| Written by Administrator | |||||||||||||||||||||||
| Thursday, 28 May 2009 13:23 | |||||||||||||||||||||||
Updated soon...
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||
| Last Updated on Thursday, 28 May 2009 13:28 | |||||||||||||||||||||||
Kalender & Agenda
Berita
Buku
Artikel Utama
Tidak Mungkin Intelektual Menganggur Oleh: Suherman Ketua Masyarakat Literasi Indonesia (MLI)
Sarjana menganggur sangat banyak, tapi intelektual menganggur rasanya tidak mungkin alias mustahil. Sarjana dan intelektual tidak sama dan sebangun alias memiliki pengertian yang berbeda. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sarjana adalah gelar yang dicapai seseorang yang telah menamatkan pendidikan tingkat terakhir di perguruan tinggi. Sedangkan intelektual artinya seseorang yang cerdas, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan atau disebut juga cendekiawan. Jelas sarjana bukan padanan kata intelektual. Dengan memperhatikan definisi atau arti kata intelektual saja sudah dapat disimpulkan mustahil ada intelektual yang memnganggur atau terjadi trategi “pengangguran intelektual”. Akan tetapi, walaupun kata “pengangguran intelektual“ terasa rancu namun sudah terbiasa diucapkan di masyarakat umum alias salah kaprah. Seperti judul sebuah artikel di harian Tribun Jabar edisi tanggal 15 Oktober 2009 “Mewaspadai Booming Pengangguran Intelektual”, yang ditulis oleh seorang dosen pascasarjana.
|
| Read more... |



thank taz adanya artikel nie............
Saya tertarik dengan buku tersebut,. ...
yupz.... saya akan membeli buku ini!
Bagus kk artikelnya ^_^
Awas ada sule prikitiew
tks, menabah wawasan yang belum saya ...
Artikel yang bagus,dan memberikan ins...
assalaamualaikum, wr, wb wah....ini s...
Maju terus Literasi....KTI Paperlessa...
Maju terus literasi....untuk KTI pape...