak terkendali? Masyarakatlah yang akhirnya menilai mutu lulusan sekolah kita. Dengan konteks persekolahan yang beragam, kiranya ada prioritas yang lebih mendesak dilakukan Depdiknas, yakni membangun proses dan sarana pendidikan yang merata . di seluruh negeri. Di mata para guru, masalahnya menjadi seder-hana, silakan UN dilaksanakan, tetapi jangan dijadikan sebagai alat penentu kelulusan siswa Dalih, UN hanya salah satu penentu kelulusan, dalam praktik persentase terbesar ketidaklulusan di-sebabkan oleh nilai UN yang tidak memenuhi persyaratan.Yang menjadi semangat pe-nolakan terhadap UN adalah rasa keadilan. Anak-anak telah terlalu lama diperlakukan sebagai pihak yang tidak penting karena me-reka tidak dapat berhasil di dunia akademis. Anak-anak yang tidak lulus UN dianggap  tidak mampu memasuki percakapan intelektual yang didefmisikan orang-orang yang memiliki posisi dalam kendali akademis. Para guru pun merasa pahit saat melihat standar didefinisikan seluruhnya dari segi kerangka keunggulan akademis, padahal guru menge-tahui, ada banyak aspek yang dibutuhkan untuk membentuk pribadi seorang anak.

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 07:56 Read more...
 
E-mail

 

REPUBLIKA 20 JANUARI 2010

Sekolah hijau menjadi proritas utama

suatu pagi pada 2007 silam, seorang siswa kelas 1 di sekolah dasar (SD) Alien Stevenson, New York, bicara kepada gurunya, ia ingin merayakan Hari Bumi pertama di sekolah. Keinginan itu bersambut dengan satu orang tua murid yang ingin menjadikan setiap hari adalah Hari Bumi, di mana setiap hari sekolah melakukan upaya kecil untuk menyelamatkan bumi. Satu per satu orangtersebut mengawali terbentuknya Green School Alliance, kumpulan sekolah yang bertekad ingin menjadikan sekolah sebagai tempat yang ramah lingkungan. Dipelopori oleh Sekolah Alien Stevenson, sekolah swasta khusus laki-laki yang cukup elite di New York, bergulirlah sebuah kompetisi yang menilai seberapa hijaukah sebuah sekolah. Mereka memberikan penghargaan bagi sekolah yang melakukan upaya yang nyata untuk menyela¬matkan lingkungan. Tak kalah dengan SD swasta di negara adikuasa itu, Indonesia juga memiliki Sekolah Hijau di Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat. Sekolah nonformal yang berdiripada 2007 itu, menga-jarkan warga selutar mengenai bagaimana caranya melakukan . daur ulang, membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan daur ulang, dan memasarkannya. Pada perkembangannya, Sekolah Hijau kemudian membangun taman kanak-kanak pada pertengahan 2009.

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 07:41 Read more...
 


Page 3 of 3

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,794
  • Sedang Online 108
  • Anggota Terakhir CECEP ABDUL AZIS HAKIM

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9103366
Dialog_Peradaban.jpg

Kalender & Agenda

March 2019
S M T W T F S
24 25 26 27 28 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC