.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      Dari Papyrus Ke Paperless
      Page 2
      Page 3
      Page 4
      Page 5
      Page 6
      Page 7
      All Pages
       

      Pada akhir abad 19, proses manual yang kuno telah digantikan oleh produksi dengan menggunakan mesin bertenaga tinggi. Mekanisasi satu proses mengharuskan penerapan industrialisasi pada keseluruhan proses agar  benar-benar efektif. Pengenalan silinder pemutar yang cepat dan bertenaga telah menghilangkan kemacetan produksi akibat masih digunakannya proses manual. Kertas tidak lagi dibuat secara lambat dalam lembaran tunggal dari cetakan tangan kuno, namun dalam bentuk gulungan yang secara terus-menerus dihasilkan dalam mesin fourdrinier yang bergerak cepat. Huruf-huruf cetak dihasilkan secara otomatis dari matriks-matriks yang tidak lagi dilubangi dari alat pembuat lubang dari baja yang digunakan dengan tangan, namun telah diukir secara mekanis. Komposisi mesin, yang merupakan masalah paling rumit, telah dipecahkan dengan serangkaian trials and errors yang dilakukan oleh Ottmar Mergenthaler’s Linotype, intertype, dan mesin pencetak Tolbert Lanston’s monotype. Alat pencetak manual dari kayu dan besi digantikan dengan pencetak silinder bertenaga tinggi. Penggunaannya dimulai tahun 1812 di London, oleh Friedrich Konig. Pada tahun 1847 di kota New York, mesin pemutar huruf cetak buatan Richard Hoe mampu menyelesaikan masalah susunan huruf cetak yang menanjak dalam silinder, namun pengenalan stereotyping menawarkan solusi yang lebih praktis. Penjilidan buku, yang dibuat dengan tangan selama 1500 tahun, juga dibuat secara mekanis. Proses pembingkaian dan pengenalan kain sebagai material pembungkus pada awal abad 19 membuat hal ini memungkinkan. Dalam bidang ilustrasi, teknik fotografi yang ditemukan oleh Lois Dguerre tahun 1839 kemudian diaplikasikan terhadap semua proses reproduksi foto – ukiran garis dan warna-warna sedang dalam gambar timbul (relief), klise foto, dan rotografur dalam intaglio, serta fotolitografi, offset, dan collotype dalam pencetakan planografi.           

      Seperti pada saat penemuannya, mekanisasi alat cetak itu sendiri memiliki pengaruh yang bertahap dan kumulatif. Contohnya, reproduksi foto tidak dapat direalisasikan sampai 100 tahun kemudian, ketika, pada pertengahan abad ke-20, terdapat lebih banyak buku yang dicetak seluruhnya dengan offshet, baik tipe yang diatur secara konvensional, maupun salinan yang dihasilkan dari mesin ketik, dan ketika pengaturan ketikan dengan bantuan fotografi mulai muncul pada tahap percobaan.           

      Perubahan yang paling mencolok pada awal abad 19 disebabkan oleh kedatangan jilidan kain, yang mencapai puncak kejayaan pada buku Victorian Parlor-Table. Pada abad ini juga ditemukan keragaman dan kemeriahan pada jenis ketikan dan dekorasinya. Abad ini juga mencatat munculnya sekolah ilustrasi di Inggris dan Perancis, yaitu sebuah sekolah satire dan karikatur yang hebat, sebagain kelanjutan dari William Hogarth dan Thomas Rowlandson, kemudian diteruskan oleh sekolah ilustrator George Cruikshank dan Dickensian di Inggris, serta Honore Daumier dkk dan Gustave Pore di Perancis.           

      Menjelang akhir abad 19, disaat buku-buku yang dibuat dengan mesin tidak menunjukkan tanda-tanda kesalahan pada bidang artistik, kebangkitan yang dipelopori oleh William Morris muncul dan memperbaiki daya tahan ukiran manual tua. Hasil karyanya dapat dilihat dalam buku-buku terbitan Kelmscott. Karya ini memberikan harapan baru pada seni kaligrafi dan desain cetakan, pembuatan kertas dan penjilidan buku dengan tangan, dan pengukiran kayu. Contoh yang dihasilkan oleh penerbit Kelmscott diikuti oleh penerbit-penerbit swasta seperti Doves dan Ashendene di Inggris, dan penerbit Bremer di Jerman. Di AS, contoh penerbit Kelmscott telah memberikan pengaruh yang sanngat besar bagi Daniel Berkeley Updike, pendiri penerbit Merrymount, juga bagi Goudy, perancang jilidan yang paling produktif. Dan bagi Bruce Rogers, tukang cetak yang paling handal.           

