.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      MEDIA INDONESIA, 19 AGUSTUS 2008

       

      Menyorot Anggaran Pendidikan 20%

      Oleh Benyamin Lakitan, Guru Besar Universitas Snwijaya.

      BERITA paling menggembi­rakan bagi kalangan pen­didikan ini akhirnya terde­ngar juga. Dalam pidato ke­negaraan Presiden RI tanggal 15 Agustus 2008, dinyatakan bahwa pada APBN 2009 akan dialokasikan paling sedikit 20% untuk pendidikan, sesuai dengan amanah UUD 1945 Pasal 31 ayat (4).

      Untuk memenuhi amanah konstitusi ini, pemerintah sudah mengajukan do­kumen tambahan untuk melengkapi rancangan nota keuangan yang telah disampaikan terdahulu. Anggaran pen­didikan diusulkan penambahan sebesar Rp 46,1 triliun. Total anggaran untuk pendidikan dalam APBN 2009 akan melampaui Rp 200 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan alokasi pada 2008 sebesar Rp154,2 triliun.

      Di samping itu, asumsi harga minyak mentah disesuaikan menjadi US$100 per barel, berada dalam kisaran yang telah disepakati dengan DPR, yakni antara US$95-US$120 per barel dan defisit anggaran dinaikkansebesar Rp20 triliun menjadi 1,9% dari PDB. Upaya peme­rintah ini tentu merupakan respons po­sitif dan cepat terhadap putusan Mah­kamah Konstitusi Nomor 13 /PUU-VI / 2008 tertanggal 13 Agustus 2008.

       

      Perjalanan panjang perjuangan agar anggaran pendidikan sekurang-kurang­nya dua puluh persen dari APBN sejak ditetapkanoya perubahan keempat UOD 1945 pada 10 Agustus 2002 mudah­ mudahan segera terealisasi. Bola seka­rang di tangan DPR. Masyarakat me­nunggu ditetapkannya Undang-Un­dang APBN 2009.

      Alokasi anggaran yang besar belum menjamin bahwa pendidikan Indonesia pasti akan menjadi lebih baik karena besarnya anggaran ini perlu dibarengi dengan kecermatan dalam menetapkan prioritas penggunaannya.

      Beberapa kebutuhan pendidikan yang mendesak antara lain adalah pening­katan sarana dan prasarana pendidikan dasar dan menengah, termasuk ruang kelas yang layak dan laboratorium plus ketersediaan alat dan bahan yang di­butuhkan.

      Peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik (guru dan dosen) perlu dipri­oritaskan. Rencana meningkatkan pendapatan guru menjadi di atas Rp 2 juta rupiah (untuk golongan terendah) tentu akan didukung oleh semua pihak. Semua orang pernah menjadi murid sehingga akan durhakalah ia jika tidak berkeinginan untuk lebih menyejahterakan para gurunya.

      Pada pidato kenegaraan Presiden RI juga disebutkan bahwa usulan penambahan anggaran pendidikan pada APBN 2009 juga dimaksudkan untuk meningkatkan penghasilan peneliti. Adalah sangat logis jika, selain guru, peneliti pun perlu dihargai atas upayanya mengembangkan ilmu pe­ngetahuan dan teknologi.

      Semua materi ajar akan bersifat statis dan tertinggal dari kemajuan zaman jika tidak secara terus rnenerus diperkaya dengan perkembangan baru ilmu pe­ngetahuan dan teknologi. Peneliti me­rupakan mitra terdekat dan tak terpi­sahkan dari dunia pendidikan. Sesung­guhnya kesadaran ini telah tumbuh sejak lama, terbukti dengan Tridarma Pergu­ruan Tinggi yang menegaskan bahwa fungsi pendidikan tinggi ada tiga, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, dart pengabdian kepada masyarakat.

      Pendidikan hendaknya dilihat sebagai investasi untuk pembangunan SDM. Khusus untuk pendidikan dasar, maka kewajiban pemerintah untuk melaku­kan investasi tersebut, sebagaimana a­manah Pasal 31 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan peme­rintah wajib membiayainya.

      Walaupun pembiayaan pendidikan se­penuhnya ber­sumber dari da­na APBN, setiap pihak yang ter­kait dengan pen­didikan harus dapat membuk­tikan bahwa nilai investasi yang besar ini bisa memberikan ha­sil yang seban­ding, yakni SDM yang berkuali­tas, yang pada gi­lirannya mampu 'membayar' kembali nilai in­vestasi tersebut melalui karya dan baktinya ke­pada negara dan bangsa ini.

      Relevansi pendidikan, terutama pada jenjang pendidikan tinggi, perlu secara sungguh-sungguh dipertajam. Kenya­taan pada saat ini, adajurang yang dalam memisahkan dunia akademik dan bis­nis. Relevansi pendidikan hendaknya secara sungguh-sungguh diniatkan un­tuk membangun jembatan yang tidak hanya kukuh, tetapi juga menyenangkan untuk dilewati baik oleh akademisi maupurt oleh pelaku bisnis.

      Dengan naiknya anggaran pendidik­an yang signifikan ini, tentu wajar jika ekspektasi masyarakat (terutama orang tua peserta didik) juga meningkat. Lu­lusan pendidikan pada setiap jenjang harus meningkat mutunya. Salah satu prasyaratan untuk menghasilkan SDM yang berkualitas adalah dedikasi dari tenaga pendidik yang juga berkualitas.

      Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, para guru harus mampu membekali peserta didik dengan pema­haman yang tepat dan cukup untuk rneneruskan pendidikannya ke jenjang pendidikan tinggi. Konsekuensinya ke­mampuan akademik guru perlu diting­katkan. Latar belakang pendidikan for­malnya perlu ditingkatkan.

      Pada jenjang pendidikan tinggi, para dosen dituntut tidak hanya punya ke­mampuan akademik dan mengikuti per­kembangan keilmuannya, tetapi juga pu­nya cukup kepekaan terhadap realitas kehidupan, paling tidak memahami be­tul permasalahan yang dihadapi di bidang keahliannya. Konsep relevansi pendidik­an rnenjadi tidak relevan untuk dibica­rakan jika prasyarat inibelum terpenuhi.

      Sebagai pendidik, kenaikan alokasi anggaran yang besar ini tentu patut disu­kuri. Tetapi perlu disadari pula bahwa ini adalah zero sum game. Peningkatan anggaran pendidikan adalah atas pe­ngorbanan berbagai sektor pembangun­an lainnya. Oleh sebab itu, perlu tekad kuat dan pembuktian dari semua lini yang menangani sektor pendidikan bahwa langkah ini bukan merupakan langkah yang salah.

      Berbekal pada dedikasi kuat yang te­lah dirunjukkan oleh para pendidik selama ini, maka ada secercah harapan bahwa langkah besar kebijakan ini akan mampu menjadikan Indonesia lebih baik di masa yang akan datang. Dirga­hayu Indonesia.

      PARTISIPASI OPINI

      Kirimkan ke email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it atau This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it atau fax: (021) 5812105 (Maksimal 7.500 karakter tanpa spasi.

      Sertakan nama. alamat lengkap, nomor telepon dan foto kopi KTP)

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Thursday, 23 February 2012 08:56  

      Items details

      • Hits: 218 clicks
      • Average hits: 2.3 clicks / month
      • Number of words: 2120
      • Number of characters: 17520
      • Created 7 years and 10 months ago at Thursday, 23 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 10 months ago at Thursday, 23 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,798
      • Sedang Online 74
      • Anggota Terakhir ulmama vila nurruva

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9127444
      DSCF8768.jpg

      Kalender & Agenda

      December 2019
      S M T W T F S
      1 2 3 4 5 6 7
      8 9 10 11 12 13 14
      15 16 17 18 19 20 21
      22 23 24 25 26 27 28
      29 30 31 1 2 3 4

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC