.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Menjadi Pembelajar Seumur Hidup


      SIAPA menguasai informasi,' dia bisa menguasai dunia (John Naisbitt). Manusia selalu membutuhkan informasi dalam hidupnya, sekecil apa pun. Namun, kecenderungan manusia . zaman sekarang justru kritis ter-hadap informasi. Setiap orang semakin selektif terhadap informasi yang mereka butuhkan. Apakah informasi yang kita dapat itu tepat? Apakah sumber informasi yang ada dapat dipercaya? Beberapa per-tanyaan tersebut bisa dijawab dengan literasi informasi (information literacy).

      Menurut US Rational Commi-sion on Library and Information Science, 2003, literasi informasi adalah kemampuan mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, mengatur, dan menciptakan, memanfaatkan, serta mengomunikasikan informasi secara efektif untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Hal ini mencakup pengetahuan dan kebutuhan informasi seseorang, Oleh karena itu, konsep yang berasal dari Amerlka Serikat ini menjadi prasyarat untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan masyarakat informasi. "Literasi informasi merupakan seperangkat keterampilan untuk mengetahui cara belajar yang baik dan benar. Tujuannya, menyiapkan seseorang menjadi pembelajar seu-mur hidupnya," ujar Hanna Latuputty George, Ketua Umum Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI).

       

      Bagaifnana mewujudkan literasi informasi? Yang jelas, kita harus menjadi orang melek informasi. Ada beberapa kriteria orang yang melek informasi. Pertama, kita yang melek informasi sudah bela­jar bagaimana caranya "belajar". Maksudnya, saat seseorang memutuskan untuk mempelajari.sesuatu, ada tahapan yang harus dilalui supaya tepat pada tujuan. Sebagai contoh, kalau kita ingin pergi berlibur ke Bali. Untuk bisa sampai di Bali, tentu harus melalui proses dari tahap pemikiran biaya, transportasi, penginapan, hingga tujuan mengapa kita ke Bali. Berbagai proses itulah yang dinamakan belajar bagaimana caranya "belajar".

      "Literasi informasi bisa dkerap-kan dalam setiap aspek kehidupan. Tergantung kebutuhan. Dari menentukan jenis masakan bagi

      ibu rumah tangga sampai melakukan penelitian bagi il-muwan, literasi informasi sangat bermanfaat," tutur Hanna. i Kedua, mau berpikir kritis dan bersikap etis terhadap informasi yang dimiliki. Di sini, kita diajak untuk tidak menerima mentah-mentah segala informasi yang dida-| pat, tetapi bisa membedakan mana i yang tergolong ftksi, fakta, dan | opini. Tak hanya itu, kita pun harus menghargai sumber infor¬masi yang sudah menyediakan in-; formasi yang dibutuhkan. Misal-[ nya, saat kita mengutip pernyataan atau menyadur dari sebuah buku, | kita harus bersikap etis dengan | menuliskan atau menyebutkan na-i ma si pengarang buku, I Terakhir, kita menjadikan • \ kegiatan belajar sebagai bagian dari kehidupan. Tidak bisa disangkal, kecepatan pertumbuhan informasi p'ada era sekarang bisa dikatakan tidak terkendali.ylnfor--masi, baik yang dibutuhkan atau tidak, terus mengalir tanpa kita ke-hendaki. Maka dari itu, proses be-lajar pun terjadi secara kontinyu dalam diri kita.

      "Akan lebih baik jika kemam-puan ini ditanamkan sejak dini. Hasilnya, kita akan lebih mandiri untuk mencari, mengolah, dan memanfaatkan informasi," ucap . Herika Rainathami, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan.

      Hal ini diamini Hanna. Menurut dia, literasi informasi bisa dijadikan sebagai tameng atas dunia informasi yang sudah tak terbendung lagi. Hal ini berhubungan dengan kecanggihan teknologi yang banyak mengambil peran. Seperti yang kita tahu, teknologi yang berkembang pesat sangat mempermudah akses segala macam informasi bagi siapa pun. Bahkan, informasi yang kita dapat secara on line kadang terjadi simpang siur atau tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

      "Dalam pengembangan konsep literasi informasi, pustakawan sangat berperan karena di perpustakaanlah terjadi akumulasi informasi dan pengetahuan," jelas Hanna. .

      Hubungan antara informasi dan perpustakaan seperti hubungan antara dokter dan rumah sakit. Dokter yang mengobati pasien, sedangkan rumah sakit yang rnengatur jadwal praktik, keuangan, ruang dari dokter itu. Jika informasi tidak diatur, dimanfaatkan, dan disimpan, maka informasi akan hilang. Perpustakaan yang dikelola pustakawan mempunyai peran untuk mewujudkan konsep literasi informasi. .

      Sayangnya, profesi pustakawan di Indonesia belum cukup mendapat perhatian dari masyarakat. Padahal, pustakawan memegang posisi kunci untuk mewujudkan masyarakat yang berinformasi. Salah satu tugas pustakawan adalah membimbing pemustaka (pengguna perpustakaan) agar lebih efektif dan efisien dalam mencari informasi diperlukan. Kenyataannya, menurut Hanna, sebagian tenaga perpustakaan di Indonesia tidak memiliki kemampuan dan keterempilan memadai dalam mfengelola perpustakaan.

      "Profesi pustakawan belum percaya diri untuk menunjukkan kualitasnya. Bahkan, kebanyakan perpustakaan sekolah atau kampus dikelola oleh pegawai TU (tata.usaha)," kritik Hanna.

      I ngin mengetahui tentang literasi informasi lebih dalam? Kita bisa mengikuti berbagai pelatihan, seperti seminar sehari "Bandung Lautan Informasi" beberapa waktu lalu. Tak kalah penting, mari kita dukung pemberdayaan perpus¬takaan di Indonesia, terutama yang ada di sekitar. ***

      soraya spumanti This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it


      Comments
      Agustia Rani  - perpustakaan     |2012-06-26 19:39:40
      jdkan perpustakaan jd pusat informasi
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 09:20  

      Items details

      • Hits: 41757 clicks
      • Average hits: 449 clicks / month
      • Number of words: 2954
      • Number of characters: 26318
      • Created 7 years and 9 months ago at Tuesday, 13 March 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 9 months ago at Tuesday, 13 March 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Google+ Facebook Twitter mail SC