      Patokan-patokan dalam seni dan ukiran juga diaplikasikan pada kualitas karya-karya penerbit Curwen di Inggris, dan di Amerika yaitu penerbit William Edwin Rudgedan Elmer Adler, diikuti oleh penerbit Joseph Blumenthal’s Spiral, dan penerbit Ward Ritchie. Kolaborasi yang baik antara seniman yang hebat dan pencetak yang terlatih terjadi pada abad-20 di Perancis, terutama karena adanya bantuan dari pedagang dan penerbit karya seni, yaitu Ambrose Vollard. Seniman yang juga menghasilkan ilustrasi buku yang indah diantaranya adalah Manet, Toulouse-Lautrec, Rodin, Bonnard, Matisse, Picasso, dan Rouault.           

      Awal abad 20, kebangkitan seni dan ukiran menyebar pada produksi buku-buku yang diperdagangkan di Eropa. Hal yang sama berlaku tahun 1920 di AS, didorong oleh usaha William Addison Dwiggins, seorang kaligrafer, perancang jilidan, dan ilustrator yang sangat berbakat, dan dengan dukungan Institut Seni Grafis Amerika. Buku-bbuku teks, buku-buku anak, dan buku khusus lainnya telah menunjukkan pengaruh yang menguntungkan dari perpaduan estetis antara penerbit dan desainer.           

      Pada abad 20, di seluruh dunia khususnya di AS setelah PD II, posisi buku terancam dengan adanya kompetisi media, yaitu munculnya tantangan dari jenis media massa baru—bioskop, radio, televisi, tape recorder, dan komputer.Hal ini mempengaruhi budaya membaca, terutama di kalangan anak muda. Dari sisi positif, produksi massal buku-buku murah, yang didistribusikan secara nasional melalui pemesanan via surat oleh klub-klub buku dan perkumpulan-perkumpulan lainnya, telah membantu buku mempertahankan posisinya, juga kualitas dan isinya.           

      Pada beberapa bagian, masa depan buku sebagai bentuk komunikasi vital yang sangat diperlukan  dipertanyakan. Media lain, terutama komputer, dalam kapasitasnya sebagai alat penyimpan dan pencarian informasi, dirancang menjadi pengganti buku masa depan. Beberapa anggapan keliru bermunculan dikarenakan hanya menganggap buku sebagai tempat penyimpanan fakta dan asumsi, dan karena ketidakmampuan untuk membedakan antara fakta dan kebenaran, antara pengetahuan dan kebijakan. Anggapan-anggapan ini tidak memasukkan bahwa buku juga menyalurkan nilai-nilai dan ide-ide spiritual, maksud kata-kata mutiara dalam puisi, drama, dan fiksi, dan anggapan ini juga mengacuhkan keindahan buku sebagai hasil karya seni. Termasuk juga kenyamanan secara fisik saat membaca buku, ketika membolak-balik halaman untuk mencari informasi, dan komunikasi informal secara  spontan antara penulis dan pembaca. Oleh karena itu, banyak orang yang memahami keunikan buku ini bersatu dalam upaya melestarikan jati diri dan keindahan buku dalam dunia modern.



      Comments
      sarastiono  - Karya Tulis Paperless   |2010-07-16 05:31:29
      Maju terus literasi....untuk KTI paperless ada ndak. Kalau bisa di kirim ke
      email. Thanks
      sarastiono  - KTI Paperless   |2010-07-16 05:32:47
      Maju terus Literasi....KTI Paperlessada ndak... mohon kirim ke email. Tahanks
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Monday, 01 June 2009 14:30  

      Items details

      • Hits: 12955 clicks
      • Average hits: 102 clicks / month
      • Number of words: 7951
      • Number of characters: 59866
      • Created 11 years and 7 months ago at Friday, 29 May 2009 by Administrator
      • Modified 11 years and 6 months ago at Monday, 01 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 111
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9126582
      DSCF8790.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC