.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      Kompas ,06-Juni-2009

      PENDIDIKAN ALTERNATIF

      Fakultas Pendidikan non-formal

      Harian ini kerap memberitakan pendidikan nonformal. Contohnya, kondisi buta aksara di masyarakat, program keaksaraan fungsional (30/4) dan bimbingan belajar (2/5). Selain itu, diberitakan juga tentang sekolah rumah, TK/TPA, pendidikan anak usia dini PAUD), perpustakaan, pendidikan dan pelatihan, sanggar belajar masyarakat, pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), sertaPaketA, B, danC.

      Oleh OONG KOMAR

      Tentu,   karena  pendidikan nonformal "hidup" dan dibutuhkan masyarakat. Di antaranya untuk pemberdayaan diri, penyesuaian diri dan lingkungan, dan peningkatan keterampilan kerja. Bahkan, kebutuhan in-service training pekerja un­tuk memenuhi tuntutan profesionalitas dan layanan prima.

      Pilihan pendidikan nonformal oleh sejumlah masyarakat disebabkan pembelajarannya bersifat instan dan dapat ditempuh sambil bekerja. Selain itu, pendidikan nonformal juga dijadikan sebagai

       

      (1) wahana pendidikan alternatif,

      (2) cara belajar untuk maju, man-diri, wirausaha, dan kerja kreatif,

      (3) pengembangan watak lepas dari ketergantungan dan menciptakan lapangan kerja,

      (4) magang, dan

      (5) penciptaan iklim masyara­kat belajar (learning society).

      Kiprah pendidikan nonformal secara nasional meliputi kelemba-gaan, program aksi, dan ketenagaan. Pertama, kelembagaan pendi­dikan nonformal meliputi PAUD (kelompok bermain, TPA, TK/RA, dan yang sejenis), PKBM, kursus, TBM, forum satuan pendidikan nonformal (Majelis Taklim, organisasi perempuan, HIPKI, HISP-PI, Asosiasi Profesi Kursus, Forum PAUD, Forum PKBM, dan sebagainya), UPT P2PNFI dan BPPNFI, UPTDBPKB dan SKB.

      Kedua, program aksi pendidik­an nonformal meliputi PAUD, keaksaraan fungsional, Paket A, B, dan C, kursus, KBU, magang, pe­ningkatan budaya baca dan perpustakaan, pengarus utamaan jender, program pendidikan nonfor­mal sejenis, seperti life skills, beasiswa, belajar jarak jauh, dan pen­didikan maya.

      Ketiga, ketenagaan pendidikan nonformal terdiri atas pendidik dan tenaga kependidikan. Perta­ma, pendidik nonformal dan in­formal meliputi (1) pamong belajar UPT P2PNFI dan BPPNFI, UPTD BPKB/SKB, (2) fasilitator desa intensif (FDI), (3) tutor KF, (4) tutor paket A, B, C, (5) pendidik dan pengasuh PAUD, (6) pendidik dan penguji praktik kursus, (7) narasumber teknis KBU, (8) pendidik pendidikan nonformal sejenis, se­perti instruktur diklat, magang, widyaiswara, dan penyuluh. Ke­dua, tenaga kependidikan pendi­dikan nonformal meliputi (1) penilik, (2) tenaga lapangan dikmas (TLD), (3) pengelola PKBM, (4) pengelola kelompok belajar, (5) pengelola kursus, (6) pengelola TBM, (7) pengelola PAUD, dan (8) tenaga kependidikan satuan pen­didikan nonformal lainnya (pe­ngelola KBU/magang, laboran, pustakawan, dan sebagainya).

      Kondisi pendidikan nonformal seolah merupakan kompleksitas suatu spektrum. Pendidikan nonformal sangat dibutuhkan masya­rakat, tetapi ternyata optimalisasinya masih jauh dari harapan. Saat ini yang menjadi penyuplai akademis (kelembagaan, program, dan ketenagaan) hanya setingkat jurusan dan program studi. Kebutuhan nyata masyarakat semestinya mendorong peningkatan lem-baga akademis pendidikan non-formal setingkat fakultas.

      "Penyelamat"

      Kiprah pendidikan nonformal sering menjadi aspirasi lahirnya solusi alternatif pendidikan atau penyelamat. Contoh, siswa yang tidak lulus ujian nasional SMP atau SMA mendapatkan "penyelamatan" dengan mengikuti ujian persamaan Paket B atau C. Akibat masyarakat yang ragu pada sekolah, muncul alternatif sekolah rumah. Lembaga bimbingan belajar dija­dikan alternatif persiapan menghadapi UN oleh sejumlah masya­rakat.

      Ketika sekolah masih langka, orang berusaha membebaskan diri dari ketergantungan dengan mengikuti program latihan. Ketika manusia terdidik masih langka, ia tetap mengabdikan diri untuk membebaskan buta huruf.

      Saat ini untuk lolos menembus "lubang  jarum" saringan masuk perguruan tinggi, banyak siswa menyiapkan diri mengikuti bim­bingan belajar. Selain itu, sejumlah (MDGs). Target EFA terdiri atas pendidikan usia dini, pendidikan   dasar  formal, life skills, keaksaraan, dan kesetaraan  jender   dalam pendidikan dan peningkat­an mutu pendidikan. Adapun target MDGs terdiri atas (a) penghapusan kemiskinan dan kelaparan ekstrem, (b) pendidikan dasar untuk semua, (c) promosi kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan, (d) penurunan angka (jumlah) kematian anak, (e) perbaikan kesehatan ibu hamil, (f) penghentian penyebaran HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya, (g) pembangunan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan, dan (h) kemitraan global dalam perdagangan dan sistem keuangan.

      Target nasional program pendidikan nonformal meliputi (a) pendidikan keseta­raan untuk mendukung kesuksesan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, (b) pendidikan keaksaraan fungsional untuk kesuksesan penurunan jumlah penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas, (c) PAUD untuk persiapan anak masuk sekolah, (d) kursus dan pelatihan untuk pemenuhan kebutuh­an belajar masyarakat, (e) life skills untuk membekali warga be­lajar hidup mandiri, (f) pemberdayaan perempuan untuk pengarusutamaan jender bidang pendi­dikan, (g) budaya baca masyarakat untuk peningkatan kualitas pen­didikan masyarakat, dan (h) pengembangan kelembagaan pendi­dikan nonformal untuk menunjang keberhasilan programnya.

      Pencapaian target program pendidikan nonformal sangat termasyarakat yang akan memasuki dunia kerja juga menyiapkan diri mengikuti kursus bahasa, komputer, atau pengemudi agar memenangi persaingan seleksi pegawai. Ivan Illich (1974) memandang pendidikan nonformal sebagai alternatif to schooling. Karena itu, masyarakat haras membuang anggapan bahwa hanya sekolah yang mampu memberi bekal bermutu. Padahal, pendidikan nonformal terbukti dalam banyak hal menjadi pendidikan alernatif atau penyelamat.

      Target pendidikan nonformal

      Pendidikan nonformal dibebani tugas melaksanakan komitmen dunia melalui program aksi pendi­dikan untuk semua (EFA) dan tujuan pembangunan milenium gantung pada kuantitas dan kuali­tas ketenagaan pendidikan nonformal. Jumlah ketenagaan yang ada 146.643 orang. Sebanyak 10.083 orang di antaranya berstatus PNS dan 136.560 orang bukan PNS. Jumlah kebutuhan seluruhnya 569.790 orang. Adapun kuali­tas ketenagaan pendidikan nonformal masih jauh dari harapan.

      Oleh karena itu, lima tahun mendatang, kondisi pendidikan nonformal menghadapi permasalahan ketenagaan, baik jumlah maupun kualitasnya, seiring tantangan pendidikan nasional menghadapi masalah kinerja out­put satuan pendidikan untuk meningkatkan daya saing.

      Pemecahan masalah ketenaga­an pendidikan nonformal dengan syarat kualifikasi akademis S-l dan kualifikasi sertifikasi profesional pendidik akan lambat bila lembaga akademis masih setingkat jurusan dan program studi. Karena itu, perlu peningkatan lembaga akademis pendidikan nonformal menjadi setingkat fakultas.

      Pertimbangan pendidikan nonformal setingkat fakultas tidak hanya berkaitan dengan kiprahnya, tetapi juga berdasarkan analisis yuridis. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengatur eksistensi pendidikan nonformal, terutama Pasal 26 Pendidikan Nonformal, Pasal 27 Pendidikan Informal, dan Pasal 28 PAUD. Bahkan, Pasal 30 Pendidikan Keagamaan dan Pasal 31 Pendi­dikan Jarak Jauh kiranya termasuk cakupan pendidikan nonfor­mal.

      OONGKOMAR

      DosenPascasarjana

      Universitas Pendidikan

      Indonesia

       


       

      Comments
      indry marvianis   |2012-05-11 03:14:21
      pengen gabung
      indry marvianis   |2012-05-11 03:16:23
      gABUNG
      indry marvianis   |2012-05-11 03:17:27
      lagi
      indry marvianis   |2012-05-11 03:18:12
      lagi
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Thursday, 30 May 2013 17:32  

      Items details

      • Hits: 3222 clicks
      • Average hits: 39.8 clicks / month
      • Number of words: 4896
      • Number of characters: 43145
      • Created 6 years and 9 months ago at Monday, 27 February 2012 by Administrator
      • Modified 5 years and 6 months ago at Thursday, 30 May 2013 by Suherman

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 125
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091306
      DSCF8768.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC