FILM SYNOPSIS “PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS DAN KOMPETENSI TEKNOLOGI MASYARAKAT DI KABUPATEN SUBANG, JAWA BARAT”

Kamaludin 09 Jun 2021 Kolom Sivitas 236 Kali

Film dengan judul: Pengembangan produktivitas dan kompetensi teknologi masyarakat di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Film ini berdurasi14.48 dengan produser: UPT Balai Informasi Teknologi-LIPI, Dyah Hardini, Sutradara: Kamaludin, Penulis scenario: Penny Sylvania Putri, Kamerawan: Deni Barshani

Film ini menceriterakan tentang salah satu program IPTEKDA LIPI yang merupakan kerja sama antara Yayasan Bina Teknologi Subang melalui mitra binaan UPT Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna Subang yaitu dengan memberikan modal berupa peralatan mesin dan beberapa sarang penunjang pada SMK Bina Teknologi Subang.

Kabupaten Subang, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Subang, kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupten Indramayu di timur, Kabupaten Sumedang di tenggara  Kabupaten Bandung di selatan serta Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang di barat.

Penduduk Subang pada umumnya adalah Suku Sunda, yang menggunakan Bahasa Sunda sebagai Bahasa sehari-hari. Namun demikian sebagian kawasan di pesisir penduduknya menggunakan Bahasa Jawa Dialek Cirebon.

Karena sebagian besar penduduknya masih berpenghasilan utama sebagai petani dan buruh perkebunan, maka perekonomian Subang masih banyak ditunjang dari sector pertanian. Subang wilayah selatan banyak terdapat area perkebunan, seperti karet pada bagian Barat Laut dan kebun The nya sangat luas.

Subang terkenal sebagai salah satu daerah penghasilan buah nenas yang umumnya kita kenal dengan nama Nenas Madu. Nenas Madu dapat kita temui di sepanjang Jalan Cagak yang merupakan persimpangan antara Wanayasa – Bandung – Sumedang dan Kota Subang sendiri. Dodol nenas, keripik singkong dan selai yang merupakan hasil home industry yang dapat dijadikan makanan oleh-oleh.

Pemanfaatan sumber daya lokal yang efektif dan berdaya saing menjadi unsur penting dalam meningkatkan kemampuan masyarakat untuk berusaha secara produktif.

Program IPTEKDA LIPI merupakan penerapan IPTEK yang berfokus di daerah yang diarahkan pada upaya pemberdayaan dan pengembangan usaha melalui penerapan teknologi.

Salah satu program IPTEKDA LIPI yang diketengahkan kali ini merupakan kerja sama antara Yayasan Bina Teknologi Subang melalui mitra binaan UPT Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna Subang yaitu dengan memberikan modal berupa peralatan mesin dan beberapa sarang penunjang pada SMK Bina Teknologi Subang.

SMK merupakan salah satu lembaga pendidikan yang bertanggungjawab untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, keterampilan dan keahlian, sehingga lulusannya dapat mengembangkan kinerja apabila terjun dalam dunia kerja.

Pendidikan SMK itu sendiri bertujuan “meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian, serta menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap profesional”.

“Karena kita berawal dari latar belakang teknologi, maka kita mencoba mencari jurusan yang kira-kira tepat yaitu aplikasi logam atau yang sering disebut teknologi pembentukan, teknologi otomotif, serta audio video. Itu terjadi tahun 1977, kemudian sampai dengan sekarang Alhamdulillah SMK Bina Teknologi cukup lumaya maju pesat, ditambah didalam SMK itu adalah yang sangat,,, apa,,, yang sangat kita butuhkan itu adalah adanya peralatan, fasilitas, prasarana praktek yang sangat dibutuhkan. Syukur Alhamdulillah, disini LIPI, BPTTG itu memberikan satu… memberikan satu program yaitu yang namanya  IPTEKDA”.

Yayasan Bina Teknologi berdiri pada 12 Agustus 1993, yang pada mulanya yayasan ini hanya bergerak dibidang bantuan kredit teknologi untuk pengusaha-pengusaha kecil

Dalam perjalanannya Bantuan Kredit Teknologi tersebut mengalami beberapa hambatan pada saat krisis moneter sehingga muncul sebuah konsep membangun sebuah dunia pendidikan ditingkat menengah yaitu SMK Bina Teknolologi yang memiliki beberapa unit usaha berupa Unit Produksi sekolah dengan pelaksana para alumni dan siswa.

Pada kegiatan IPTEKDA yang pertama, SMK Bina Teknologi diberikan modal untuk pengadaan alat-alat produksi dan bahan bakku produksi berupa: mesin bubut, mesin las, mesin lipat, mesin miling, genset, mesin penekuk pipa, besi segi enam.

Mesin-mesin tersebut berguna untuk pembuatan proven hidrolic hose dan fitting mitting fulldin 20022/20023 juga pembuatan alat/barang yang menggunakan pengelasan seperti pembuatan teralis, pagar dan ranjang besi yang merupakan pesanan dari masyarakat yang berada di lingkungan sekolah.

Pada program IPTEKDA yang kedua, SMK Bina Teknologi mendapatkan sarana gedung serbaguna. Sarana dan fasilitas tersebut bertujuan untuk peningkatan kebugaran para siswa SMK Bina Teknologi Subang, dalam upaya pengembangan dan peningkatan produktivitas.

GOR yang dibangun dengan bantuan dana IPTEKDA LIPI penggunaanya multi fungsi yaitu untuk: olahraga siswa, upacara bendera, pertemuan orang tua, dan mulai pukul 16.00 – 22.00 digunakan untuk kegiatan usaha dengan cara disewakan kepada masyarakat kota Subang untuk kegiata olahraga futsal.

Guru SMK Bina Teknologi (Muhammad Rusdi Sulanjana), memberikan testimoni :

Saya kebetulan mengajar di… logam, kami mengajarkan… logam di bengkel atau kampus dua SMK Bina Teknologi Subang, materi yang biasa diajarkan di sana ada pembubutan dengan menggunakan mesin bubut, ada pengelasan dimana siswa nanti dilatih untuk belajar ngelas mulai dari las busur, las mik, las  tik, juga ada mesin lipat… mesin lipat biasanya kita pergunakan untuk pekerjaan-pekerjaan plat tipis, karena untuk pekerjaan yang tebal tidak mungkin dikerjakan untuk disini. Lalu disana juga ada mesin milin. Mesin milin yang biasanya kita pergunakan untuk pemboran juga pembuatan alur sperti juga yang kita lakukan tadi kita mencoba membuat alur, dimana alur tersebut kita pergunakan untuk handover untuk pekerjaan mesin plat, jadi nanti kita tidak usah membeli alat keluar, karena kita bisa membuat sendiri alat tersebut.”

Secara garis besar dampak dari kegiatan ini meliputi tiga hal yaitu dampak bagi usaha kecil, dampak bagi masyarakat/alumni dan dampak bagi siswa SMK Bina Teknologi.

Dampak bagi unit usaha kecil adalah berusaha untuk memenuhi permintaan pasar berupa Proven Hidrolic Hose dan Fitting Meeting Full Din 20022/20023 yang banyak dibutuhkan untuk pemasaran di Jakarta dan Bandung.

Dampak bagi masyarakat (alumni) yaitu terciptanya lapangan kerja.

Dampak bagi siswa SMK Bina Teknologi Subang, yaitu:

  1. Tersedianya tempat pelatihan sebelum memasuki dunia kerja/industri
  2. Praktik dalam kegiatan Belajar Mengajar siswa Siswa SMK Bina Teknologi khususnya untuk program keahlian teknik fabrikasi atau teknik las.

Kemandirian pun belum merupakan kata kunci di mata masyarakat untuk memandang kemajuan bangsa ini sehingga harus didukung dengan kemampuan intelektual individu Indonesia untuk menciptakan bisnis atau wirausaha di segala bidang dengan bekal pengetahuan dan keerampilan yang baik.

Andi Bastian, murid SMK Bina Teknologi (testimony):

“Nama saya Andi Bastian. Saya sekolah di SMK Bina Teknologi, Subang mengambil Jurusan Teknik Pabrikasi Logam atau teknik pembentukan. Saya  bersekolah di SMK ini karena sarana dan prasarananya terlengkapi, contohnya mempunyai gedung berlantai dua, mempunyai lapangan olahraga atau GOR, mempunyai lab, lab Bahasa, lab computer, lab audio video dan yang terahir lab fabrikasi logam dan otomotif.

SMK Bina Teknologi ini menyalurkan bakat-bakat yang sesuai dengan jurusan-jurusannya seperti pembentukan dalam memproduksi barang, seperti toolbox, meja computer, dan yang terahir ranjang tempa.

SMK Bina Teknologi telah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang berada diluar seperti LIPI, PRN, PT. Suzuki dan lain-lain yang mau bekerjasama dengan SMK. Bina Teknologi”

“Kenang-kenangan saya yang diambil dari SMK Bina Teknologi Subang, Bina Teknologi Subang saya mengambil jurusan otomotif tadi tidak khusus untuk jurusan itu saja karena pelajaran yang diutamakan, buka karena jurusan otomotifnya saja.

SMK Bina Teknologi Subang, yang pertama disiplin, kreatif dan pembinaan… terutama dalam pembinaan tidak seperti SMK yang lain”.

Dalam ekonomi kreatif, pengembangan kreativitas dan bakat individu diarahkan untuk menciptakan produk kreatif sehingga memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat. Program IPTEKDA LIPI melalui SMK Bina Teknologi Subang diharapkan mampu mengembangkan sumber daya manusia yang sesuai dengan tujuan tersebut.