.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      Dua Masalah Besar
      Page 2
      Page 3
      Page 4
      Page 5
      Page 6
      All Pages

      Mengimpikan Pendidikan Berkualitas

      Selain membahas tentang faktor-faktor determinan terjadinya kemelut pendidikan di Indonesia, rubrik opini di berbagai media massa juga menawarkan berbagai solusi alternatif untuk mengatasinya. Solusi yang ditawarkan dapat digolong kedalam tiga bagian penting, yaitu muatan kurikulum, proses pembelajaran di tingkat kelas, dan kualitas guru.

      Pertama, muatan kurikulum. Sampai saat ini kebijakan terbaik mengenai kuriku-lum yang dikeluarkan oleh pemerintah adalah berupa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kebijakan ini lahir dengan didasarkan pada sebuah filosifi bahwa pengertian pendidikan dan kehidupan telah menyatu. Proses dalam pendidikan tidak lain adalah proses bagi manusia dalam mengarungi samudera kehidupan, begitu juga sebaliknya. Makna filosofis pendidikan adalah proses bagaimana menusia mengenali diri dengan segenap potensi yang dimilikinya dan memahami apa yang tengah dihadapinya dalam realitas kehidupan. Pengertian tersebut bisa bermakna bahwa pendidikan merupakan strategi untuk mghadapi masalah kehidupan manusia yang kian hari kian pelik. Paulo Freife telah menggagas filosofi ”pendidikan kritis” atau pendidikan dialogis sebagai lawan dari model pendidikan ”gaya bank dan” sekaligus sebagai model pendidikan yang mampu menghadapi persoalan kehidupan manusia (problem-posing).

      Dalam konteks sistem pendidikan nasional, usaha mendekonstruksi dasar-dasar filosofi pendidikan yang mengambat kreativitas dan daya kritis anak didik, mulai terlihat setelah reformasi 1998 dengan lahirnya Kurikulum Berbaisis Kompetensi (KBK) pada tahun 2004. Kurikulum ini menganjurkan setiap pendidik untuk memberikan kesempatan pada anak didik agar proaktif dalam proses belajar-mengajar. Selain itu, seiring berubahnya sistem pemerintah melalui UU Otonomi Daerah 2001, Sisdiknas yang mulanya bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik melalui UU No. 20 tahun 2003.

      Untuk menjawab amanah otonomi pendidikan tersebut, Depdiknas seudah mengeluarkan kebijakan berupa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada tahun 2006. KTSP ini merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Dengan demikian, setiap satuan pendidikan dasar dan menengah dituntut untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri sesuai dengan kebutuhan, karakteristik satuan pendidikan, potensi daerah, dan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Atau menurut penjelan dari Depdiknas KTSP ini dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip: (a) berpusan pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya; (b) bergam dan terpadu; (c) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (d) relevan dengan kebutuhan kehidupan; (e) menyeluruh dan berkesinambungan; (f) belajar sepanjang hayat; dan (g) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. KTSP juga merupakan usaha untuk mempertegas pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Artinya, kurikulum ini tetap memberikan tekanan pada pengembangan kompetensi anak didik.

      Tentu saja untuk pelaksanaan KTSP ini diperlukan beberapa faktor penunjang di antaranya yang sangat penting adalah akses informasi yang luas. Jika pendidik dan peserta didik tidak memperoleh akses informasi yang cukup, maka pengembangan kurikulum akan sukar terwujud. Hal ini berarti bahwa keberadaan pusat sumber informasi atau perpustakaan sekolah merupakan keniscayaan untuk sebuah pendidikan yang bermutu.

      Kedua, proses pembelajaran di tingkat kelas. Menurut Robert Linn, kualitas pendidikan dapat ditempuh dengan menggunakan dua pendekatan. Pertama, dengan menggunakan penilaian eksternal semacam UN. Kedua, adalah dengan cara memperbaiki seluruh proses pembelajaran pada tingkat kelas dan kegiatan pendukung lainnya pada lingkungan sekolah. Akan tetapi model ini biasanya kurang diminati para birokrat pendidikan, terutama bagi mereka yang terbiasa dengan pola kerja serbainstan, karena dinilai akan sangat melelahkan. Pendekatan kedua ini bukan hanya mensyaratkan kompetensi dan profesionalitas kerja. Lebih dari itu, ia membutuhkan keikhlasan, komitmen, ketekunan, dan kesabaran serta tanggung jawab penuh dari para pengelola dan pelaku pendidikan (Alam, 2008).

      Sistem pembelajaran harus diubah ke arah student center learning. Selama ini proses pembelajaran yang digunakan adalah metode teacher oriented yang menjadikan guru sebagai pemegang kendali suana kelas dan sifat pembelajaran yang searah membuat siswa kurang berkembang dan tidak bisa berfikir kreatif. Dengan konsep student center learning menjadikan posisi guru dan murid menjadi sejajar dan tidak ada yang merasa leibh tinggi dan kuasa. Karena itu, proses pembelajaran bisa bersifat dua arah dan keduanya saling terbuka untuk memberikan masukan yag bisa membuat hidup suasana. Dengan metode ini dapat mendorong siswa untuk mampu mengeluarkan seganap potensinya karena tidak merasa tertekan dan bisa leluasa menyampaikan pendapat.

      Sejatinya, untuk seorang anak belajar sessungguhnya harus didorong oleh motif rasa ingin tahu. Peran penting pendidik adalah bagaimana menumbuhkan keingin-tahuan anak dan mengarahkannya dengan cara yang paling mereka harapkan, dan paling mereka minati. Jika anak diberi rasa aman, dihindarkan dari celaan dan cemoohan, berani berekspresi dan bereksplorasi secara leluasa, ia akan tumbuh dengan
      penuh rasa percaya diri dan berkembang menjadi dirinya sendiri. (Sriyulianti, 2007)



      Comments
      Heming w.   |2009-08-17 03:35:09
      Wah bagus artikel Anda. Kapan ya pendidikan menjadi ajang/ wadah bagi
      pembentukan karakter bangsa yang efektif dan profesional ? Apa harus nunggu
      Presiden, Mendiknas, dan anggota Parlemen yang terdidik/ terpelajar ?
      Suherman   |2009-08-18 00:35:36
      Para pemimpin kita sudah terdidik dan terpelajar, namun mungkin kurang menyadari
      betapa sangat pentingnya bukku, perpustakaan atau minat baca bagi kemajuan
      sebuah bangsa. Karena esensi pendidikan adalah membaca (Baca juga artikel saya
      "Melupakan Esensi Pendidikan). Pendidikan tanpa membaca sama dengan raga
      tanpa jiwa
      wahyu nurlela R.N  - mahasiswi (umrah)   |2010-03-26 04:19:26
      artikel anda sangat menarik dan saya setuju dengan pendapat anda,
      lola indri  - Mahasiswa     |2012-03-10 21:05:15
      Artikel yang anda buat sangat membantu untuk menambah pengetahuan.
      lola indri     |2012-03-10 21:06:37
      bagus
      yhensi   |2012-06-07 19:53:43
      basa memberikan pengetahuan
      khairil  - magister     |2012-06-07 22:39:40
      Saya sangat tertarik dengan srtikel ini
      khairil  - master     |2012-06-07 22:41:06
      Boleh mengunduh artikel ini? Alasannya cukup menarik untuk dikembangkan dan
      diinformasikan pada kelompok masyarakat pinggiran
      admin   |2012-06-08 23:24:48
      @ Khairil: silahkan, jangan lupa registrasi menjadi anggota
      khairil  - M.Pd     |2012-06-07 22:52:17
      Boleh mengunduh artikel ini?
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Monday, 01 June 2009 14:36  

      Items details

      • Hits: 15197 clicks
      • Average hits: 120.6 clicks / month
      • Number of words: 4921
      • Number of characters: 38792
      • Created 11 years and 6 months ago at Monday, 01 June 2009 by Administrator
      • Modified 11 years and 6 months ago at Monday, 01 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 205
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9127063
      DSCF8790.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC