Bacalah PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 01 April 2010 16:07


Buku karya Suherman terbaru yang diberi judul Bacalah! Menghidupkan kembali semangat membaca para mahaguru peradaban. Buku ini berisi tentang pengalam dan tradisi orang-orang besar dalam membaca buku. Sebuah buku yang akan memotivasi dan menggelorakan minat baca. Untuk memasyarakatkan semangat buku secara masal dan simultan penerbit memfasilitasi Pelatihan Membangkitkan Kesadaran Membaca yang dipandu langsung oleh pengarangnya. Proposal pelatihan dapat diunduh
di sini.

“ Agaknya inilah yang kita rindukan bersama,

di setasiun bis dan ruang tunggu kereta api negeri ini buku

dibaca, di perpustakaan perguruan, kota, dan desa buku dibaca,

di tempat penjualan buku laris dibeli,

dan ensiklopedia yang terpajang di ruang tamu

tidak berselimut debu karena memang dibaca”

(Taufiq Ismail, budayawan)


“ Buku menjadi kunci perubahan dunia. Itulah sebabnya buku sering disebut sebagai jendela peradaban. Karena dari bukulah peradaban sebuah negara menjadi maju, dan dari buku pula sebuah peradaban tak memberikan makna apapun ketika buku diabaikan begitu saja.” (AM Fatwa, Politisi)

Comments
Add New
ali  - download proposal     |2010-04-21 05:14:21
bagus sekali>.!

mau download proposalnya,, angin mengundang penulis, tapi kok
tidak bisa di download???
ade  - Pustakawan   |2010-05-14 21:22:10
Buku yang bagus...saya perlu membacanya. Kalo dri pengalaman pribadi, membaca
itu hrs dtg dari dalam diri atas dasar kebutuhan dan dan rasa nyaman. Itupun
dimulai dari komik dan kho ping ho :-P
sasadara manjer kawuryan  - ok...   |2010-08-06 20:38:59
yupz.... saya akan membeli buku ini!
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated on Wednesday, 05 May 2010 11:09
 

Kalender & Agenda

September 2010
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2

Tidak Mungkin Intelektual Menganggur

Oleh:

Suherman

Ketua Masyarakat Literasi Indonesia (MLI)

Sarjana menganggur sangat banyak, tapi intelektual menganggur rasanya tidak mungkin alias mustahil. Sarjana dan intelektual tidak sama dan sebangun alias memiliki pengertian yang berbeda. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sarjana adalah gelar yang dicapai seseorang yang telah menamatkan pendidikan tingkat terakhir di perguruan tinggi. Sedangkan intelektual artinya seseorang yang cerdas, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan atau disebut juga cendekiawan. Jelas sarjana bukan padanan kata intelektual. Dengan memperhatikan definisi atau arti kata intelektual saja sudah dapat disimpulkan mustahil ada intelektual yang memnganggur atau terjadi trategi “pengangguran intelektual”. Akan tetapi, walaupun kata “pengangguran intelektual“ terasa rancu namun sudah terbiasa diucapkan di masyarakat umum alias salah kaprah. Seperti judul sebuah artikel di harian Tribun Jabar edisi tanggal 15 Oktober 2009 “Mewaspadai Booming Pengangguran Intelektual”, yang ditulis oleh seorang dosen pascasarjana.

Read more...