.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Anggaran
E-mail

Republika 3 mei 2008

 

Anggaran Pendidikan

 

Komitmen bangsa ini untuk memperbaiki taraf pen­didikan bisa dibilang masih sebatas wacana. Wacana yang terus menjadi komoditas bagi semua presiden yang me­mimpin bangsa ini. Juga semua partai politik yang berkiprah di jagat negeri ini. Semua anggota parlemen yang terhormat. Termasuk para menteri pendidikan nasional (mendiknas) dalam kabinet apa pun namanya.

Kita tentu ingat janji-janji kampanye para pejabat negara yang optimistis akan menaikan anggaran pen­didikan sebesar 20 persen. Janji-janji itu dikumandang­kan sejak era reformasi bergulir. Masyarakat tentu ingat bagaimana para presiden, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono, bersemangat untuk menaikkan anggaran pen­didikan. Namun janji itu hingga kini belum bisa dipenuhi.

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 10:44 Read more...
 
E-mail

 

PIKIRAN  RAKYAT, 2 SEPTEMBER 2008

 

Anggaran Pendidikan

Oleh M. SANUSI

 

Amanat Undang-undang 1945 untuk mengalokasikan dana 20% (di luar gaji guru) dari to­tal jumlah APBN 2009 akhirnya terealisasi meski harus menunggu waktu yang cukup lama ditambah sedikit tekanan dari Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam sejarah, baru tahun 2009 pemerintah menetapkan anggara sesuai amanat undang-undang 1945, sementara sebelum itu, anggaran 20% yang dikeluarkan masih memasukkan gaji guru dan alokasi dana administratif lainnya, hingga jumlahnya tidak mencapai 20% lagi. Ada banyak alasan untuk berharap kesejahteraan rakyat akan terangkat dengan ditetapkannya jumlah 20% tersebut. Karena idealnya, kualitas pendidikan yang baik akan berakibat pada daya saing SDM yang juga bagus, sehingga dengan itu, pembangunan akan merata dan kesejahteraan bisa dicapai.

Terlepas dari latar belakang disahkannya jumlah 20%, sikap pertama yang harus kita munculkan adalah mendukung langkah pemerintah ter­sebut. Dengan akumulasi dana yang mencapai Rp 224 triliun sebagaimana dipaparkan Susilo Bambang Yudhoyono dalam sidang Paripurna DPR (15/8) di Gedung DPR/MPR Senayan, harapan akan terangkatnya nasib manusia Indonesia kian besar. Dalam asumsi ini, pendidikan diibaratkan sebagai katalisator yang akan membawa perbaikan nasib bagi warga masyarakatnya. Antara sebelum dan sesudah mata anggaran pendidikan dinaikkan, diandaikan terdapat perbedaan signifikan menyangkut kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 10:39 Read more...
 
E-mail

 

MEDIA INDONESIA, 1 SEPTEMBER 2008

 

 

Anggaran Pendidikan

20 Persen

Oleh Amich Alhumami

Peneliti Sosial, Department of Anthropology, University of Sussex, United Kingdom

 

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, tuntutan masya­rakat pada pemerintah bahkan disertai gugatan hukum ke Mah­kamah Konstitusi untuk mengalokasikan anggaran sebesar 20% dari APBN untuk pendidikan sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945 akhirnya terpenuhi. Tanpa mengenal putus asa, para pemangku ke­pentingan bidang pendidikan terus meng­ajukan tuntutan agar pemerintah mematu­hi amanat konstitusi tersebut. MK juga su­dah berulang kali menyatakan alokasi ang­garan pendidikan selama ini inkonstitusio­nal karena tidak sesuai dengan diktum konstitusi. Dalam UUD 1945 Pasal 31 ayat (4) secara tegas dinyatakan: "Negara mem­prioritaskan anggaran pendidikan seku­rang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari ang­garan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional." Menurut definisi yang berlaku umum, anggaran pendidikan adalah kese­luruhan sumber daya baik dalam bentuk uang maupun barang, yang menjadi input dan dimanfaatkan untuk kepentingan pe­nyelenggaraan pendidikan. Segenap sum­ber daya tersebut bisa berupa investasi un­tuk pembangunan prasarana dan sarana (gedung sekolah, ruang kelas, kantor, per­pustakaan, laboratorium), biaya operasio­nal, penyediaan buku dan peralatan, serta gaji guru. Setiap komponen sumber daya berkaitan langsung dengan keberlangsu­ngan pelayanan pendidikan sehingga ha­rus dihitung sebagai satu kesatuan pem­biayaan pendidikan.

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 10:38 Read more...
 
E-mail

 

PIKIRAN RAKYAT, 4 JUNI 2008

 

Mokasi 20%

Anggaran, Pendidikan,

Mungkinkah?

Oleh H. TOTO SUTARTO GANI UTARI

 

ALOKASI 20 persen anggaran pendidikan di Jawa Barat sebagai amanat konstitusi diupayakan dapat terealisasikan pada tahun anggaran 2009 ("Pikiran Rakyat",18/4).

BERITA tersebut merupakan harapan seka­ligus embusan yang menyejukkan bagi warga Jawa Barat, khususnya bagi insan pendidikan. Fakta selama ini pendidikan kurang mendapat perhatian sampai menuai pa­rodi lagu Umar Bakri yang di­nyanyikan Iwan Fals. Meski seharusnya anggaran sebesar itu sudah dilakukan sejak di­putuskan, namun bila benar tahun 2009 terealisasi pantas diacungkan jempol untuk pim­pinan daerah Jawa Barat.

Akan tetapi, saat ini dunia sedang gelisah oleh naiknya harga pangan yang kemudian memicu harga minyak dunia yang melambung tinggi me­nyentun 120 dolar AS per ba­rel. Imbas dari semua ini, sub­sidi bahan bakar minyak (13BM) akan membengkak se­hingga akan membebani APBN. Apabila kejadiannya seperti ini, mungkinkah tahun 2009 (tahun depan) anggaran pendidikan 20 persen di Jawa Barat dapat direalisasikan?

Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 10:36 Read more...
 


Page 4 of 4

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,796
  • Sedang Online 81
  • Anggota Terakhir Dr. Ahmad Syawqi, S.Ag, S.IPI, M.Pd.I

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9122328
DSCF8754.jpg

Kalender & Agenda

October 2019
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC