.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Anggaran
E-mail

 

SEPUTAR INDONESIA, 9JUNI 2008

 

Harus Menyiapkan Dana Ekstra

SEKARANG, untuk mengenyam pendidikan internasional, orangtua tidak perlu lagi mengirimkan anaknya sekolah ke luar negeri. Kini banyak sekolah nternasional bertebaran di Jakarta, juga di kota-kota besar di Indonesia. Fasilitas sekolah-sekolah internasional ini lengkap dengan guru berkualitas. Kompensasinya tentu saja, biaya sekolah yang mahal, lebih mahal dari sekolah konvensional.

"Pengeluaran yang tidak perlu, kami tekan. Kami tidak bisa menghambur-hamburkan uang. Anak-anak yang sekolah di sini, bukan berasal dari anak-anak orang-orang yang sangat kaya," kata Gandhi Memorial Internasional School (GMIS) principal Ashok Pal Singh.

Kemampuan GMIS untuk menek-an biaya sekolah ini, ditandaskan Singh, tak lepas dari semangat Mahatrria Gandhi yang mengajarkan simple living, high thinking (hidup sederhana, tetapi berpikiran maju). Namun, Singh kini mengaku pusing dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).Akibat kenaikan ini, semua harga-harga juga naik. • Singh yang suka memakai topi koboi ini mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan, dalam waktu dekat, GMIS juga akan menaikkan biaya sekolah.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 09:48 Read more...
 
E-mail

 

Media Indonesia 15 Juli 2008

 

Hari Pertama Masuk Sekolah Buku Murah Sulit di Unduh

JAKARTA (Ml): Program buku rtiurah dari pemerintah yang dicanangkan tahun ini ternyata belum bisa di-manfaatkan pihak sekolah dalam memasuki tahun ajaran baru 2008-2009.

Pengadaan buku teks pelajaran di hampir semua sekolah masih menggunakan model konvensiorial dari penerbit.Pengamatan Media Indonesia di beberapa sekolah baik di Jakarta maupun daerah, perrianfaatan program buku murah yang bisa diunduh dari laman belum dapat terealisasi. "Kami memang sudah menerima surat edaran Menteri Pendidikan Nasional tentang pro­gram itu, tapi khusus untuk wilayah Sulawesi Utara masih pada tahap sosialisasi. Siswa di Sulawesi Utara belum menggunakan buku pelajaran semacam itu," kata Wakil Kepala Dirias Pendidikan Sula­wesi Utara, Arnold Poli, kemarin. Demikian pula pengamatan acak di Kota Padang, Sumatra Barat. Semua sekolah masih me-manfaatkan buku paket biasa da­lam proses belajar-mengajar pada hari pertama. tahun ajaran baru, kemarin. "Kami masih menggu­nakan buku biasa, bukan buku yang diunduh dari komputer Depdiknas," kata Desi, guru SMA Negeri 14 Padang.

Ditambahkannya, pihak seko­lah mengetahui ada buku digital yang disediakan Depdiknas secara gratis namun masih ditemui kesu-litan untuk mengunduhnya. "Ka­mi masih menghadapi keterbatasan pengetahuan teknis."

Last Updated on Friday, 24 February 2012 09:47 Read more...
 
E-mail

 

KORAN TEMPO, SABTU 12 JULI 2008

 

 

HARAPAN DARI KAKI

PAPANDAYAN

Empat tahun silam berdiri

sekolah gratis yang tak digubris warga. Lalu murid

angkatan pertamanya mencapai nilai kelulusan

tertinggi. Semua berubah

Menyekolahkan anak, bagi sebagian warga Nagrok Desa Sari Mukti, Garut, berarti kehilangan potensi pendapatan keluarga. Karena itu, ketika Madrasah s Sururon menawarkan pendidikan gratis, mereka tak meng­gubrisnya. Kalaupun ada anak yang bersemangat ikut sekolah, orang tua justru menagih kompensasi. "Kami diharuskan membayar Rp 5.000 sampai Rp 10 ribu," tutur Ridwan Saefudin, 36 tahun, pengajar di Su­ruron, saat ditemui Tempo, akhir Ju­ni lalu. Uang sebesar itu adalah penghasilan rata-rata yang -biasa di­dapat warga Nagrok sebagai buruh tani sayuran.

Inceu, begitu Ridwan biasa disa­pa, tak patah arang. Bersama para sukarelawan lain dari Serikat Petani Pasundan (SPP), ia sudah bertekad untuk mengubah nasib para buruh tani itu melalui pendidikan. Selepas jam sekolah, Inceu dengan telaten menemui warga untuk meyakinkan mereka tentang pentingnya pencil­dikan bagi anak-anak. Usahanya tak sia-sia. Saat memulai sekolah ini pada Juli 2003, tercatat 70-an siswa yang hadir.

Last Updated on Thursday, 30 May 2013 17:35 Read more...
 
E-mail

 

PIKIRAN RAKYAT, 9 OKTOBER 2008

 

 

Upaya Menaikkan IPM dan Anggaran Pendidikan

 

Oleh PROF. DR. Ir. H. GINANDJAR KARTASASMITA

Telah menjadi pengetahuan umum bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan bukan oleh besarnya jumlah penduduk, luas wilayah, atau kekayaan alam. Akan teta­pi, oleh kekuatan dan kualitas manusianya. Masyarakat inter­nasional, melalui UNDP setiap tahun mengeluarkan ukuran komparatif mengenai sumber daya manusia yang disebut human development index atau indeks pembangunan manusia (IPM) yang mencakup unsur-unsur tingkat pendidikan, kese­hatan, dan taraf hidup.

UNDP baru saja mengeluar­kan laporan tahun 2007/2008 tentang IPM. Dari tahun ke ta­hun, IPM kita terus membaik tetapi memang masih berada pada tingkat menengah rendah, yaitu 107 dari 177 negara. La­poran ini tidak boleh membuat kita kecil hati, justru harus mencambuk bangsa kita untuk be­kerja lebih keras. Salah satu un­surya, yaitu tingkat pendapat­an yang telah ada kemajuan.

Di bidang pendidikan, presiden menyatakan akan meme­nuhi amanat konstitusi yang mengharuskan negara menye­diakan 20% anggaran belanja untuk pendidikan. Sungguh langkah sangat terpuji dan patut kita hargai karena keputusan itu diambil dalam kondisi ekonomi kita baru dalam tahap awal pe­mulihan dan banyak agenda yang memerlukan prioritas.

Tantangan sekarang bagi kita, bagaimana menggunakan dana tersebut agar betul-betul efektif dan dapat mempercepat pem­bangunan di bidang pendidikan sehingga dapat mengejar keter­tinggalan kita dalam kualitas sumber daya manusia. Peme­rintah pusat bersama pemerin­tah daerah, yang akan meneri­ma bagian besar dari anggaran pendidikan itu, harus bersama-­sama menyusun rencana agar dana yang besar tersebut dapat tepat sasaran.

Last Updated on Friday, 24 February 2012 07:38 Read more...
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 4

Selamat Datang Sahabat ^_^
Dapatkan Segera Buku PUSTAKAWAN 1/2 GILA

Kemiskinan

Literasi Sains & Teknologi

Artikel Pilihan


Artikel Utama

Statistik Anggota

  • Total Anggota 10,788
  • Sedang Online 142
  • Anggota Terakhir Robertrab

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterTotal9091495
DSCF8761.jpg

Kalender & Agenda

November 2018
S M T W T F S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 1

Contoh Proposal

Contoh Proposal

Google+ Facebook Twitter mail SC