.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

       

      PIKIRAN RAKYAT, 4 JUNI 2008

       

      Mokasi 20%

      Anggaran, Pendidikan,

      Mungkinkah?

      Oleh H. TOTO SUTARTO GANI UTARI

       

      ALOKASI 20 persen anggaran pendidikan di Jawa Barat sebagai amanat konstitusi diupayakan dapat terealisasikan pada tahun anggaran 2009 ("Pikiran Rakyat",18/4).

      BERITA tersebut merupakan harapan seka­ligus embusan yang menyejukkan bagi warga Jawa Barat, khususnya bagi insan pendidikan. Fakta selama ini pendidikan kurang mendapat perhatian sampai menuai pa­rodi lagu Umar Bakri yang di­nyanyikan Iwan Fals. Meski seharusnya anggaran sebesar itu sudah dilakukan sejak di­putuskan, namun bila benar tahun 2009 terealisasi pantas diacungkan jempol untuk pim­pinan daerah Jawa Barat.

      Akan tetapi, saat ini dunia sedang gelisah oleh naiknya harga pangan yang kemudian memicu harga minyak dunia yang melambung tinggi me­nyentun 120 dolar AS per ba­rel. Imbas dari semua ini, sub­sidi bahan bakar minyak (13BM) akan membengkak se­hingga akan membebani APBN. Apabila kejadiannya seperti ini, mungkinkah tahun 2009 (tahun depan) anggaran pendidikan 20 persen di Jawa Barat dapat direalisasikan?

       

      Kita bicarakan saja bahwa anggaran pendidikan 20 per­sen terealisasi tahun 2009. Pertanyaan sekarang apakah dengan terealisasikannya ang­garan pendidikan 20 persen, mutu  pendidikan akan terdongkrak? Ini pekerjaan ru­mah para pemimpin baru Ja­wa Barat yang terpilih. Untuk mengerjakan PR tersebut ada beberapa kunci yang harus di­gunakan sehingga pekerjaan tersebut bisa membuahkan hasil yang diharapkan. Perta­ma, lakukan analisis penyebab mandeknya mutu pendidikan serinci mungkin. Sebenarnya, bagian ini sudah diketahui oleh semua pihak, tetapi be­lum bisa menyadari apalagi memperbaikinya.

      Kedua, buat rencana kerja setiap sektor untuk memper­baiki kelemahan dan kerusak­an yang sudah terungkap. Rencana kerja ini dibuat oleh arus bawah sehingga tidak ada pekerjaan yang dilakukan asal selesai karena alasan tidak paham. Ketiga, rumuskan eva­luasi program pelaksanaan upaya peningkatan mutu. Ha­ti-hati dalam menunjuk tim evaluator hams diberikan ke­pada yang benar ahli dan mengerti pendidikan, jangan sampai rnalah semakin menje­rumuskan mutu pendidikan. Keempat, pelaksanaan prog­ram perbaikan mutu. Lakukan monitoring dengan baik dan benar.

      Dari keempat langkah tersebut harus mengacu kepada un­sur-unsur mendasar pendidik­an, yaitu kurikulum, dalam hal ini harus dilihat apakah pengembangan kurikulum yang dilakukan sekolah sudah se­suai dengan prinsip dasar ku­rikulum.

      Apabila kita simak dari prin­sip pengembangan dan prinsip pelaksanaan kurikulum 2006 yaitu "kekayaan alam maupun budaya setempat merupakan landasan perumusan kuriku­lum" sehingga pemerintah daerah bisa memberikan ma­sukan dalam pengembangan kurikulum yang dibuat oleh sekolah.

      Guru, apakah memiliki kompetensi sesuai dengan ke­inginan kurikulum, terutama kompetensi pedagogi yang sa­lah satunya memahami bagai­mana proses masuknya pe­ngetahuan ke dalam otak pe­serta didik sehingga mampu melakukan improvisasi kegi­atan belajar mengajar. Kom­petensi contens, yaitu harus menguasai bahan ajar lebih banyak dari kebutuhan kuri­kulum. Selain itu, guru harus terus memperkaya pengetahu­annya sesuai dengan perkem­bangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kompetensi sosial yaitu mampu bergaul dengan semua pihak yang berkaitan dengan komponen pembela­jaran agar tujuan pembelajar­an tercapai.

      Sekolah, harus dilihat apa­kah manajemennya mengarah ke perbaikan mutu dalam arti alokasi anggaran lebih memi­hak pada kebutuhan pengelo­laan pembelajaran atau masih rutinitas dalam arti alokasi le­bih berpihak pada hal di luar pembelajaran seperti sebelum dinaikkannya anggaran pendi­dikan.

      Saat ini sedang dilakukan uji kewenangan guru yang disebut sertifikasi. Langkah ini merupakan salah satu pembuktian dari insan pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidik­an sebagai konsekuensi dina­ikkannya anggaran pendidikan menjadi 20 persen. Sertifikasi dilakukan untuk menilai kom­petensi profesional, kompeten­si pedagogi, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian guru yang dijabarkan ke dalam 10 komponen penilaian yaitu kualifikasi akademik, pendi­dikan dan pelatihan, peng­alaman mengajar, perencana­an dan pelaksanaan pembela­jaran, penilaian dari atasan dan pengawas, prestasi akade­mik, karya pengembangan profesi, keikutsertaan dalam forum ilmiah, pengalaman menjadi pengurus organisasi di bidang pendidikan dan sosi­al, dan penghargaan yang rele­van dengan bidang pendidik­an.

      Namun, itu belum cukup untuk melihat kualitas guru, sebaiknya dilakukan unjuk tampil melakukan proses pembelajaran di kelas karena pada komponen inilah yang paling menentukan mutu pendidik­an. Dalam unjuk tampil di ke­las ini guru harus memperli­hatkan kompetensinya, seko­lah akan mengetahui apa yang dibutuhkan guru sehingga kualitasnya meningkat dan meperoleh gambaran alokasi anggaran yang harus dipriori­taskan. Meskipun penilaian portofolio ini sudah ditetapkan Permen Pendidikan Nasional No.18/ 2008, tidak ada salah­nya di Jawa Barat dilakukan juga unjuk tampil. Dengan sendirinya, cara pelaksanaan­nya harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu sistem yang sudah dirumus­kan.

      Dari bahasan di atas, Guber­nur terpilih Jawa Barat tidak perlu ragu merealisasikan ang­garan pendidikan 20 persen karena inilah investasi yang sebenarnya bagi keberhasilan kepemimpinannya. Di sam­ping standar kompetensi bisa dicapai, juga visi misi Jawa Ba­rat akan terwujud. Jangan ta­kut, insya Allah dalam lima ta­hun kepemimpinan ke depan akan dirasakan jasanya dan se­luruh rakyat akan mengenang­nya.

      Penulis, dosen Kopertis dpk pada Prodi Biologi FK1P Unpas Bandung.

       

       

       

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Wednesday, 22 February 2012 10:36  

      Items details

      • Hits: 176 clicks
      • Average hits: 1.9 clicks / month
      • Number of words: 1913
      • Number of characters: 14935
      • Created 7 years and 9 months ago at Wednesday, 22 February 2012 by Administrator
      • Modified 7 years and 9 months ago at Wednesday, 22 February 2012 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info






      Selamat Datang Sahabat ^_^
      Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,797
      • Sedang Online 125
      • Anggota Terakhir Suwardi

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9124664
      DSCF8768.jpg

      Kalender & Agenda

      November 2019
      S M T W T F S
      27 28 29 30 31 1 2
      3 4 5 6 7 8 9
      10 11 12 13 14 15 16
      17 18 19 20 21 22 23
      24 25 26 27 28 29 30

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC