.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      REPUBLIKA 5 JULI 2010

       

      Tingkatkan Minat Baca,Turunkan Buta Huruf

      Oleh Mansyur Faqih

      Hingga saat ini, diper-kirakan sedikitnya ada 8,3Jutaorangdi Indo­nesia yang masih buta aksara dan tidak lancar membaca.

      Pendidikan menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah. Tidak hanya Indonesia, berbagai negara lain pun menjadikan pendidikan sebagai isu utama dalam program kerjanya. Ini terlihat dari ditandatanganinya Mille­nium Development Goals (MDG's) oleh 199 anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk Indonesia, satu dekade silam.

      Pendidikan menjadi satu dari delapan tujuan yang ditargetkan tercapai pada tahun 2015. Harapannya, dengan meningkatkan pendidikan dan target-target lainnya, dapat mempercepat pembangunan manusia dan pembangunan negara secara kese-luruhan.

      Meskipun MDG's pada dasarnya merupakan program pemerintah, namun pelaksanaannya melibatkan semua pihak. Mulai dari peran swasta Maupun masyarakat sendiri melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility, CSR), beberapa perusahaan mencoba untuk berkontribusi di bidang pen­didikan.

       

      Sekretaris perusahaan PT Pertamina, Toharso menjelaskan, di bidang pendidikan, pihaknya menyadari bahwa perilaku masyarakat Indonesia kurang suka membaca dan menulis. Apalagi, jumlah buta aksara di Indonesia masih cukuptinggi.

      Hingga saat ini, diperkirakan sedi­kitnya ada 8,3 juta orang di Indonesia yang masih buta aksara dan tidak lan­car membaca. Atau sekitar lima persen dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 265 juta jiwa. Sebagian besar dari jumlah tersebut atau 64 persennya merupakan perempuan dan 36 persen sisanya laki-laki.

      Pemerintah menargetkan untuk mengurangi angka tersebut hingga menjadi dua persen dalam kurun waktu empat tahun ke depan. Sehingga, diharapkan pada 2014, jumlah penduduk Indonesia yang mengalami buta aksara dan tidak lancar membaca sekitar dua juta orang saja.

      "Makanya, kita membuat program yang bernama Indonesia Membaca. Konsepnya, kita akan membagikan buku secara gratis kepada Sekolah dasar di tiap provinsi di seluruh Indonesia. Namun penyebarannya diutamakan di wilayah sekitar Pertamina beroperasi," ujar Toharso.

      Buku yang di berikan mulai dari buku  pelajaran, buku bergambar, buku cetak, buku wajib, dan sebagainya. Diberikan pula rak untuk perpustakaan serta orang untuk memberikan pelatihan mengenai bagaimana membaca yang benar dan enak. Yakni, membaca yang tidak terpaksa serta termasuk pemilihan bahan bacaan.

      Belum lama ini, Pertamina juga memberikan bantuan untuk pengembangan minat baca masyarakat. Melanjutkan program Anjungan Baca Pertamina (ABP) di ruang publik, Pertamina meresmikan Anjungan Baca di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Jawa Timur.

      ABP ini merupakan yang kedua di wilayah Jawa Timur. Sebelumnya, telah dioperasikan ABP di Pusat Diagnostik Rumah Sakit Dr Soetomo, Surabaya, pada 2009. Wakil Direktur RSSA, Budi Siswanto mengatakan, program Pertamina seiring dengan penerapan layanan prima yang telah dirintis di RSSA. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina, karena dengan adanya anjungan baca ini akan semakin melengkapi pelayanan yang selama ini kami berikan kepada masyarakat," kata Budi.

      Koordinator Gerakan Jatim Membaca, Daniel MRosyid menyatakan akan selalu membantu Pertamina dalam mewujudkan masyarakat yang gemar membaca di Jawa Timur. "Se-lanjutnya kami juga telah menjajaki untuk mendirikan ABP di luar Jawa yaitu di Bali," jelas Asisten Manajer External Relation Pertamina, Eviyanti Rofraida.

      Rumah Baca AsmaNadia

      Dukungan untuk meningkatkan  minat baca masyarakat juga diperlihatkan oleh Rumah Baca AsmaNadia (RBA). Penggagas RBA, Asma Nadia menjelaskan, awalnya RBA merupakan perpustakaan yang ditujukan untuk kalangan kurang mampu.

      Fokusnya adalah remaja dan anak-anak. "Namun, seiring dengan perkembangan RBA tidak lagi sekadar perpustakaan. Tetapi meningkat menjadi sanggar kreativitas. Sekarang di RBA, anak-anak dapat berlatih tari, melukis, hingga menulis," ujar Asma.

      Asma mengaku mulai membangun rumah baca karena rasa cintanya terhadap buku. membaca, katanya, adalah jendela dunia yang dapat membawa seseorang mencapai apapun keinginannya. Juga mengantarnya ke manapun diinginkan. Karenanya, ia berharap dengan mendirikan rumah baca, setiap anak dapat memiliki kesempatan untuk melihat dunia dan menggapai mimpinya. Seperti yang ia dapatkan. "Dua hal yang dapat membuat saya seperti sekarang ini, menjadi penulis dan dapat bepergian ke berbagai tempat. Yaitu, ibu dan buku," jelasnya.

      Pembangunan RBA diawali dari dana pribadi. Hingga kini sudah ada sekitar 20-an RBA di seluruh Indonesia. Antara lain, di Jakarta, Bogor, Depok, Yogyakarta, Gresik, Kebumen, Batam, Pekanbaru, Balikpapan, dan Samarinda.

      Pendirian dan pengelolaan pun merupakan inisiatif masyarakat di tempat tersebut. Asma hanya membantu dalam hal persiapan pendirian rumah baca. Mulai dari pengeloaan hingga penyediaan buku awal yang berjumlah 150 eksemplar.

      Untuk awal berdiri, kata Asma, ia mengusahakan untuk memberikan buku baru. Alasannya, agar remaja dan anak-anak tertarik untuk datang dan membaca. la pun mendorong kepada pengelola untuk membuat berbagai acara menarik setiap harinya. Sehingga, semakin banyak orang yang mau datang dan membaca buku. "Perkembangannya luar biasa. Saat ini, setiap bulan ada sekitar satu hingga tiga rumah baca baru yang berdiri. Saya inginnya sebanyakba-nyaknya RSA dapat berdiri," jelasnya.

      Asma berharap, tidak hanya dapat mendirikan banyak rumah baca. Namun, lanjutnya, yang paling penting adalah dapat membantu anak-anak dan remaja untuk belajar dan berkembang.

       

       

      Comments
      kanghaji  - manager     |2012-06-16 02:40:19
      i like
      kanghaji  - tingkatkan minat baca     |2012-06-16 02:41:44
      saya suka
      kanghaji  - tingkat minat baca, turunkan buta hurup     |2012-06-16 02:43:02
      saya ingin unggah file tersebut
      kanghaji  - tingkatkan minat baca, turunkan buta huruf     |2012-06-16 02:44:29
      saya ingin unduh file tersebut
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 28 February 2012 10:22  

      Items details

      • Hits: 119288 clicks
      • Average hits: 1454.7 clicks / month
      • Number of words: 1409
      • Number of characters: 11406
      • Created 6 years and 10 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator
      • Modified 6 years and 10 months ago at Tuesday, 28 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,790
      • Sedang Online 114
      • Anggota Terakhir Kurnia Dhimas Putra Adhi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9093756
      bacalah.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2018
      S M T W T F S
      25 26 27 28 29 30 1
      2 3 4 5 6 7 8
      9 10 11 12 13 14 15
      16 17 18 19 20 21 22
      23 24 25 26 27 28 29
      30 31 1 2 3 4 5

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC