.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      MEDIA INDONESIA, 27  APRIL   2009

      Community Based Learning

      MARILAH kita sedikit kontemplatif, membayangkan bahwa Indonesia adalah sebuah gedung sekolah yang terdiri dari rangkaian kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah dan wakilnya, ruang perpustakaan dan sedikit ruang bermain anak-anak. Menjelang ujian nasional (UN), kebijakan kepala sekolah dan wakilnya terpecah. Yaitu satu ingin agar anak-anak diberi sedikit kelonggaran agar bisa mengerjakan UN secara maksimal dan aman, satunya ingin agar anak-anak ditempatkan pada posisi high alertl Tidak boleh mencontek dan haras jujur. Situasi ini membuat guru-guru juga terpecah. Karena, merekalah yang paling tahu bagaimana kondisi psikologis dan akademis tiap-tiap siswanya. Pro dan kontra tentang bedanya kebijakan mewarnai sekolah tersebut.

      Itulah yang terjadi dalam seminggu terakhir ini, ketika peristiwa politik Indonesia mempertontonkan adegan yang kurang lebih sama, yaitu terpecahnya kongsi SBY-JK. Dalam konteks sekolah, tanpa mereka sadari, selain guru dan murid yang telah mereka korbankan, tetapi juga masyarakat secara luas sebagai pemilik aset sesungguhnya, yaitu anak-anak bangsa. SBY-JK sedang memperlihatkan watak sesungguhnya dari rimba politik yang sangat banyak dan beragam penghuninya, tetapi penguasanya hanya satu, yaitu keserakahan berbungkus rapi kekuasaan. SBY-JK juga sedang melakukan pembiaran dari proses perlawanan yang secara diam-diam sedang dilakukan rakyatnya, yaitu tingginya angka golput dan ketidakpercayaan masyarakat pada sistem negara kita.

       

      Namun, berhentilah meratapi gonjang-ganjing perpolitikan Indonesia yang semoga menjadi lebih baik ke depan. Marilah sekarang kita berkaca pada bentuk 'perlawanan' lain yang sedang dilakukan warga Vila Bintaro Indah, Jombang, Ciputat. Sebuah bentuk pembelajaran berbasis masyarakat (commu­nity based learning/CBL) sedang berlangsung di sana. Gerry Stahl (2004) menyebutkan bahwa tema com­munity-based learning dapat merujuk pada beragam bentuk pembelajaran, baik secara individual maupun kelompok. Namun, di lain pihak, secara ekstrem CBL merupakan konsepsi sosial terhadap bentuk pembelajaran yang berlangsung di bawah kontrol masyarakat. Di Masjid Baiturrahman empat tahun lalu, Pak Ezhar Manaf memulai inisiatif CBL dengan niat baik menghidupkan masjid sebagai pusat taklim Alquran. Sepasang suami-istri (Ustad Sukri dan istrinya) yang penuh ikhlas dan alumnus salah satu pesantren di Thailand Selatan, adalah dua orang hafiz (penghafal) Alquran yang bertemu secara tidak sengaja dengan Pak Ezhar dan Pak Agus. Mereka bersepakat untuk mendidik dua orang anak Aceh korban tsunami yang dibawa Pak Ezhar dari Banda Aceh sebagai hafiz. Dalam perjalanan yang hampir empat tahun, M Taslim dan M Amin mampu menghafal hingga 27 dari 30 Juz Alquran.

      Yang menarik adalah dari cara bagaimana Pak Ezhar dan Pak Agus menggalang dukungan masya­rakat agar program menghidupkan masjid ini berjalan. Setelah memberi contoh dengan cara memberi apa yang dimakan keluarganya kepada ustad Sukri dan istrinya serta kedua orang muridnya setiap hari. Akhirnya kegiatan itu dilihat dan didengar warga lainnya. Berbondong-bondong setelah itu warga ikut membantu Ustad Sukri dan para santrinya yang tidur serta belajar seadanya di masjid. Hingga saat ini Ustad Sukri telah memiliki 27 santri yang semuanya dibiayai dan diberi makan oleh warga sekitar. Harap diketahui, ke-27 santri tersebut adalah anak-anak tak mampu dan yatim piatu yang datang dari berbagai daerah, seperti Aceh, Riau, Palembang, Lampung, Cianjur, Tegal, Purwodadi, Pontianak, Bogor, dan sebagainya.

      Ketika berbincang dengan beberapa warga yang terlibat aktif membantu proyek CBL ini, alasan-alasan yang dikemukakan amat tunggal, yaitu keikhlasan Ustad Sukri yang tak mau dibayar ada­lah sumber inspirasi bagi warga sekitar yang rata-rata adalah pekerja. Bahkan ketika ada salah seorang santri bernama Jannatu Adnin mengalami sedikit kecelakaan karena terpeleset di masjid sehingga menyebabkan dia mengalami koma selama 21 hari, warga tetap membantu Adnin. Bahkan tiga hari pertama di Rumah Sakit Internasional Bintaro biaya yang haras dibayar sebesar 24 juta rupiah, warga patungan membayar.

      Adnin, anak seorang tukang gorengan dari Sukabumi, adalah inspirasi lain bagi warga Vila Bintaro Indah dari kemukjizatan Alquran dalam balutan CBL. Ketika diagnosis, dokter mengatakan harapan hidup Adnin hanya 20%, Ustad Sukri tetap tersenyum dan percaya bahwa di atas semuanya ada kuasa Allah. Benar saja, setelah 21 hari Adnin siuman dan tersenyum, dengan kondisi otak yang masih normal dan bahkan dia sama sekali tak lupa hafalan Alqurannya yang sudah 20 juz. Subhanallah. Warga belajar de­ngan mengalami dan merasakan apa yang menurut mereka baik bagi lingkungannya.

      Ahmad Baedowi

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Thursday, 30 May 2013 17:31  

      Items details

      • Hits: 1146 clicks
      • Average hits: 14.1 clicks / month
      • Number of words: 1808
      • Number of characters: 14062
      • Created 6 years and 9 months ago at Monday, 27 February 2012 by Administrator
      • Modified 5 years and 6 months ago at Thursday, 30 May 2013 by Suherman

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 133
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091240
      bacalah.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC