.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Republika 3 mei 2008

       

      Anggaran Pendidikan

       

      Komitmen bangsa ini untuk memperbaiki taraf pen­didikan bisa dibilang masih sebatas wacana. Wacana yang terus menjadi komoditas bagi semua presiden yang me­mimpin bangsa ini. Juga semua partai politik yang berkiprah di jagat negeri ini. Semua anggota parlemen yang terhormat. Termasuk para menteri pendidikan nasional (mendiknas) dalam kabinet apa pun namanya.

      Kita tentu ingat janji-janji kampanye para pejabat negara yang optimistis akan menaikan anggaran pen­didikan sebesar 20 persen. Janji-janji itu dikumandang­kan sejak era reformasi bergulir. Masyarakat tentu ingat bagaimana para presiden, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono, bersemangat untuk menaikkan anggaran pen­didikan. Namun janji itu hingga kini belum bisa dipenuhi.

       

      Kemarin, saat memperingati Hari Pendidikan Nasional. Mendiknas, Bambang Sudibyo mengakui pemerintah sulit memenuhi anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Terlebih saat harga bahan bakar minyak (BBM) di dunia naik semakin tinggi, yakni mencapai 120 dolar AS per barel. Kenaikan harga BBM itu memberi pengaruh sig­nifikan pada angka kebutuhan rill pembelanjaan negara.

      Fakta menunjukkan bahwa saat ini anggaran pendidikan baru mencapai sekitar 13 persen atau sekitar Rp 49 triliun dari jumlah ideal sekitar Rp 85 triliun atau 20 persen dari APBN. Ya, begitulah. Skenario dan asumsi pertumbuhan ekonomi selalu menjadi alasan utama mengapa anggaran pendidikan belum juga dinaikkan menjadi 20 persen.

      Bagi kita, yang tak kalah penting dari masalah itu adalah keberpihakan pimpinan nasional terhadap bidang pen­didikan. Komitmen pemerintah dan DPR untuk men­jalankan amanat UU Sistem Pendidikan Nasional, itu yang kita tunggu. Kalau komitmen ini dijalankan setengah­setengah, kita tidak akan pernah dapat merealisasikan­nya.

      Siapa pun yang memimpin negeri ini mesti ingat. Angka 20 persen itu bukan hasil obrolan di warung kopi. Tapi, itu adalah kewajiban konstitusi pemerintah sesuai dengan amanat UUD 1945 Pasal 31 ayat (4). Juga UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Di situ dinya­takan bahwa anggaran pendidikan sebesar 20 persen.

      Namun nyatanya, dalam APBN era reformasi hingga 2008 ini, anggaran pendidikan belum juga terealisasi. Ini artinya, pemerintah dan DPR melupakan amanat,konsti­tusi. Dan Mahmakah Konstitusi (MK) dalam uji materi pada 2007 menyatakan APBN untuk anggaran pendidikan di bawah 20 persen bertentangan dengan UUD 1945.

      Artinya, telah terjadi pelanggaran konstitusi yang terus dibiarkan. Kasus ini menguatkan premis bahwa peme­rintah dan DPR sesungguhnya tidak serius dengan komit­mennya dalam memperjuangkan taraf hidup bangsa Indo­nesia di bidang pendidikan.

      Publik tentu bertanya, mengapa untuk membayar utang kita bisa? Apakah ada perintah konstitusi bahwa kita harus membayar utang luar negeri? Apalagi dana untuk mem­bayar utang itu jauh lebih besar daripada membiayai anggaran pendidikan nasional.

      Tuan-tuan dan puan-puan yang ada di pemerintahan dan DPR seharusnya paham bahwa pendidikan adalah satu-satunya investasi masa depan untuk membangun bangsa yang cerdas dan bermartabat.

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 10:44  

      Items details

      • Hits: 270 clicks
      • Average hits: 2.9 clicks / month
      • Number of words: 938
      • Number of characters: 7687
      • Created 7 years and 9 months ago at Wednesday, 22 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 9 months ago at Wednesday, 22 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 131
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124667
      DSCF8798.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC