.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT
      Page 2
      Page 3
      Page 4
      Page 5
      Page 6
      All Pages

      III. UPAYA PEMBUDAYAAN MEMBACA

      A. Diskusi dan Seminar

      Sejak saya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Perpustakaaan Negara Banjarmasin tanggal 1 Agustus 1972 sudah terjadi hiruk-pikuk penyelenggaraan seminar, diskusi, simposium, lokakarya, dan beberapa istilah lainnya, baik di pusat maupun di daerah-daerah yang membicarakan tentang rendahnya minat baca masyarakat kita. Saya pun jadi ikut-ikutan latah dengan menyelenggarakan Seminar Minat Baca Generasi Muda Kotamadya Banjarmasin pada September 1973, bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Banjarmasin dan Dewan Mahasiswa Universitas Lambung – Mangkurat serta IAIN Antasari dalam rangka Pembentukan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Daerah Kalimantan Selatan.

      Bila kita amati dari satu seminar ke seminar lainnya seakan-akan kita berada dalam lingkaran setan, dimana masalah minat baca sepertinya tidak berujung pangkal dan sulit untuk mencari penyelesaiannya. Semua masalah selalu menghadapi jalan buntu, oleh sebab itu forum seminar hanya sebatas mengumbar idea, wawasan, keluh kesah, konsep, dan setelah itu panitia penyelenggara maupun pemakalah tidur lelap tanpa menindak lanjuti keputusan atau konsep yang telah diambil. Besok-besok diselenggarakan lagi seminar dengan tema yang sama yaitu masalah minat baca yang rendah. Hingga saat ini sudah 33 (tiga puluh tiga) tahun saya menjadi pegawai perpustakaan, namun masalah minat baca, perpustakaan, buku, sistem pendidikan, kurikulum, dan sebagainya seolah-olah tidak dapat diselesaikan oleh siapa pun karena masalahnya dianggap terlalu rumit dan saling kait-berkait. Dengan demikian timbul pertanyaan, benarkah masalah minat baca begitu ruwet dan tidak bisa diselesaikan di negara kita ini. Ataukah solusi penyelesaiannya yang tidak menyentuh akar permasalahan.

      B. Pembentukan Beberapa Organisasi

      Salah satu upaya pengentasan rendahnya minat baca masyarakat, beberapa kelompok profesi membentuk organisasi seprofesi dengan salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan minat baca sesuai dengan bidang masing-masing. Misalnya para penerbit buku mendirikan organisasi Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), para tokoh buku mendirikan Gabungan Toko Buku Seluruh Indonesia (GATSBI), para pustakawan mendirikan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), kelompok perpustakaan mendirikan Klub Perpustakaan Indonesia (KPI), para pencita buku mendirikan Perhimpunan Masyarakat Gemar Membaca (PMGM), kelompok peduli minat baca mendirikan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB), kelompok-kelompok lainnya mendirikan berbagai organisasi. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM), Yayasan-yayasan membaca dan buku serta berbagai organisasi lainnya, telah menebar kegiatan-kegiatan dalam upaya meningkatkan minat baca.

      Organisasi-organisasi, yayasan LSM dan lain-lain tersebut kenyataannya juga tidak mampu mengungkit minat baca (meminjam istilah H.A. Tilaar) masyarakat lebih banyak lagi. Kegiatan-kegiatan mereka hanya berputar-putar dalam seminar-seminar, mendirikan kelompok-kelompok baca secara terbatas pada suatu tempat, belum dapat mengangkat dan menyelesaikan persoalannya secara nasional dan bersinambungan. Kalau kita boleh menghitung-hitung biaya yang telah dikeluarkan oleh panitia maupun peserta seminar dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan secara sendiri-sendiri itu barangkali kita sudah dapat mendirikan sebuah perpustakaan megah di ibukota negara Republik ini.

       

      IV. MEWUJUDKAN LEMBAGA NASIONAL PEMBUDAYAAN MEMBACA

      Banyak pengalaman dari berbagai pihak dalam upaya “pengentasan rendahnya minat baca sejak tiga empat puluh tahun yang lalu hingga kini, baik melalui seminar-seminar, pembentukan organisasi-organisasi, namun hasilnya begitu-begitu saja. Saya beranggapan bahwa upaya untuk pengentasan rendahnya minat baca masyarakat tidak akan membuahkan hasil optimal bilamana dilaksanakan secara sendiri-sendiri, terpisah-pisah dan terpotong-potong. Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Dalam Negeri, Departemen Agama, Perpustakaan Nasional dan lembaga-lembaga lain-lainnya tentu tidak akan dapat banyak diharapkan untuk mengatasi hal ini. Kegiatan mereka terlalu sarat dengan program-program rutinitas, yang tidak banyak menyentuh secara langsung soal-soal minat baca. Oleh sebab itu pembentukan sebuah Lembaga Nasional Pembudayaan Masyarakat Membaca atau apapun namanya adalah suatu “solution to a problem“ dalam pengentasan rendahnya minat baca masyarakat kita.

      Lembaga tersebut merupakan sebuah Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang berada dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan bersifat independen. Artinya tidak di bawah kordinasi departemen apa pun, meski dalam perencanaan dan operasional tetap berkoordinasi dengan departemen-departemen atau lembaga terkait lainnya karena tersangkut dengan sekolah, sistem pendidikan, kurikulum, perpustakaan, masyarakat dan lain sebagainya.

      Dalam Lembaga Nasional Pembudayaan Masyarakat Membaca itu didalamnya terdapat para pakar seperti pakar pendidikan, pakar perpustakaan, pakar pemeritahan dan kemasyarakatan, pakar peneliti, pakar psikologi dan sosiologi dan lain-lain yang ada hubungan dengan masalah pembudayaan masyarakat membaca.

      Tugas-tugas para pakar meliputi kegiatan memikirkan, merencanakan, merumuskan kegiatan-kegatan operasional, mengkoordinasikan serta memantau dan mengevaluasi hasil-hasil pelaksanaan kegiatan pembudayaan masyarakat membaca. Misalnya dalam hubungannya dengan murid-murid sekolah maka bagaimana sistim pendidikan nasional berbasis membaca dan belajar mandiri dirancang, bagaimana kurikulum sekolah dalam semua jenis dan jenjang pendidikan dari SD, SLTP, SLTA hingga ke perguruan tinggi yang memuat wajib baca dan wajib ke perpustakaan. Bagaimana program penyelenggaraan perpustakaan di sekolah dan perguruan tinggi desa, kota, kabupaten, propinsi, rumah-rumah ibadah, instansi pemerintah dll.

      Bagaimana program perbukuan, pengarang, penerbit, toko buku dan sebagainya. Dalam hal pengentasan buta huruf misalnya bagaimana kelanjutannya setelah mereka melek huruf, ke mana harus disalurkan. Gerakan membaca nasional dilaksanakan melalui program apa saja yang berlangsung secara kontinuitas dalam semua lapisan masyarakat.



      Comments
      muh asrul putratama anwar   |2010-01-14 21:12:07
      makasih pak atas informasinya.
      saya dari uin alauddin makassar angkatan 2007.
      Abdul Adzim   |2010-06-10 05:03:51
      Faktor apa saja yg menjadi penyebab turunnya minat baca
      Suherman   |2010-06-10 16:38:51
      Mungkin yag dimakud faktor rendahnya minatbaca. Soalnya kalau minat baca sudah
      bagus biasanya jarang turun. Ada dua faktor besar yaitu struktural dan kultural.
      Lebih lanjut silahkan baca artikel "Pelatihan Meningkatkan Minat
      Baca....."
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 184558 clicks
      • Average hits: 1464.7 clicks / month
      • Number of words: 5949
      • Number of characters: 47365
      • Created 11 years and 6 months ago at Thursday, 04 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 86
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9127077
      Jantung_Sekolah1.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC