.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      Dari Papyrus Ke Paperless
      Page 2
      Page 3
      Page 4
      Page 5
      Page 6
      Page 7
      All Pages
       

      Dari Mainz seni percetakan baru ini menyebar ke Belanda dan Inggris, kemudian ke Strasbourg, Basel, dan Lyon, ke arah barat Paris, dan ke Italia. Akhirnya, menyebar ke seluruh Eropa hingga seluruh dunia.            

      Sebuah buku yang dicetak pada abad 15 disebut incunable atau incunabulum, dari bahasa Latin yang berarti “pita pengikat” atau “ayunan”. Tipikal buku ini adalah tebal dengan ukuran kuarto besar, diikat oleh kerai kulit anak sapi yang sudah dibubuhi tanda pada papan kayu. Tidak memiliki halaman judul, namun halaman pertamanya sering dihiasi dengan hiasan yang rumit pada tepinya, dan dengan huruf-huruf yang dicetak dari bongkahan kayu dan berwarna, biasanya merah dan biru.           

      Teks biasanya berbentuk seperti rubrik, dimana permulaan kalimat, bab, dan sub bagian lainnya dicetak dalam warna merah atau biru. Catatan kecil ditampilkan pada halaman terakhir, yang memuat tempat dan tanggal cetakan, serta nama percetakannya. Ketiadaan informasi ini digantikan oleh dekorasi cetakan yang mewakili identitas si pencetak.           

      Beragam tulisan yang menawan pada buku-buku cetakan awal menunjukkan peningkatan keahlian dalam naskah-naskah tulisan tangan. Jenis Gothic yang merupakan huruf-huruf formal yang besar dan tegas umumnya digunakan untuk  buku-buku peribadatan, dan untuk keperluan urusan yang formal (biasanya di Italia); huruf Gothic yang lebih kecil biasanya dipakai untuk buku-buku teks dan buku kerja bangsa Latin, sedangkan tulisan cursive untuk buku cerita dalam bahasa sehari-hari. William Caxton, menggunakan lettres batardes untuk edisi chaucer-nya, dan beberapa peristiwa penting dari literatur Inggris awal lainnya. Tulisan yang memadukan roman dan gothic disebut free humanistica digunakan untuk beberapa edisi awal buku-buku pelajaran dan buku klasik. Tulisan Roman yang sering digunakan oleh kita saat ini,  dan banyak digunakan di Italia—dimana  “humanistic bookhand” telah dikembangkan pada abad 15. Di Venisia-lah huruf-huruf roman yang terkenal diciptakan, dan nama Nicolas Jenson sering dihubungkan dengan prestasi ini.           

      Bentuk ilustrasi yang paling banyak ditemukan pada buku-buku cetakan awal bersifat sederhana, dan dihiasi dengan paparan cerita dalam bentuk ukiran kayu yang primitif namun jelas, terkadang diperkaya dengan tekstur dan pola yang rumit. Seniman Jerman dan Belanda memberikan penambahan-penambahan pada beberapa ilustrasi ukiran kayu abad 15 yang sangat berkarakter dan kuat, sedangkan hasil karya Perancis memberikan tambahan dalam bentuk catatan-catatan menarik yang terkadang unik. Ukiran Italia, menampilkan bentuk menarik dengan tingkat kesulitan tinggi. Ukiran tembaga jarang digunakan terkecuali untuk peta dan atlas Ptolemy.           

      Pada abad ke-15, seorang tukang cetak biasanya juga adalah tenaga pemotong jilidan dan pengecoran, pembuat mesin cetak, editor, penerbit, dan penjual buku. Memerlukan waktu yang agak lama untuk sampai kepada adanya pembagian tenaga kerja atau spesialisasi untuk jenis pekerjaan yang berbeda. Penjilidan dan pembuatan kertas tentu saja muncul lebih awal sebelum alat pencetak muncul. Sebagai tambahan, type founding, dan khususnya penjualan dan penerbitan buku muncul sebagai penjualan yang terpisah pada zaman Renaisans. Secara singkat, kompetisi dan faktor-faktor ekonomi lainnya telah merangsang pertumbuhan jaringan distribusi buku sehingga jauh dan luas. Peter Schoeffer contohnya, mengembangkan pusat-pusat distribusi oleh agen-agen permanen, tidak hanya di Jerman, namun juga ke seluruh Perancis. Anton Koberger, pencetak World Chronicle Nurnberg yang terkenal, memiliki agen di Basel dan Lyon, serta di beberapa kota di Spanyol.           

      Edisinya dibuat kecil, dengan beberapa ratus salinan. Biasanya, buku-buku yang sangat terkenal muncul dalam 1000 atau 2000 kopi. Program-program penerbitan pada masa-masa cetakan awal sangat  dipengaruhi oleh minat dan  kondisi setempat, serta disesuaikan dengan permintaan umum dari para pelajar dan pengajar baik di dalam maupun di luar gereja dan universitas, seperti dari para pengacara,  dokter, dan dari para anggota istana dan bangsawan. Buku-buku diedarkan dalam bentuk naskah selama berabad-abad. Secara berangsur-angsur, hasil karya penulis saat ini telah diedarkan dalam bentuk tercetak. Banyak faktor yang menstimulasi perkembangan industri percetakan, mulai dari instrumen awal untuk reproduksi naskah-naskah, hingga media komunikasi yang canggih untuk menyampaikan ide-ide dan opini-opini yang ada saat ini. Dari Renaisans ke abad 19. Pada abad ke-16, format cetakan buku muncul setelah melalui berbagai tahapan percobaan dan perubahan, hingga menemukan bentuk standarnya yang bertahan selama tiga abad ke depan. Ciri khas Renaisans, yaitu desain gaya Romawi pada komposisi dan layout diterima oleh setiap negara Eropa, dan akhirnya di seluruh belahan dunia  barat. Budaya Gothic pada abad pertama dihilangkan, dengan satu pengecualian: Huruf cetak Gothic tetap terkenal sebagai huruf-huruf yang digunakan di wilayah Eropa tengah dan utara.           

      Aldus Manutius, pencetak handal dari Venisia, memberikan kontribusi bagi rancangan buku Renaisans. Ilustrasi indahnya pada Hypnerotomachia Poliphili, sebuah roman kiasan karya Francesco Colonna yang dicatak tahun 1499, dianggap merupakan salah satu contoh cetakan Renaisans yang paling harmonis. Aldus juga memberikan kontribusi penting lainnya terhadap kemajuan produksi buku. Pengalamannya dalam mendesain huruf-huruf Yunani Cursive dengan penuh keindahan, telah membuka jalan bagi terciptanya huruf-huruf cetak italic. Jenis ini menghemat ruang, sehingga memungkinkan untuk memproduksi serangkaian edisi buku ukuran saku. Sebuah langkah awal menuju buku-buku murah dan mudah dibawa. Aldus yang juga salah satu di antara penemu papan kartu sebagai sampul buku, bahan baru yang lebih ringan, yang menggantikan kayu secara bertahap.           



      Comments
      sarastiono  - Karya Tulis Paperless   |2010-07-16 05:31:29
      Maju terus literasi....untuk KTI paperless ada ndak. Kalau bisa di kirim ke
      email. Thanks
      sarastiono  - KTI Paperless   |2010-07-16 05:32:47
      Maju terus Literasi....KTI Paperlessada ndak... mohon kirim ke email. Tahanks
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Monday, 01 June 2009 14:30  

      Items details

      • Hits: 12962 clicks
      • Average hits: 102.1 clicks / month
      • Number of words: 7951
      • Number of characters: 59866
      • Created 11 years and 7 months ago at Friday, 29 May 2009 by Administrator
      • Modified 11 years and 6 months ago at Monday, 01 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 155
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9126823
      DSCF8768.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC