.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      KEMISKINAN

      Antara Statistik dan Kenyataan


      Jumlah penduduk miskin terus berkurang. Data terakhir Badan Pusat Statistik menyebutkan, jumlah penduduk miskin turun sejuta orang menjadi 30,02 juta orang atau 12,49 persen dari jumlah penduduk. Itulah hitung-hitungan Statistik.

      Oleh FXLAKSANA  AGUNG SAPUTRA

      Namun, mengapa masih saja ada penduduk yang hidupnya terjerat kemiskinan. Wajah kemiskinan tersebar di sudut-sudut Indonesia. Suatu siang awal November 2011, di sudut perempatan, persis di kolong Jembatan Karet Bivak, Jakarta Pusat, dua bocah tertidur lelap. Mereka adalah Riska (7) dan Syahrul (2).

      Duduk menjagai di samping mereka, Nana (20), sang bibi yang sedang hamil tua dan tinggal menghitung hari untuk persalinan jabang bayi, anak kedua-nya. Anak pertamanya baru berumur satu tahun dua bulan.

      Nomat (28), kakak kandung Nana sekaligus ayah Riska, muncul dari balik gelap kolong dan naik ke atas Jembatan. Sambil menggendong Imin (43), ka-wannya yang cacat, ia bergegas naik ke atas Jembatan untuk mulai mengemis. Imin adalah pria asal Serang, Banten, yang tak mampu berjalan karena kedua kakinya cacat sejak umur 10 tahun akibat polio.

      Di perempatan yang sama, Ama (65), nenek Nomat, juga mengemis. la mengemis sambil menggendong cicitnya sekaligus anak sulung Nana, Dafa.

      Ama termasuk generasi pertama orang jalanan yang tinggal di kolong Jembatan Karet Bivak. Lebih kurang 30 tahun hidup­nya habis di kolong dan jalanan bersama anak, cucu, dan cicit­nya. Mengemis lagi, lagi-lagi mengemis. Inilah jalan hidup empat generasi keluarga besar Ama.

      Jalan hidup lain adalah tentang Sarkam (45). Semasa rema-ja, anak buruh tani itu bekerja di sebuah pabrik gula di Cirebon, Jawa Barat. Suatu hari, ka-wat besi di salah satu unit kerja pabrik putus hingga menyebabkan 14 bumh celaka, 11 orang tewas seketika, dan 3 orang ca-cat seumur hidup, antara lain Sarkam yang otot kaki kanannya melintir sehingga kaki kanannya tertarik ke belakang permanen. la pun menjadi pincang.

      Sarkam muda lantas merantau ke Jakarta untuk mencoba peruntungan di jalanan Ibu Kota menjadi pengasong sampai pengamen. Suatu ketika, ia dikejar-kejar petugas satuan polisi pamong praja sampai jatuh tersungkur. Tempurung kaki kiri-nya bergeser. Sejak saat itu, kedua kakinya cacat.

      Roda nasib ayah tiga anak itu sebenarnya sudah mulai membaik beberapa waktu silam. la membuka waning makan kecil-kecilan di dekat salah satu pintu air Kalimalang, Jakarta Timur. Penghasilan kotornya Rp 20.000-Rp 50.000 per hari. Sua­tu hari, petugas satuan polisi pa­mong praja membakar habis waning Sarkam karena dianggap melanggar peraturan daerah. Kini, ia menjadi pengemis di perempatan jalan.

      "Kalau punya modal Rp 500.000, ngasong di jalanan, dikejar-kejar. Punya modal Rp 2 juta, jualan di kaki lima, ditang-kap. Lalu, orang-orang seperti saya ini suruh kerja apa? Di mana?" kata Sarkam galau. Kisah lain adalah tentang 16 keluarga Suku Laut di salah satu pulau pedalaman di Kota Ba-tam, Kepulauan Riau. "Dulu, memancing di satu-dua karang saja bisa dapat kerapu sampai 10 kilogram. Sekarang, satu kerapu saja belum tentu dapat biar memancingnya sampai lima ka­rang," kata Sard (30), salah se-orang warga Suku Laut.

      Industrialisasi di Pulau Batam sejak 1973 salah satunya berimplikasi menjamurnya pab­rik galangan kapal. Reklamasi pantai dilakukan membabi buta, ratusan hektar bakau lenyap, dan lirnbah di mana-mana. Akibatnya, ikan lenyap, penghasilan menguap.

      Kini, Suku Laut hams bertahan hidup dengan menjadi pemulung potongan kayu papan dan besi limbah galangan kapal. Kayu digunakan untuk bahan bakar memasak dan limbah besi dijual ke penadah seharga Rp 1.800 per kilogram. Sementara tangkapan ikan lebih sering ha­bis dikonsumsi untuk kebutuhan sendiri.

      Potret orang miskin kota di Jakarta hingga kemiskinan Suku Laut itu akhirnya menjadi statistik belaka. Berdasarkan Laporan Data Bulanan Sosial-Ekonomi per Oktober 2011 Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin pada Maret 2011 se-banyak 30,02 juta jiwa atau 12,49 persen dari total penduduk yang berjumlah 237,6 juta orang. Artinya, jumlah pendu-duk miskin turun 1 juta jiwa dibandingkan dengan Maret 2010 yang jumlahnya 31,02 juta jiwa atau 13,33 persen dari total penduduk. Produk domestik bruto Indonesia pada triwulan    ' HI-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 tumbuh 6,5 persen dan terjadi di semua sektor. Namun, pe-ringkat Indeks Pembangunan Manusia Indonesia merosot dari posisi ke-108 menjadi ke-124.

      Kontras antara Statistik dan kenyataan itu dirumuskan menarik oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Pem­bangunan III Daoed Joesoef dalam opininya di Kompas, 4 November lalu, berjudul "Presiden, Anda Sedang Apa?". Daoed Joe­soef mengingatkan, yang ditung-gu-tunggu adalah kebenaran yang bernilai, bukan sekadar ke­benaran yang terjelaskan. Artinya, pernyataan formal produk domestik bruto naik sekian per­sen ataupun kemiskinan turun sekian juta jiwa tidak berarti apa-apa bagi masyarakat miskin alias hanya pepesan kosong.

      "Kebenaran yang mereka lihat dan alami sehari-hari, yang membuat mereka geregetan, adalah proses pemiskinan, pembohongan, pembodohan, penyusutan kekayaan alami mereka, dan perusakan lingkungan," kata Daoed Joesoef.s

      Comments
      setya  - 122   |2012-06-29 01:36:25
      like this
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

       

      Items details

      • Hits: 1401 clicks
      • Average hits: 17.7 clicks / month
      • Number of words: 3959
      • Number of characters: 32110
      • Created 6 years and 7 months ago at Monday, 16 April 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,788
      • Sedang Online 140
      • Anggota Terakhir Robertrab

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9091495
      DSCF8768.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2018
      S M T W T F S
      28 29 30 31 1 2 3
      4 5 6 7 8 9 10
      11 12 13 14 15 16 17
      18 19 20 21 22 23 24
      25 26 27 28 29 30 1

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC