.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Arti Membaca

      Oleh:

      Suherman

      Penulis yakin semua orang pasti tahu apa yang dimaksud dengan membaca. Akan tetapi tidak semua orang bisa membuat definisnya. Begitu juga dengan makan. Aktivitas ini adalah yang paling sering dilakukan manusia dalam hidupnya, lebih saring daripada membaca, akan tetapi tidak semua orang dapat membuat definsi tentang makan. Banyak sekali aktivitas yang sudah menjadi kebiasaan dalam diri kita akan tetapi pada saat diminta arti atau difinisinya sulit untuk menuliskan atau mengucapkannya.

      Karena untuk kepentingan penulisan ilmiah maka membaca harus didefinikan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia membaca berarti: 1) melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati; 2) mengeja atau melafalkan apa yang tertulis; 3) mengucapkan; 4) mengetahui, meramalkan; 5) memperhitungkan, memahami. Penulis sengaja mencantumkan secara lengkap arti membaca secara leksikal di atas untuk memperoleh makna yang lengkap tentang membaca. Jadi membaca merupakan aktivitas yang dilakukan manusia mulai dari lahir sampai meninggal dunia. Membaca sangat ditentukan selain oleh teks juga oleh konteksnya. Kita sering mendengar atau membaca kalimat dengan memakai kata “membaca”, misalnya: membaca buku, membaca wajah atau membaca garis tangan, membaca permainan lawan, membaca tanda-tanda zaman, membaca situasi dan kondisi, dan lain-lain.

      Memang banyak para pakar berpendapat bahwa membaca bukan hanya melihat tulisan akan tetapi bisa memaknai kata-kata yang tersurat juga dengan kandungan yang tersirat. Bisa membaca yang tidak tertulis. Bisa melihat yang tidak terlihat. Akan tetapi dalam tulisan ini membaca dibatasi dalam arti bringing meaning to and getting meaning from printed or written material, memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahan tertulis atau tercetak sebagaimana didefinisakan oleh Finochiaro dan Bonomo (Tarigan, 1979: 9).[1]

      Berikut adalah beberapa kalimat yang berhubungan dengan membaca (Deborah Daiek dan Nancy Anter. Critical Reading for College and Beyond. New York; McGraw-Hill, 2004, hal. 5)

      · Reading is a form of communication, using written language or symbols (text)

      · Reading is two-way communiction between an author and a reader

      · Reading is interpretation and understanding

      · Reading is a process (processes)

      · Reading is thinking

      Semua kata kalimat di atas adalah benar. Kata-kata yang tertulis tidak memiliki makna apabila kita tidak mengerti atau tidak memikirkan apa yang dikatakan oleh pengarang. Membaca adalah suatu proses aktif yang tergantung kepada kemampuan pengarang dalam menyampaikan makna dengan menggunakan kata-kata dan kemampuan pembaca dalam membuat makna dari kata-kata yang ditulis oleh pengarang. Bahkan lebih luas lagi membaca merupakan, “keterkaitan total seseorang dengan suatu informasi simbolis.”[2] Membaca buku pada umumnya adalah upaya membunuh waktu yang sederhana dan dilakukan sendirian: kegemaran membaca buku adalah antitesis sejati bagi sikap lebih suka bertindak yang seolah mengguncangkan dunia dengan keras. Pena mungkin dapat menyombongkan diri lebih kuat daripada sebilah pedang, namun untuk jangka pendek pada umumnya pedang yang menang. Dan tepat seperti pepatah itu: dalam jangka pendek penulis dapat ditekan, dipenjara, atau dieksekusi, ucapan mereka disensor dan buku mereka dibakar, namun dalam arus sejarah yang panjang, adalah buku serta ide-ide yang dituangkan di dalamnya yang telah mengubah dunia.[3] Bahkan sebuah buku bisa membunuh rezim kolonialisme.[4]

      Setiap orang memiliki pengalam atau arti tersendiri dalam membaca yang berbeda. Ada yang merasakan kenikmatan dan kepuasan yang luar biasa sehingga mengeluarkan kata-kata yang indah untuk melukiskan kepuasan batin pada saat membaca. Seperti yang dikatakan oleh Yoshida Kenko, 1688), “ Duduk sendirian di bawah sinar lampu, buku terkembang di depan. Bercakap-cakap secara akrab dengan manusia dari generasi yang tak tampak. Sungguh suatu kenikmatan yang tiada tara.” Thomas B. Macaulay 1876, “Biarlah saya jadi orang miskin, tinggal di gubuk tapi punya buku banyak dripada jadi raja tapi tak suka membaca.”. Deiderius Erasmus, “Kalau ada uang sedikit, saya beli buku,. Kalau masih ada sisanya, saya beli makanan dan pakaian.”

      “Jika saya membaca buku dan hal itu membuat seluruh tubuh saya begitu dingin sehingga tak ada api yang bisa menghangatkan saya, saya tahu itu adalah puisi (Emily Dickison, Penyair Amerika, 1830-1886)

      Membaca adalah sebuah suaka, tempat yang paling pribadi, privat, dan subjektif. Sebuah penjelajahan kedalaman, dan keintiman, seoseorang dengan dirinya sendiri. Juga sebuah pengalaman penggalian makna serta perengkuhan pengalaman esoterik, seperti sufi “mabuk Tuhan”. Bagi orang yang melakukan deep reading waktu seperti berhenti.[5] Jean-Paul Sartre (19051980), filsuf dan penulis Perancis yang dianggap mengembangkan aliran eksistensialisme, menceritakan bagaimana pengalaman batinnya pada saat dia membaca terutama pada waktu masih kecil:

      Melalui buku demi buku, aku menemukan kembali kehidupan serta ‘kegilaan’. Cukup dengan membuka salah satu buku, aku berhadapan kembali dengan akal budi tak manusiawi nan gelisah—baik kebesaran maupun kegelapannya melampaui daya tangkapku—dan yang meloncat dari satu gagasan ke gagasan lain dengan kecepatan demikian tinggi hingga aku ‘lepas kendali’ seratus kali per halaman, dan membiarkan naskah berlalu sementara aku merasa pusing kebingungan....

      Dua puluh kali aku membaca halaman-halaman terakhir dari Madame Bovary, akhirnya aku tahu paragrafnya di luar kepala.

      “Aku menyadari betul kerasnya buku bertahan, tak pernah mau takluk begitu saja padaku, aku jadi terpedaya, capai tetapi amat kunikmati ambiguitas posisiku: ‘mengerti tetapi tidak mengerti’. Kekekalan dunia selamanya terletak di situ.....

      “Apakah ini dinamakan membaca? Tidak, aku hanyut dalam ekstase........”[6]

      Setiap kali membuka sebuah buku, aku akan bisa mamandang sepetak langit. Dan jika membaca sebuah kalimat baru, aku akan sedikit lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya. Dan segala yang kubaca akan membuat dunia dan diriku sendiri menjadi semakin lebih besar dan luas. Sebuah buku adalah dunia ajaib penuh simbol yang menghidupkan kembali si mati dan memberikan hadiah kehidupan yang kekal kepada yang masih hidup. Sungguh tak dapat dibayangkan, fantastis, dan ‘ajaib’ bahwa kedua puluh enam huruf dalam alfabet kita bisa dipadukan sedemikain rupa sehingga bisa memenuhi rak rasasa dengan buku-buku dan membawa kita ke sebuah dunia yang tak pernah berujung. Dunia yang selalu bertumbuh dan bertumbuh, selama masih ada manusia di muka bumi ini.[7]

      Ada juga yang sebaliknya, dan ini mungkin yang dirasakan mayoritas penduduk Indonesia, membaca menjadi sebuah beban, sebuah pengalaman yang menjengkelkan bahkan menyakitkan. Walaupun membaca akan melahirkan banyak kebaikan atau manfaat akan tetapi dalam prosesnya seperti seorang pasien yang harus meminum pil pahit secara teratur setiap hari.

       



      [1] Juga termasuk di dalamnya membaca dalam bentuk digital dengan media elektronik atau internet.

      [2] Tony Buzan. Use Your Head (Gunakan kepala Anda). Jakarta: Interaksara, 2006, hal. 48

      [3] Andrew Taylor. Buku-buku Yang Mengubah Dunia. Jakarta: Erlangga, 2011. Hal. 5.

      [4] Pramoedya Ananto Toer menyebut bahwa buku novel Max Havelar karya Multatuli (naman samaran Eduard Douwes Dekker) adalah buku yang membunuh kolonialisme. (Putut Widjanarko, op.cit. hal. 170)

      [5] Putut Widjanarko, op.cit., hal. 72

      [6] Diana AV Sasa dan Muhidin M. Dahlan.op.cit., hal. 36

      [7] Dikutp dari novel karya Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup. Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken. Bandung; Mizan, 1999, hal. 237-238.

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 548 clicks
      • Average hits: 26.1 clicks / month
      • Number of words: 5214
      • Number of characters: 46787
      • Created one month and 9 months ago at Tuesday, 21 February 2017 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Google+ Facebook Twitter mail SC