.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail
      Article Index
      Dari Papyrus Ke Paperless
      Page 2
      Page 3
      Page 4
      Page 5
      Page 6
      Page 7
      All Pages

      Naskah Abad Pertengahan.

      Tampilan fisik dan  fungsi sosial buku  mengalami perubahan penting pada permulaan abad pertengahan. Gulungan-gulungan digantikan dengan codex,  kumpulan lipatan lembaran yang dilindungi dengan penutup dari bahan kayu yang kokoh dan berat, yang notabene merupakan cikal bakal buku modern. Perubahan dari bentuk gulungan menjadi codex terjadi secara berangsur; berlangsung lebih dari beberapa ratus tahun. Barulah pada abad ke-4 setelah masehi proses perubahan ini selesai. Perubahan ini didorong oleh keinginan untuk menghilangkan ketidaknyamanan buku dalam bentuk gulungan, dimana seseorang tidak dapat membukanya lebih dari satu halaman pada satu waktu, sangat sulit untuk mencari sesuatu secara cepat, dan sangat sulit untuk membolak-balik referensi. Peningkatan penggunaan buku dalam acara kebaktian umat Kristen dan kegiatan-kegiatan resmi lainnya juga ikut mempercepat perubahan ini.

      Cara pengerjaan serta bahan yang dipergunakan sebelumnya kemudian dimodifikasi mengikuti tuntutan zaman. Kata “codex” awalnya menandakan sebongkah atau bagian dari  kayu. Dalam perkembangannya, istilah ini telah digunakan untuk buku nota kecil, yang terdiri dari lembaran kayu yang diberi lapisan lilin untuk tempat menulis, dan saling dikaitkan oleh lingkaran (rings), seperti pada ring penjilid buku modern. Seseorang menulis dengan menggunakan jarum/pena yang digunakan untuk menulis di atas stensil, dan spatula kecil yang datar untuk menghapus tulisan, seperti hapusan pada pensil modern. Di antara papan kayu diselipkan lembaran tambahan secara bertahap, biasanya terbuat dari perkamen, yang dapat dilipat dengan lebih mudah dan lebih tahan lama daripada lontar yang rapuh dan berserabut. Pada akhirnya, hanya tinggal dua papan kayu bagian terluar yang tinggal, menopang lipatan lembaran yang saling berkaitan di bagian belakangnya, dan dilekatkan pada  sampulnya oleh tali kulit penghubung yang kuat. Penggunaan perkamen sebagai alas untuk menulis sudah  umum digunakan di wilayah timur dekat; contohnya gulungan buku dari zaman Palestina dan Persia kuno yang terbuat dari kulit hewan, baik  diberi warna coklat seperti warna kulit atau diputihkan, diulurkan, dan digosok-gosok sebagai perkamen atau naskah yang ditulis pada kulit binatang. Istilah “perkamen” atau “pergamenum” diambil dari kota Pergamum, pusat pembelajaran, dimana pada abad ke-2 sebelum masehi, Raja Eumenes II mendirikan perpustakaan sebagai tandingan perpustakaan Ptolemies.           

      Di wilayah timur jauh, buku-buku Cina dan Jepang juga mengalami perubahan yang sama, yaitu dari bentuk gulungan menjadi lipatan lembaran yang dilindungi sampul, akan tetapi proses perubahannya jauh lebih sederhana. Buku yang mempunyai lipatan seperti akordeon merupakan salah satu bentuk perkembangan yang terjadi; yang mana gulungan dapat ditukar menjadi rangkaian halaman yang lebih mudah dibuka hanya dengan melipatnya. Dengan menjahit lembaran-lembaran  sepanjang salah satu sisinya, bentuk buku yang paling sederhana telah dihasilkan, sebuah bentuk yang telah bertahan di Cina dan Jepang dari permulaan hingga saat ini. Jenis buku ini dapat dikenali dengan mudah karena  dicetak (atau ditulis) hanya pada satu sisi, dengan sisi yang lain dibiarkan tidak terpotong.           

      Buku-buku yang beredar di Barat berasal dari codex. Hingga munculnya keahlian yang memprakarsai munculnya jenis-jenis pencetakan yang lebih dinamis, selama lebih dari seribu tahun. Papan-papan kayu yang berat, biasanya terbuat dari pohon eik tua, masih tetap digunakan oleh umat Kristen hingga era Renaisans. Kebanyakan naskah-naskah penting memiliki papan-papan yang dihias dengan bahan-bahan bermutu tinggi; gading, emas, dan perak, yang dikerjakan oleh tenaga-tenaga pilihan dengan beragam tekhnik pandai emas, ditaburi dengan perhiasan dan batu-batu mulia, serta polanya dirancang sesuai dengan simbol-simbol Kristen. Kulit anak sapi berwarna coklat merupakan bahan sampul paforit yang kemudian dihiasi dengan bahan  yang menimbulkan kilauan, serta cuir cisele (kulit yang dibuat dengan teknik dan alat-alat pandai emas). Pada akhir abad pertengahan bahan-bahan tersebut diganti dengan gulungan, cap hias, dan peralatan dari emas. Kebanyakan teknik yang dipakai di  Eropa ini berasal dari dunia Arab,  sebagai bangsa pelopor dalam  penjilidan yang menggunakan hiasan kulit, sekitar abad ke-6.           

      Jilidan yang paling sederhana dari abad pertengahan  adalah sarung buku yang dibuat dari  kulit binatang. Sepanjang abad pertengahan, bagian punggung buku tetap dibiarkan tanpa hiasan dan tanpa tanda pengenal. Karena pada masa ini buku masih jarang dan penambahannya pun masih sangat sedikit, maka buku disimpan dengan digelatakan di rak atau meja. Pada saat  jumlah buku semakin banyak dan tempat penyimpanannya menjadi langka, maka buku ditempatkan berdiri tegak dengan hanya bagian punggungnya yang terlihat. Dalam posisi ini, pencantuman nama penulis, judul, serta informasi lain yang terdapat pada punggung buku menjadi sangat penting.           

      Naskah abad pertengahan tidak memiliki halaman judul. Dimulai dengan incipit (“dari sini dimulai”) diikuti dengan gambaran singkat mengenai isi. Pada bagian akhir muncul explicit, yang berarti (“disini dikembangkan”) atau (“pemaparan sampai akhir”). Codex sinaiticus sangat terkenal di museum Inggris, merupakan naskah alkitab abad ke-4, memiliki tidak kurang dari empat kolom pada setiap halamannya. Peraturan umum yang digunakan saat ini adalah satu atau dua kolom per halaman untuk setiap bentuk codex.           

      Pada awalnya, setiap bab dan sub-bab pada naskah-naskah abad pertengahan ditampilkan dengan hiasan-hiasan dan bentuk-bentuk huruf yang tidak hanya menambah keindahan halaman tersebut, namun juga mampu memudahkan pembacanya.           

      Bagi para pembaca zaman modern, yang terbiasa membaca tulisan dengan huruf yang sudah terstandarisasi dalam bentuk roman dan italic, naskah-naskah abad pertengahan dianggap memiliki keragaman kreatifitas yang tak terbatas. Tulisan pada abad pertengahan ini sebagian ditentukan oleh gaya menulis indah (kaligrafi), dan sebagian lagi oleh kebiasaan setempat. Ini juga dipengaruhi oleh perubahan pada struktur abjad. Codex-codex terdahulu ditulis dengan menggunakan huruf-huruf kapital formal, seperti pada gulungan-gulungan buku bangsa Yunani dan Latin. Untuk non formal, digunakan tulisan dengan karakter huruf latin cursive pada zaman Romawi kuno unutk korespondensi pribadi dan catatan bisnis, namun bentuk ini penerimaannya sangat lambat. Barulah  pada abad ke-9, pada masa pemerintahan Charlemagne, huruf-hruf kecil dapat diterima secara umum dan distandarisasi. Huruf-huruf kecil ini merupakan asal-usul huruf-huruf kecil Romawi yang ada saat ini. Huruf kapital Romawi berasal dari prasasti Romawi pada abad ke-1 sesudah Masehi.           



      Comments
      sarastiono  - Karya Tulis Paperless   |2010-07-16 05:31:29
      Maju terus literasi....untuk KTI paperless ada ndak. Kalau bisa di kirim ke
      email. Thanks
      sarastiono  - KTI Paperless   |2010-07-16 05:32:47
      Maju terus Literasi....KTI Paperlessada ndak... mohon kirim ke email. Tahanks
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Monday, 01 June 2009 14:30  

      Items details

      • Hits: 12976 clicks
      • Average hits: 102.2 clicks / month
      • Number of words: 7951
      • Number of characters: 59866
      • Created 11 years and 7 months ago at Friday, 29 May 2009 by Administrator
      • Modified 11 years and 6 months ago at Monday, 01 June 2009 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 78
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9127380
      DSCF8798.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC