Masyarakat Literasi Indonesia (MLI)
PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 01 April 2010 16:07


Buku karya Suherman terbaru yang diberi judul Bacalah! Menghidupkan kembali semangat membaca para mahaguru peradaban. Buku ini berisi tentang pengalam dan tradisi orang-orang besar dalam membaca buku. Sebuah buku yang akan memotivasi dan menggelorakan minat baca. Untuk memasyarakatkan semangat buku secara masal dan simultan penerbit memfasilitasi Pelatihan Membangkitkan Kesadaran Membaca yang dipandu langsung oleh pengarangnya. Proposal pelatihan dapat diunduh
di sini.

“ Agaknya inilah yang kita rindukan bersama,

di setasiun bis dan ruang tunggu kereta api negeri ini buku

dibaca, di perpustakaan perguruan, kota, dan desa buku dibaca,

di tempat penjualan buku laris dibeli,

dan ensiklopedia yang terpajang di ruang tamu

tidak berselimut debu karena memang dibaca”

(Taufiq Ismail, budayawan)


“ Buku menjadi kunci perubahan dunia. Itulah sebabnya buku sering disebut sebagai jendela peradaban. Karena dari bukulah peradaban sebuah negara menjadi maju, dan dari buku pula sebuah peradaban tak memberikan makna apapun ketika buku diabaikan begitu saja.” (AM Fatwa, Politisi)

Last Updated on Wednesday, 05 May 2010 11:09
 
PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 28 May 2009 10:44

Kami kira buku ini wajib dibaca oleh para pendidik, pengelola perpustakaan, atau siapa saja yang selalu terlibat dengan buku atau sumber belajar. Dan alangkah lebih baik apabila dibuat pelatihannya, supaya diseminasi semangat buku ini dapat menyebar secara masif dan simultan. Semoga dengan terbitnya buku ini dapat mengurangi kemelut pendidikan di tanah air.

Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat)

-----------------------------------------------------------

Sahabat saya, Kang Herman, mencoba memberikan gambaran yang ideal tentang sebuah perpustakaan kepada kita. Dengan gaya bahasa beliau yang enak dan khas, perpustakaan dijabarkan secara komprehensif dari berbagai aspek umum sampai aspek kreatif yang bisa dilakukan di perpustakaan. Buku ini tepat sebagai bahan rujukan bagi institusi atau perorangan yang konsen terhadap pengelolaan perpustakaan. Saya yakin, buku ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap khazanah dunia perpustakaan Indonesia.

Romi Satria Wahono (Founder IlmuKomputer.com dan CEO Brainmatics)

Last Updated on Wednesday, 24 March 2010 11:15
 
PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 10 December 2009 09:58

Menyoal Duta Baca Indonesia

Oleh:

Suherman

Pustakawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Ketua Masyarakat Literasi Indonesia (MLI)

Pada tahun ini Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) memilih kembali Tantowi Yahya yang keempat kalinya sebagai duta baca Indonesia (DBI). Menurut pejabat PNRI terpilihnya kembali beliau karena dianggap berhasil dalam mengembangkan budaya baca di Indonesia. Lebih lanjut pejabat tersebut mengatakan bahwa sejak diangkatnya beliau menjadi duta baca pada tahun 2006 animo dan apresiasi masyarakat terhadap bacaan sangat luar biasa. Tentu saja kita pun patut turut begembira dengan kemajuan ini yang berarti bahwa masyarakat Indonesia sedang berevolusi menjalankan takdir sejarahnya menuju kehidupan yang lebih baik. Namun dipihak lain ada sebuah pertanyaan yang mengganjal, benarkah kemajuan tersebut semata karena jasa seorang duta baca? Ataukah ini hanyalah sebuah pengakuan yang sepihak dari PNRI karena belum ada sebuah penelitian yang objektif untuk pembuktiannya. Di samping itu juga masih banyaknya masyarakat, malah mungkin sebagian besar, yang belum mengetahui kalau Tantowi Yahya itu sebagai duta baca Indonesia. Mereka hanya mengetahui Tantowi Yahya sebagai artis atau selebritas nasional yang sering muncul di televisi sebagai pemandu acara atau penyanyai.

Last Updated on Thursday, 10 December 2009 10:32
Read more...
 

Kalender & Agenda

September 2010
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2

Tidak Mungkin Intelektual Menganggur

Oleh:

Suherman

Ketua Masyarakat Literasi Indonesia (MLI)

Sarjana menganggur sangat banyak, tapi intelektual menganggur rasanya tidak mungkin alias mustahil. Sarjana dan intelektual tidak sama dan sebangun alias memiliki pengertian yang berbeda. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sarjana adalah gelar yang dicapai seseorang yang telah menamatkan pendidikan tingkat terakhir di perguruan tinggi. Sedangkan intelektual artinya seseorang yang cerdas, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan atau disebut juga cendekiawan. Jelas sarjana bukan padanan kata intelektual. Dengan memperhatikan definisi atau arti kata intelektual saja sudah dapat disimpulkan mustahil ada intelektual yang memnganggur atau terjadi trategi “pengangguran intelektual”. Akan tetapi, walaupun kata “pengangguran intelektual“ terasa rancu namun sudah terbiasa diucapkan di masyarakat umum alias salah kaprah. Seperti judul sebuah artikel di harian Tribun Jabar edisi tanggal 15 Oktober 2009 “Mewaspadai Booming Pengangguran Intelektual”, yang ditulis oleh seorang dosen pascasarjana.

Read more...

Rekan-rekan sekalian, dalam rangka mengkampanyekan budaya membaca, pada Tahun 2010 ini bapak Suherman bersama Gerakan Pemasyarakat Minat Baca (GPMB) melakukan road show keliling Jawa Barat dengan tema “Jawa Barat Membaca Dunia”. Bagi rekan-rekan yang ingin berpartisipasi bisa konfirmasi ke Perpustakaan Umum Daerah masing-masing . Jadwal bisa dilihat di “Kalender &Agenda” yang telah ditandai abu-abu.