.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      REPUBLIKA, 19 AGUSTUS 2008

       

      Pengalaman Buruk Anggaran Pendidikan

       

       

      Prof. Dr H Ki Suprivoko

      Pamong Tamansiswa, Pengasuh Pesantren Ar-Raudhah Yogyakarta

      Bahwa ternyata anggaran pendidikan dalam UU APBN-P 2008 hanya se­besar 15,6 persen sehing­ga tidak memenuhi ketentuan konst­itusional sekurang-kurangnya 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara. Dengan demikian, UU APBN-P 2008 bertentangan de­ngan UUD 1945. Demikian konklusi Butir (4.2) dalam Kutipan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia No13/PUU-VI/2008 ter­tanggal 13 Agustus 2008.

      Baru saja MK mengabulkan per­mohonan PGRI untuk mengadakan uji materi terhadap UU APBN-P 2008. Setelah melalui proses konsti­tusional yang cukup panjang akhir­nya disimpuikan bahwa UU APBN-­P 2008 bertentangan dengan UUD 1945.

      Atas kenyataan tersebut di atas maka MK meminta kepada peme­rintah supaya mengalokasikan ang­garan pendidikan sekurang-ku­rangnya 20 persen dari APBN. Permintaan ini disertai dengan batasan waktu, yaitu pada 2009. Artinya, dalam APBN 2009 diminta anggaran pendidikan sudah mencapai angka 20 persen.

       

      Kebiasaan melanggar

      Apakah putusan dan permintaan MK tersebut memberikan jaminan akan dicapainya anggaran pendi­dikan sebesar 20 persen dari APBN? Rasanya tidak! Putusan dan permin­taan MK tersebut diibaratkan seba­gai anjing menggonggong, tetapi ti­dak menggigit.

      Kalau kita jujur, putusan dan per­mintaan MK seperti itu bukan yang pertama. Artinya, pada sebelumnya MK pernah membuat putusan dan permintaan serupa. Dua atau tiga tahun lalu MK pun pernah meminta pemerintah sesegera mungkin dapat mengalokasikan anggaran pendi­dikan sesuai dengan ketentuan UU, dalam hal ini UU Sisdiknas dan UUD 1945.

      Sepertinya putusan dan per­mintaan MK tersebut diabaikan oleh pemerintah sehingga sampai seka­rang ini anggaran pendidikan kita tidak pernah mencapai angka 20 persen dari APBN. Bukan itu saja, lima tahun lalu atau tepatnya 8 Juli 2003 Presiden RI Megawati Soekarno putri mengesahkan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Pasal 49 ayat (1) UU ini secara jelas me­nyebutkan dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 persen dari APBN pada sektor pen­didikan dan minimal 20 persen dari APBD.

      Meskipun ketentuan ini terpajang eksplisit dalam UU, tetapi sampai sekarang besaran anggaran pen­didikan kita tidak pernah mencapai angka 20 persen. Hal itu berarti pe­merintah sudah melanggar UU yang kita buat sendiri.

      Bagaimanakah dengan UUD? Sa­ma saja! Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 rnenyatakan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD. Meskipun ketentuan ini terpajang eksplisit dalam UUD, tetapi sampai sekarang besaran anggaran pendidikan kita tidak pernah mencapai angka 20 persen. Hal itu berarti pemerintah sudah melanggar UUD yang amen­demennya kita buat sendiri.

      Dari dua ilustrasi konkret tersebut terkesan bahwa kita punya kebi­asaan yang tidak konstruktif, yaitu kebiasaan melanggar ketentuan per­undangan, baik UU maupun UUD. Kalau ditelusuri lebih jauh lagi ternyata kebiasaan melanggar itu sudah dimulai sejak Orde Baru.

      Kalau kita ingat sesungguhnya be­sarnya anggaran pendidikan di ne­gara kita pernah diatur pula di da­lam ketetapan MPR/MPRS, dalam hal ini adalah Tap MPRS No II/MPRS/1960 tentang Garis-Garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahapan Perta­ma 1961-1969 dan Tap MPRS No XXVII/MPRS/1966 tentang Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan. Dalam Tap MPRS No II/MPRS/1960 Pasal 9, Butir 1, Lampiran CI din­yatakan bahwa anggaran pen­didikan kita mencapai angka 25 persen dari anggaran belanja negara, sementara itu dalam Tap MPRS No XXVII /MPRS/1966 tentang Agama, Pendidikan, dan Kebuclayaan Pasal 6 secara eksplisit disebutkan bahwa sesuai dengan Ketetapan MPRS No II/MPRS /1960 Lampiran CI No 1, supaya Anggaran Belanja Negara untuk bidang pendidikan yang ber­jumlah 25 persen dilaksanakan.

      Kesimpulannya, kalau sampai se­se­karang anggaran kita tidak atau be­lum pernah mencapai angka 20 per­sen dari APBN, apalagi 25 persen, hal itu berarti pernerintah kita pun tidak mematuhi substansi yang dia­manatkan dalam ketetapan MPR(S).

      Janji Presiden SBY

      Terlepas dari putusan dan perrnin­taan MK tersebut ada sesuatu yang menarik untuk kita cermati, yaitu adanya pernyataan atau semacam janji Presiden untuk memenuhi besaran anggaran pendidikan. Pada pi­dato kenegaraan dan keterangan pemerintah atas rancangan  undang­-undang tentang APBN 2009 beserta nota keuangannya di depan rapat paripurna DPR RI tanggal 15 Agus­tus lalu Presiden SBY menyatakan pemerintah akan memenuhi besaran anggaran pendidikan 20 persen dari APBN.

      Pernyataan memenuhi besaran anggaran pendidikan ini sama sekali tidak dikaitkan dengan putusan dan permintaan MK yang dibuat dua ha­ri sebelumnya. Terlepas dari ada atau tidak ada kaitannya dengan kampanye pemilihan umum 2009 nanti, janji Presiden SBY tersebut sangat positif, sudah tentu kalau da­pat dilaksanakan.

      Kalau janji ini dapat dilaksanakan maka pengalaman buruk anggaran pendidikan akan dapat segera di­akhiri. Yang lebih penting, kenaikan nilai relatif dan nilai mutlak ang­garan pendidikan dapat digunakan untuk memantapkan kinerja pen­didikan nasional yang selama ini masih belum membanggakan.

       


       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Thursday, 23 February 2012 10:11  

      Items details

      • Hits: 2505 clicks
      • Average hits: 26.6 clicks / month
      • Number of words: 1518
      • Number of characters: 12195
      • Created 7 years and 10 months ago at Thursday, 23 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 10 months ago at Thursday, 23 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 52
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9127376
      DSCF8790.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC